Suara Warga

Akankah Ada Damai di Ukraina

Artikel terkait : Akankah Ada Damai di Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa dia berencana hendak bertemu Presiden Ukraina Petro Poroschenko termasuk utusan dari Uni Eropah.



Pengumuman tersebut diutarakan bertepatan dengan makin gencarnya pasukan Ukraina menggempur Donensk, salah satu kota yang dikuasai kaum pemberontak di Ukraina Timur. Gempuran ini sedikit banyak membantu Ukraina mengambil alih daerah-daerah yang dulu sempat dikuasai pejuang – pejuang Pro Rusia.



Disisi lain, pejuang pro Rusia menyerang sebuah konvoy pengungsi Ukraina yang tak menyisakan satu orang pun. Serangan sendiri mengambil tempat di dekat Luhansk, sebuah kota yang sampai sekarang masih kacau sejak dikuasai kaum separatis Rusia tersebut.



Berdasarkan laporan The New Zealand Herald saat ini Luhanks kekurangan air bersih, tak ada listrik dan jaringan telekomunikasi. Bahkan cadangan makanan pun makin berkurang dan kemungkinan wabah penyakit menular.



Nah sekarang kita kembali lagi ke rencana Putin yang hendak bertemu dengan presiden Ukraina tersebut. Padahal awalnya Putin menolak saran utusan Uni Eropah tersebut. Bagaimanapun pertemuan ini sedikit banyak menjadi langkah maju bagi solusi diplomatic antara dua Negara yang berseteru. Meskipun kayanya Jauh Panggang Dari Api……..



Paling tidak diantara keduanya masih ada sedikit harapan untuk mengakhiri konflik ini dengan damai dan menjalani kehidupan normal kembali.



Setidaknya bagi Poroschenko, rencana ini sedikit memberi harapan akan keselamatan rakyatnya dan sekaligus kehidupan normal seperti sebelumnya. Sebagaimana diketahui ada lebih dari 344.000 rakyat Ukraina yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik ini. Belum termasuk yang di Luhansk.



Disamping itu, sangsi ekonomi yang meninmpa Rusia sedikit banyak juga berimplikasi pada ekonomi Ukraina sebab sebagian besar kebutuhan makanan rakyat Rusia diimpor dari Ukraina.



Bagi Rusia sendiri rencana ini menjadi peluang bagi terhapusnya sangsi ekonomi yang pasti sangat memberatkan ekonomi Rusia.



Kita lihat saja, apakah rencana ini akan menjadi sebuah kemajuan atau malah sebuah kemunduran……..




Sumber : http://ift.tt/1qoPIqW

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz