Suara Warga

Biang Kisruh Politik Tanah Air Sebenarnya Adalah Roro Jongrang

Pilpres 2014 adalah masa Pilpres yang paling panjang dari sejarah perpolitikan Indonesia. Gaung Pilpres ini mulai berdentang sejak awal Mei 2014 paska keputusan KPU tentang Hasil Pemilu Legislatif, hingga sampai dengan awal September ini gaung Pilpres masih saja terasa di banyak sendi kehidupan bernegara.

Itu berarti sudah 4 bulan pikiran masyarakat Indonesia tersita oleh 1 kata, yaitu Pilpres. Cape nggak sih mikirin Pilpres? Ya capek laahhh. Kisruh nggak sih? Ya kisruh laah. Bosen nggak sih? Ya sudah pasti semua orang sudah bosen dengan berita copras-capres ini.

Tapi ada tuh orang-orang yang belum jenuh dengan Pilpres ini. Bahkan mereka ingin memperpanjang urusan Pilpres ini di DPR. Siapakah mereka?

TERBONGKARNYA KONSPIRASI PKS DENGAN RORO JONGRANG

Bila mengamati siapa-siapa yang saat ini masih saja suka membunyikan dentang pilpres ini ternyata Biang Usilnya ada di PKS. Terbukti dari fakta yang ada bahwa yang paling ngotot membentuk Pansus Pilpres adalah PKS.

Para dedengkot PKS inilah yang paling sibuk dengan Copras-capres, Ponsas-Pansus dan urusan-urusan kayak gitulah. Menurut mereka nggak seru kalau melanjutkan pembangunan bangsa kedepan kalau tidak disertai dengan gossip tentang Copras-Capres, Menggugat-mengggagut dan Ponsas-Pansus.

Sejak Pileg 2014 bulan April kemaren, PKS inilah yang paling heboh soal hitung-hitungan perolehan suara partai. Mereka merasa paling canggih dalam menghitung suara pemilu. Hasil perhitungan mereka Pada Pileg 2014 PKS sebenarnya memperoleh 10,3%, akan tetapi karena KPU menghitung PKS hanya mendapat 6,75% suara makanya PKS tidak berhasil menjadi 3 Besar. Inilah yang membuat mereka Dendam pada KPU. Dan tau sendiri kan, bagaimana Ketua KPU akhirnya dibully habis-habisan oleh kader-kader PKS.

Ini sama yang terjadi dengan Jokowi yang entah kenapa PKS dendam sekali dengan Jokowi sehingga sering dan tak terhitung berkali-kali memfitnah Jokowi.

Yang perlu dicatat adalah kenapa PKS yakin sekali perhitungan suara pada Pileg sebesar 10,3%? Begitu juga dengan Perhitungan suara Real Count Pilpres yang langsung bisa dihitung oleh PKS dalam waktu 24 Jam dengan hasil kemenangan Prabowo sehingga dari data itulah Prabowo mengajukan Gugatan Penyelenggaraan Pilpres ke MK.

Artikel terkait : Biang Kisruh Politik Tanah Air Sebenarnya Adalah Roro Jongrang

Melihat cara menghitung perolehan suara baik di Pileg dan di Pilpres yang begitu cepat prosesnya dan begitu ngawur hasilnya, patut diduga PKS telah dibantu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab dan tak kasat mata. Dan akhirnya terbongkar sudah bahwa memang ada pihak yang membantu PKS dalam menghitung perolehan suara-suara baik di Pileg maupun Pilpres. Dan pihak tersebut bernama Roro Jongrang.

Sekjen PKS Taufik Rido secara tidak sengaja alias keceplosan menyebut nama Roro Jongrang yang membantuk PKS menyiapkan data-data C1 untuk keperluan Gugatan ke MK.

Ini sangat mengejutkan dan merubah paradigma kita tentang Legenda Sejarah. Informasi teranyar dari Taufik Rido mengubah persepsi kita tentang Roro Jongrang. Bahwa Roro Jongrang ini terbukti tidak sekedar mampu menipu Bandung Bondowoso tetapi berhasil juga menipu Sangkuriang. Dan diperkirakan Roro Jongrang juga ada hubungannya dengan Malin Kundang meskipun itu semua hanya Taufik Rido dan PKS yang mengetahuinya dengan pasti.

Lebih lanjut lagi ternyata keterkaitan Roro Jongrang pada Pilpres ini mulai tampak sejak tanggal 9 Juli 2014 selepas magrib. Bisa dipastikan Roro Jongrang inilah yang dengan kemampuan kasat matanya mampu merubah angka-angka Quick Count di TV One dan RCTI. Sementara Prabowo dan koalisinya sangat percaya sekali dengan 3 lembaga survey tersebut dan PKS.

Dan sejak tanggal 9 Juli tersebut kisruh tentang Pilpres 2014 pun dimulai.

Tanggal 10 Juli 2014 sehari setelah hari pencoblosan, kembali PKS dibantu Roro Jongrang mengklaim telah berhasil menghitung Real Count dan disiarkan langsung oleh Portal Berita Inilah.com. Inilah fakta bahwa Roro Jongrang memang ikut bermain di Pilpres ini sehingga semuanya menjadi kisruh.

Roro Jongrang ini juga patut diduga yang mengacaukan pola pikir dari Nurcahaya Tandang dan Ali Mohtar Ngabalin sehingga keluar pernyataan-pernyataan heboh dari kubu koalisi Merput tentang Prabowo Titisan Allah dan Ada rencana Mendesak Allah untuk memenangkan Prabowo.

Roro Jongrang ini sungguh sangat berbahaya. Dan mungkin dia juga yang memaksa PKS agar ngotot untuk membentuk Pansus Pilpres.

Secara pribadi gw curiga bahwa Roro Jongrang yang ada di belakang PKS adalah bukan Roro Jongrang yang asli. Sebab RJ yang asli adalah Ratu Prambanan yang hanya berhubungan dengan Bandung Bondowoso saja. Tidak terkait dengan Sangkuriang, apalagi dengan Malin Kundang.

Yang pasti untuk kita semua sebaiknya kita membantu PKS agar terlepas dari pengaruh-pengaruh jahat Roro Jongrang Palsu. Karena kalau tidak kita bantu, PKS semakin lama akan semakin disesatkan oleh Roro Jongrang. Dan itu membuat politik negeri kita tetap Kisruh.




Sumber : http://ift.tt/1vIgdeL

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz