Suara Warga

KMP Mengobok-obok Demokrasi Negri Ini

Artikel terkait : KMP Mengobok-obok Demokrasi Negri Ini

Suasana Demokrasi yang biasa nya damai dan mengikuti proses normal yang berjalan tiba-tiba jadi kacau balau sejak adanya KMP. Dengan sangat Percaya diri bahwa mereka akan memenangkan pilpres adalah awal dari di acak-acak nya demokrasi negeri ini. Dengan sikap PD nya itu menjadi takabur sampai ada yang bernazar akan jalan kaki Jogja – Jakarta (walaupun ngeles juga akhir nya) dan ketika harapan tidak jadi kenyataan maka di mulai lah gerakan pengacauan itu dengan sangat TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif).

Gerakan pengacauan dimulai dengan memasukkan lembaga survey Quick Count yang abal-abal sehingga ketika lembaga survey yang kredibel dan rekam jejak nya jelas memberikan informasinya maka hasilnya menjadi bias dengan lembaga abal-abal tersebut, dan ketika akan di audit lembaga abal-abal itu secara pengecut dan banci mengundurkan diri dan tidak hadir ketika di panggil oleh lembaga audit yang berwenang. Akibatnya masyarakat yang sudah terbiasa melihat hasil Quick Count menjadi bingung dengan hasil yang jauh berbeda antara yang kredibel dan abal-abal, dan ini sebagai bahan bagi KMP untuk tidak mengakui hasil Quick Count yang kredibel sungguh sangat sangat TSM.

Gerakan pengacauan terus berlanjut dengan mem PTUN kan KPU, suatu hal yang lucu dan menggelikan mengingat hasil keputusan MK adalah hasil final dan mengikat tapi bagi mereka yang tanpa malu mempertontonkan suatu hal yang tidak lazim di negri ini

Setelah itu gerakan pengacauan tidak berhenti di situ saja yang hangat saat ini adalah KMP akan menggolkan RUU Pilkada dari Pilkada langsung menjadi lewat DPRD suatu hal yang dulu mereka tolak sekarang mereka usung lagi tanpa malu demi hasrat balas dendam kekuasaan.

Sungguh Tuhan Maha Besar tidak memberikan pimpinan negri ini di kelompok KMP yang penuh dengan sarang koruptor ini, belum berkuasa saja sudah penuh dengan tipu muslihat merampas kedaulatan rakyat, memundurkan demokrasi ke era 1998 dan berkonspirasi mengamankan anggota mereka dari jeratan hukum dengan memajukan RUU MD3.

Yang lucunya mereka selalu berkilah ini untuk kepentingan rakyat, rakyat yang mana? Asal ngomong dan tanpa data yang valid adalah ciri khas kelompok ini.

Kepentingan kelompok dan golongan menjadi misi utama mereka, sedangkan kepentingan rakyat tidak mereka pikirkan, bayangkan produk UU yang menjadi salah satu tugas mereka hanya tercapai 30% dan bukannya memprioritaskan yang 70% nya tapi malah mendahulukan RUU yang mementingkan hasrat berkuasa kelompok mereka.

Partai yang tergabung di KMP sungguh tidak pantas untuk dipilih di Pemilu berikutnya, mereka seharusnya menjadi partai sampah. Kelompok yang hanya mementingkan syahwat golongan mereka saja tanpa peduli dengan masa depan negri ini.

Miris…..




Sumber : http://ift.tt/1qCk4YG

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz