Suara Warga

“Jokowi Harus Salah, Kalau Aher Tidak Boleh Disalahkan!”

Artikel terkait : “Jokowi Harus Salah, Kalau Aher Tidak Boleh Disalahkan!”

Kira-kira siapa yang ngomong begitu yaaaa? Hahahaa… Meskipun gw nggak jawab yang baca juga pasti tahu siapa yang suka ngomong begitu. Ya itu tuuuhh.. Partai yang paling suci dan tidak pernah punya salah ituuu. Wkwkwk

Jokowi adalah Pemimpin Ingkar Janji, katanya. Sebabnya adalah Jokowi baru satu tahun setengah jadi Gubernur DKI eh malah dicalonkan partainya untuk jadi Capres. Padahal kalau tidak salah Sumpah dibawah Alquran pada pengangkatan Jokowi ada kata berjanji memimpin DKI sampai 5 tahun. Makanya kalau belum sampai 5 tahun itu artinya Jokowi Pemimpin Ingkar Janji.

Kalau Ahmad Heriyawan alias Aher gubernur Jawa Barat yang baru saja dilantik 8 bulan sebelumnya lalu Mengajukan Diri sekaligus Dicalonkan partainya bersama 2 kader lainnya sebagai Calon Wakil Presiden dari Prabowo, itu adalah hal yang biasa. Tidak Salah! Kalau ada yang berani menyalahkan itu artinya mereka bukanlah orang Islam. Kalau Jokowi jelas-jelas Pemimpin Ingkar Janji, kalau Aher adalah seorang Negarawan… katanya begitu. Heheheee

Jokowi juga Korupsi, katanya. Alasannya Pengadaan Bus Karatan yang dilakukan Kepala Dinas Perhubungan Udar Priyanto memang bermasalah. Udar Korupsi dan tidak mungkin Udar sendirian Korupsi. Pasti Jokowi sebagai atasannya juga Korupsi! Pasti ! Katanya begitu.

Kalau Aher tidak mungkin korupsi! Meskipun 3 pejabat Dinas Kesehatan yang merupakan bawahan Aher melakukan korupsi Alat-alat Kesehatan yang merugikan Negara Rp.88 Milyar dana APBD 2012, aher menyatakan tidak tahu menahu hal tersebut . Itu artinya jelas Aher tidak bersalah. Siapa yang berani mengatakan Aher bersalah maka mereka adalah PKI. Ckckck.

http://ift.tt/1qzEzUN

Begitu juga ketika Bambang Heryanto, kader PKS yang diangkat menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah oleh Aher melakukan Korupsi, Aher menyatakan tidak tahu menahu . Pokoknya kalau Aher bilang tidak tahu ya memang benar dia tidak tahu.

Bambang yang merupakan kader PKS yang pada tahun 2008 menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Subang , ketika Pemilihan Bupati tahun 2009-2014 Bambang maju sebagai Calon Bupati bersama Aima Lucyati sebaga Calon Wakil Bupati.

Tetapi keduanya mengalami kekalahan. Oleh karena itu oleh Aher dihibur dengan memberinya masing-masing posisi strategis. Bambang diangkat oleh Aher menjadi Kepala Dispenda sementara Aima diangkat oleh Aher menjadi Kepala Dinas Kesehatan.

Tak berapa lama setelah pengangkatan keduanya, Bambang melakukan Korupsi uang Pungutan Pajak Daerah sebesar Rp. 6,5 Milyar sedangkan Aima yang memimpin Kepala Dinas tidak perduli dengan 3 orang anak buahnya yang merampok Dana Proyek Alat Kesehatan sejumlah Rp. 88 Milyar.

http://ift.tt/1mEm4Pr

http://ift.tt/1mEm2ae

Kesimpulannya, meskipun ada masalah-masalah Korupsi di Dinas Pendapatan Daerah maupun Dinas Kesehatan yang dilakukan orang-orang yang diangkat oleh Aher, hal itu tidak berhubungan sama sekali dengan Aher. Aher adalah negarawan. Hanya orang-orang kafir saja yang suka menuduh Aher melakukan hal-hal yang tidak baik.




Sumber : http://ift.tt/XYwgXp

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz