Suara Warga

SBY - Jokowi dalam Peralihan

Artikel terkait : SBY - Jokowi dalam Peralihan

Pertemuan empat mata antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi), Rabu (27/8) di Nusa dua, Bali, belum mengisyaratkan hasil konkret. Apa yang mereka dibicarakan, bagaimana dengan bantuan SBY untuk pemerintahan mendatang, belum tergambar. Tetapi, pertemuan itu sendiri sudah merupakan suatu hal yang pantas menimbulkan harapan. Apalagi SBY menyatakan, pertemuan tersebut akan berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya.

Penegasan SBY bahwa pihaknya wajib memberikan dukungan pada pemerintahan baru merupakan suatu isyarat bahwa peralihan pemerintahan nanti akan berjalan mulus. Artinya pemerintahan Jokowi tidak akan memulai dari nol, meraba-raba apa yang harus dilakukan sesegera mungkin. Apalagi pembicaraan antara dua presiden ini masih akan dilanjutkan secara teknis. Jokowi pun yakin bahwa pertemuan mereka berdua akan membantu terlaksananya kesinambungan dalam pemerintahan. SBY juga menegaskan, bahwa mereka berdua terikat sumpah dalam upaya memajukan negara. Mudah-mudahan saja, adanya pertemuan transisi antara pemerintahan SBY ke pemerintahan Jokowi pertanda baik bagi bangsa dan negara ke depan.

Kita tidak persis pembicaraan lengkap antara keduanya, karena pertemuan dua jam itu hanya diikuti keduanya secara tertutp. Yang pasti pertemuan tersebut diharapkan bisa menjad pembuka mulusnya suksesi kepemimpinan pada 20 Oktober 2014. Pertemuan dua petinggi ini jelas akan mempermulus peralihan secara keseluruhan. Tidak hanya antara dua presiden, yang lama dan pengganti, tetapi juga antara menteri kabinet lama dan kabinet baru. SBY dan Jokowi telah membuka pembatas, sekaligus menhilangkan kekakuan. Dengan begitu, dalam waktu-waktu ke depan Jokow dan timnya bisa mengetahui secara mendetail tentang negeri ini.

Banyak hal yang perlu dijelaskan SBY dan yang perlu diketahui Jokowi. Seperti terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 yang meliputi berbaga hal, antara lain berkaitan dengan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dikhawatirkan akan menjadi beban bagi pemerintahan Jokowi-JK. Pertemuan SBY dan Jokowi tentu bukan pertemuan basa basi tetapi betul betul demi bangsa dan negara. SBY tentunya diharapkan membuka semuanya secara terbuka, baik tentang keberhasilan pemerintahannya maupun kegagalannya. SBY memang sepantasnya membuka kondisi riil ini. Apa yang harus dilakukan segera, apa yang telah dilakukan, dan apa yang belum. SBY tidak perlu ragu membuka secara blak-blan kondisi pemerintahan, kementriaan yang ada saat ini. Apabila masa transisi ini berjalan mulus, SBY akan tercatat sebagai pembuat tradisi baru, membantu penggantinya. Sesuatu yang perlu dilestarikan.

salam demokrasi




Sumber : http://ift.tt/1ozCtPb

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz