Pak Jokowi, Anda Adalah Lawan Politik Saya…
Baru saja membaca editorial hari ini dari koran Media Indonesia.
Editorial kali ini berjudul “Dewan Perwakilan Koalisi Merah Putih”
Sangat tendensius dari judulnya. Dan lebih tendensius lagi ketika membaca isi editorialnya.
entah siapa redaktur yang mengisi editorial tersebut. Namun dalam pandangan saya sangat provikatif dan sungguh2 melakukan opini sesat yang sangat.
tergambarkan dalam editorial tersebut seolah2 kelompok KMP adalah segerombolan orang-orang (penyamun) yang hendak menguasai indonesia demi kepentingan kelompoknya. sungguh keji menurut saya meskipun dilakukan dengan susunan kalimat yang indah, namun benar2 menciptakan halusinasi yang sangat dahsyat dalam membentuk opini sesuai kehendak si penulis (note a benne koran ini adalah corong dari partai nasdem).
Keji….
Karena niat tulus mendukung pemerintahan malah di salahartikan oleh pikiran “cabul” mereka sendiri seolah KMP ingin menjatuhkan pemerintahan.
Keji…
Karena bahkan statement2 resmi dari anggota dewan yang berasal dari KMP justru mensupport isi kabinet presiden terpilih.
Keji…
Karena pihak yang kalah justru membentuk opini seolah2 mereka tengah di zholimi oleh “kerakusan” dan “arogansi” dari KMP. Padahal kita semua tau bahwa yang dijalankan adalah sesuai koridor hukum yang berlaku (UU MD3).
Kita tentu ingat ketika PILPRES justru begitu nyata kedustaan sistematis dilakukan oleh penyelenggaran PEMILU. dan semua upaya melalui jalur hukum yang berlaku dilakukan untuk menuntut keadilan akhirnya mentok, dan akhirnya “TAKDIR ALLAH” yang berlaku, dengan terpilihnya JOKOWI sebagai presiden. Akhirnya KMP menerima dengan legowo.
Termasuk saat dibentuknya kabinet kerja oleh presiden dan wakil presiden terpilih, KMP mendukungnya.
Tapi justru ketidakpuasan malah muncul dari pihak2 yang sebelumnya mendukung presiden terpilih tersebut.
Sebagai pengamat (boleh dong), setelah melalui proses perenungan yang panjang, berliku dan penuh dengan onak dan duri serta silang pendapat di media sosial, saya justru menilai ada sebuncah asa dari pemerintahan sekarang ini.
Terima kasih kepada seorang sahabat (bagi saya dia adalah sahabat karena selalu mengingatkan saya, terserah dia menganggap saya apa), sebuah “celetukan” darinya seolah mencubit pipi saya. inilah takdir Allah.
indonesia dengan umat islam terbanyak di dunia, yang diisi oleh banyaknya para Habaib, keturunan RAsulullah, yang senantiasa selalu mendoakan kebaikan untuk negeri, apatah mungkin Allah akan memalingkan “wajah-NYA” dari Indonesia dengan terpilihnya presiden ini??? (Allahu’alam)
Saya termasuk lawan politik dari presiden terpilih ini dari dulu sampai sekarang… catat itu… sampai sekarang…!!!
Tapi saya yakin Allah punya rencana lain. Saya yakin itu…
Ikhtiar sudah dilakukan saat PILPRES.. namun takdir Allah beda… Apa yang baik menurutmu belum tentu baik untukmu dari penilaian Allah, dan apa yang buruk menurutmu belum tentu memang buruk untukmu dari penilaian Allah.
Lalu apa selanjutnya sekarang? Sementara Takdir Allah telah berjalan…???
Bukan berarti latah ataupun fanatik buta terhadap pemimpin… tapi tentunya adalah ikhlas dengan mensupport takdir Allah, dengan tetap kritis (bukan bullyies) terhadap kebijakan yang akan keluar.
dan tentunya yang tidak boleh hilang adalah tetap waspada terhadap orang-orang yang berada dibelakang presiden ini (kelompok KIH) yang bercokol melalui partai2 pendukungnya. bukan… bukan orang2 yang berada di sampingnya… tapi yang ada di belakangnya…jikalaupun ada yang harus tetap diwaspadai dari orang2 yang ada disampingnya adalah yang berasal dari partainya berasal.
kembali kepada isi editorial koran tadi yang menuduh anggota DPR dari KMP sebagai wakil partai, alih2 wakil rakyat, dan menuduh mereka sebagai liberal justru harusnya berkaca.
kepada pak presiden terpilih…silahkan bekerja… saya dan beberapa rekan akan tetap mengawasi anda untuk berlaku AMANAH terhadap bangsa indonesia. saya tetap menyatakan diri sebagai lawan politik anda sebagai penyeimbang agar anda tetap berjalan di jalan takdir Allah yang baik.
karena sesungguhnya takdir Allah tidak ada yang tidak baik, namun Allah selalu memberikan opsi kepada hambanya di tengah jalan… dan sebagai lawan politik yang baik, saya akan selalu mengingatkan anda agar anda tetap mengambil opsi yang terbaik…
dan saya akan tetap menjadi musuh, alih2 lawan, bagi pihak2 yang hendak mengambil keuntungan dari anda. yaitu orang2 “sok suci” yang berkoar2 membuat DPR tandingan.
