Suara Warga

Tentang Novela: Saksi Lucu yang Menegangkan

Artikel terkait : Tentang Novela: Saksi Lucu yang Menegangkan

Sekali lagi ini Rezim Media, jadi gak perlu heran bahwa seringkali kebenaran yang disampaikan melalui berbagai media kehilangan warna, kehilangan rupa, kehilangan tekstur yang semestinya, demikian pula para sumbernya. Ini tentang NOVELA bukan tentang KESAKSIANNYA yang lucu nan menegangkan bagi yang berseberangan tapi tentang respon kita, tentang kesadaran kita, tentang pemahaman kita terhadap proses DEMOKRASI yang selalu kita agungkan, tentang DEMOKRASI yang kita cita - citakan.

Selain DEMOKRASI, tentu juga ini tentang hukum yang harusnya menjadi Panglima, tentang kepatuhan bernegara dalam kerangka konstitusional, tentang menghargai proses hukum, tentang Hak Asasi untuk berbeda pilihan dan pendapat.

Jika saja DEMOKRASI dan HAM masih menjadi masih menjadi epic tidak sekedar hiburan dan pelipur lara bagi negeri ini maka apapun alasannya, intimidasi FISIK dan PSIKIS yang kian garang dan mengemuka terhadap NOVELA atas kesaksiannya, entah secara tidak langsung melalui ranah MEDIA SOSIAL dengan segala keragamannya yang dapat memicu tindakan lanjutan atau terlebih lagi secara langsung sungguh tak beradab dan terlalu biadab.

Tindakan yang secara langsung maupun tidak langsung menghina warna kulitnya padahal sebagian kulit kita sama, merendahkan martabatnya yang belum tentu martabat kita lebih terhormat, menghakimi agamanya - menuding asal muasalnya juga termasuk mencerca keyakinannya adalah jelas mencederai subtansi demokrasi, mencabik – cabik epic Hak Asasi Manusia (HAM).

Jika menyoal benar tidaknya kesaksiannya, alangkah elegannya kita menyerahkan pada hakim. Itu adalah ranah mereka tak perlu membuka ruang pengadilan publik yang sangat tidak berdasar bukankah itu tindakan barbarian, melegitimasi banalitas. Sudihkah membiarkan negeri ini tanpa telinga, tanpa mata, tanpa nurani menempatkan kebenaran pada pilihan bukan pada yang semestinya sesuai tekturnya, sesuai rupanya dan sesuai warnanya…




Sumber : http://ift.tt/XlCVv7

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz