Keinginan Fahri Hamzah Bubarkan KPK Kian Dekat
KPK adalah satu-satunya lembaga negara yang meskipun bersifat ad hoc, namun paling dipercayai rakyat. Setidaknya kalau dibandingkan dengan lembaga penegak hukum yang lain seperti kepolisian. Sayangnya, pemikiran rakyat sepertinya tidak sejalan dengan pemikiran beberapa politisi yang mewakili mereka seperti Fahri Hamzah dan Marzuki Alie.
Sayangnya mereka berdua berbeda nasib. Kegamangan Demokrat bersama SBY berpengaruh pada karier para kadernya, termasuk Marzuki Alie. Sementara, Fahri Hamzah yang getol membangun koalisi permanen merah putih melenggang sebagai penguasa di legislatif. Tokoh ini kemudian menjadi wakil ketua DPR bersama dengan Fadli Zon dan kawan-kawan. Dia didapuk untuk membidangi komisi yang mengurusi hukum dan HAM.
Saya ingat salah satu pernyataannya kenapa bersikeras ingin membubarkan KPK. Baginya, KPK itu hanya cari sensasi. Dulu di TV ONE dia mengatakan, “kan penangkapan Ahmad Fatanah itu hanya sensasi. Kenapa kok penangkapannya pas bersama dengan seorang wanita di hotel? kan ada waktu yang lain. Dengan penangkapan di hotel pas sedang bersama wanita itu kan sensasinya lebih keras.” Kira-kira begitulah. Menurut berita di merdeka.com dan beberapa media lain memang pasangan bukan muhrim ini ditangkap pas sedang bugil. Menurut Fahri, kan keadaannya akan lebih sopan kalau penangkapannya menunggu mereka selesai dulu lah… pas lagi minum-minum kek. hehehe… menariknya, si wanita sempat mengelak. Dia diberi uang 10 juta rupiah sebagai uang perkenalan saja kok. Pikir saya dulu, hebat sekali, cuman kenalan dapat 10 juta. Itu pekerjaan saya sebulan. wkwkwkwk
Begitulah Fahri Hamzah. Di kemudian hari kita tahu, nama Fahri disebut-sebut turut menerima aliran uang dari Nazarudin. Lantas, publik mengira… ooo ini sebenarnya yang membuat Fahri Hamzah ingin membubarkan KPK. Keinginan dan latar belakangnya menjadi klop dengan terpilihnya Setya Novanto jadi ketua DPR. Tokoh ini juga berkali-kali disebut-sebut terlibat korupsi. Kalau mereka berdua sama-sama terancam, bersama dengan tokoh-tokoh wakil rakyat yang lain (7 orang belum dilantik karena dugaan kasus korupsi) bukan tidak mustahil, keinginan Fahri Hamzah membubarkan KPK segera terwujud. Saya tidak tahu, keinginan itu mewakili aspirasi rakyat atau kepentingan diri dan kelompok.
Sumber : http://ift.tt/1vfyM6e
Sayangnya mereka berdua berbeda nasib. Kegamangan Demokrat bersama SBY berpengaruh pada karier para kadernya, termasuk Marzuki Alie. Sementara, Fahri Hamzah yang getol membangun koalisi permanen merah putih melenggang sebagai penguasa di legislatif. Tokoh ini kemudian menjadi wakil ketua DPR bersama dengan Fadli Zon dan kawan-kawan. Dia didapuk untuk membidangi komisi yang mengurusi hukum dan HAM.
Saya ingat salah satu pernyataannya kenapa bersikeras ingin membubarkan KPK. Baginya, KPK itu hanya cari sensasi. Dulu di TV ONE dia mengatakan, “kan penangkapan Ahmad Fatanah itu hanya sensasi. Kenapa kok penangkapannya pas bersama dengan seorang wanita di hotel? kan ada waktu yang lain. Dengan penangkapan di hotel pas sedang bersama wanita itu kan sensasinya lebih keras.” Kira-kira begitulah. Menurut berita di merdeka.com dan beberapa media lain memang pasangan bukan muhrim ini ditangkap pas sedang bugil. Menurut Fahri, kan keadaannya akan lebih sopan kalau penangkapannya menunggu mereka selesai dulu lah… pas lagi minum-minum kek. hehehe… menariknya, si wanita sempat mengelak. Dia diberi uang 10 juta rupiah sebagai uang perkenalan saja kok. Pikir saya dulu, hebat sekali, cuman kenalan dapat 10 juta. Itu pekerjaan saya sebulan. wkwkwkwk
Begitulah Fahri Hamzah. Di kemudian hari kita tahu, nama Fahri disebut-sebut turut menerima aliran uang dari Nazarudin. Lantas, publik mengira… ooo ini sebenarnya yang membuat Fahri Hamzah ingin membubarkan KPK. Keinginan dan latar belakangnya menjadi klop dengan terpilihnya Setya Novanto jadi ketua DPR. Tokoh ini juga berkali-kali disebut-sebut terlibat korupsi. Kalau mereka berdua sama-sama terancam, bersama dengan tokoh-tokoh wakil rakyat yang lain (7 orang belum dilantik karena dugaan kasus korupsi) bukan tidak mustahil, keinginan Fahri Hamzah membubarkan KPK segera terwujud. Saya tidak tahu, keinginan itu mewakili aspirasi rakyat atau kepentingan diri dan kelompok.
Sumber : http://ift.tt/1vfyM6e