dan buat para jokower… silahkan putuskan… ingin menjadi lawan saya atau musuh saya…
salam
Editorial kali ini berjudul “Dewan Perwakilan Koalisi Merah Putih”
Sangat tendensius dari judulnya. Dan lebih tendensius lagi ketika membaca isi editorialnya.
entah siapa redaktur yang mengisi editorial tersebut. Namun dalam pandangan saya sangat provikatif dan sungguh2 melakukan opini sesat yang sangat.
tergambarkan dalam editorial tersebut seolah2 kelompok KMP adalah segerombolan orang-orang (penyamun) yang hendak menguasai indonesia demi kepentingan kelompoknya. sungguh keji menurut saya meskipun dilakukan dengan susunan kalimat yang indah, namun benar2 menciptakan halusinasi yang sangat dahsyat dalam membentuk opini sesuai kehendak si penulis (note a benne koran ini adalah corong dari partai nasdem).
Keji….
Karena niat tulus mendukung pemerintahan malah di salahartikan oleh pikiran “cabul” mereka sendiri seolah KMP ingin menjatuhkan pemerintahan.
Keji…
Karena bahkan statement2 resmi dari anggota dewan yang berasal dari KMP justru mensupport isi kabinet presiden terpilih.
Keji…
Karena pihak yang kalah justru membentuk opini seolah2 mereka tengah di zholimi oleh “kerakusan” dan “arogansi” dari KMP. Padahal kita semua tau bahwa yang dijalankan adalah sesuai koridor hukum yang berlaku (UU MD3).
Kita tentu ingat ketika PILPRES justru begitu nyata kedustaan sistematis dilakukan oleh penyelenggaran PEMILU. dan semua upaya melalui jalur hukum yang berlaku dilakukan untuk menuntut keadilan akhirnya mentok, dan akhirnya “TAKDIR ALLAH” yang berlaku, dengan terpilihnya JOKOWI sebagai presiden. Akhirnya KMP menerima dengan legowo.
Termasuk saat dibentuknya kabinet kerja oleh presiden dan wakil presiden terpilih, KMP mendukungnya.
Tapi justru ketidakpuasan malah muncul dari pihak2 yang sebelumnya mendukung presiden terpilih tersebut.
Sebagai pengamat (boleh dong), setelah melalui proses perenungan yang panjang, berliku dan penuh dengan onak dan duri serta silang pendapat di media sosial, saya justru menilai ada sebuncah asa dari pemerintahan sekarang ini.
Terima kasih kepada seorang sahabat (bagi saya dia adalah sahabat karena selalu mengingatkan saya, terserah dia menganggap saya apa), sebuah “celetukan” darinya seolah mencubit pipi saya. inilah takdir Allah.
indonesia dengan umat islam terbanyak di dunia, yang diisi oleh banyaknya para Habaib, keturunan RAsulullah, yang senantiasa selalu mendoakan kebaikan untuk negeri, apatah mungkin Allah akan memalingkan “wajah-NYA” dari Indonesia dengan terpilihnya presiden ini??? (Allahu’alam)
Saya termasuk lawan politik dari presiden terpilih ini dari dulu sampai sekarang… catat itu… sampai sekarang…!!!
Tapi saya yakin Allah punya rencana lain. Saya yakin itu…
Ikhtiar sudah dilakukan saat PILPRES.. namun takdir Allah beda… Apa yang baik menurutmu belum tentu baik untukmu dari penilaian Allah, dan apa yang buruk menurutmu belum tentu memang buruk untukmu dari penilaian Allah.
Lalu apa selanjutnya sekarang? Sementara Takdir Allah telah berjalan…???
Bukan berarti latah ataupun fanatik buta terhadap pemimpin… tapi tentunya adalah ikhlas dengan mensupport takdir Allah, dengan tetap kritis (bukan bullyies) terhadap kebijakan yang akan keluar.
dan tentunya yang tidak boleh hilang adalah tetap waspada terhadap orang-orang yang berada dibelakang presiden ini (kelompok KIH) yang bercokol melalui partai2 pendukungnya. bukan… bukan orang2 yang berada di sampingnya… tapi yang ada di belakangnya…jikalaupun ada yang harus tetap diwaspadai dari orang2 yang ada disampingnya adalah yang berasal dari partainya berasal.
kembali kepada isi editorial koran tadi yang menuduh anggota DPR dari KMP sebagai wakil partai, alih2 wakil rakyat, dan menuduh mereka sebagai liberal justru harusnya berkaca.
kepada pak presiden terpilih…silahkan bekerja… saya dan beberapa rekan akan tetap mengawasi anda untuk berlaku AMANAH terhadap bangsa indonesia. saya tetap menyatakan diri sebagai lawan politik anda sebagai penyeimbang agar anda tetap berjalan di jalan takdir Allah yang baik.
karena sesungguhnya takdir Allah tidak ada yang tidak baik, namun Allah selalu memberikan opsi kepada hambanya di tengah jalan… dan sebagai lawan politik yang baik, saya akan selalu mengingatkan anda agar anda tetap mengambil opsi yang terbaik…
dan saya akan tetap menjadi musuh, alih2 lawan, bagi pihak2 yang hendak mengambil keuntungan dari anda. yaitu orang2 “sok suci” yang berkoar2 membuat DPR tandingan.
dan buat para jokower… silahkan putuskan… ingin menjadi lawan saya atau musuh saya…
salam
Sumber : http://ift.tt/1znwLdF