Suara Warga

Legitimasi Jokowi–JK Dipertaruhkan di Mata 62,5 Juta Rakyat Pemilih Prabowo–Hatta

Artikel terkait : Legitimasi Jokowi–JK Dipertaruhkan di Mata 62,5 Juta Rakyat Pemilih Prabowo–Hatta



1409917318507724256 Jokowi - JK (foto dok. tribunnews.com)



Sejarah mencatat, Jokowi – JK memenangi pemilihan presiden dengan perolehan sekian puluh juta. Namun, jangan dilupakan pasangan Prabowo – Hatta juga memiliki perolehan suara cukup tinggi, yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan pemenang pilpres. Demikian disampaikan Presiden SBY di jumpa pers usai pertemuan dengan petinggi partai politik kubu koalisi Merah Putih di Cikeas (2/9). Dalam kesempatan itu Presiden SBY juga mengapresiasi pilihan koalisi Merah Putih yang berada di luar pemerintahan dan mengontrol pemerintahan juga dihormati.

Setidaknya dari apa yang disampaikan SBY ini mengisyaratkan kepada kita sebagai bentuk pengakuan bahwa ada signifikansi perbandingan jarak tidak terlalu jauh antara perolehan suara pasangan Prabowo – Hatta dengan pemenang pilpres yakni Jokowi – JK. Di sini SBY juga mensinyalisasikan keberadaan kubu koalisi Merah Putih ini pada posisi di luar pemerintahan dan akan melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan Jokowi – JK juga harus dihormati.

Sebagaimana penetapan hasil rekapitulasi KPU, pasangan Jokowi – JK memperoleh suara 70.997.833 atau 53,13 persen, sedang Prabowo – Hatta mengantongi 62,576444 juta atau 46.85% suara. Penetapan hasil rekapitulasi suara KPU ini sendiri diprotes oleh kubu Prabowo – Hatta karena diduga terjadi kecurangan, yang kemudian berbuntut pada pengajuan gugatan sengketa Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Apapun sikap atau langkah politik yang akan diambil kubu “Merah Putih” pendukung dan pemilih Prabowo – Hatta harus diapresiasi sebagai reaksi ketidakpuasan dan kekecewaan dalam tanda kutip baik atas pelaksanaan Pilpres 2014 yang disinyalir sarat diwarnai kecurangan-kecurangan maupun ketidakpuasan yang dipicu oleh hasil putusan sidang gugatan sengketa Pilpres 2014 di MK dan DKPP.

Dan bukan tidak mungkin reaksi ketidakpuasan ini tidak saja melanda sebatas ada pada jajaran elit politik partai, tapi juga bahkan tidak mungkin reaksi ketidakpuasan ini bisa merembes mengalir ke tingkat grass roots yaitu rakyat pendukung dan pemilih Prabowo – Hatta.

Reaksi ketidakpuasan ini bukan tidak mungkin pula kemudian memunculkan reaksi kritis dan menimbulkan aneka spekulasi politik yang bisa membawa dan berimplikasi politis terhadap legitimasi kepemimpinan Jokowi – JK sebagai pemenang Pilpres 2014.

Inilah realita politik Pilpres 2014, di mana setidaknya legitimasi kepemimpinan Jokowi – JK akan dipertaruhkan di mata 62,5 juta rakyat pemilih Prabowo – Hatta, termasuk implikasi politisnya.




Sumber : http://ift.tt/1rENqVf

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz