Suara Warga

Ahok: Kalau Mau Melawan Pejabat, Harus Jadi Pejabat"!

Artikel terkait : Ahok: Kalau Mau Melawan Pejabat, Harus Jadi Pejabat"!

Kota Belitung adalah kota yang sangat Sepi dan Indah. Hamparan pasir putih di pantai pantai Belitung sangat menawan serta akan membuat kita betah berlama lama di Kota penghasil Timah tersebut. Mayoritas penduduknya ramah dan bersahaja serta hampir mengenal satu sama lain walau tinggal jauh dan berbeda kelurahan.

Ahok adalah kelahiran Gantung, Manggar Belitung. Berbeda dengan istri saya kelahiran Air Sreku Tanjung Pandan, tidak jauh dari Pelabuhan Laskar Pelangi dan Tanjung Pendam. Untuk mencapai tempat kelahiran Ahok dibutuhkan waktu kurang lebih 1 sampai dengan 1,5 jam dalam kondisi jalanan seperti Jakarta tahun 1970an. Sepi, mulus dan Lancar

Hampir bisa dipastikan saya selalu pergi ke Belitung pada masa liburan atau hanya sekedar menghilangkan rasa penat setelah beberapa bulan bekerja di Ibukota dan kota kota lain di Indonesia. Karena hanya di Belitung kita benar benar mendapatkan suasana aman, nyaman, tenang dan damai.

Karakteristikk orang Belitung itu agak kaku, tidak seperti kebanyakan orang orang yang saya pernah kenal di Indonesia. Melayu dan etnis Tionghoa akrab satu sama lain, dan pada saat mereka “Begalor” (berkumpul dan bercerita) kita tidak tau bahwa mereka adalah benar benar orang Indonesia yang tidak ada batasan suku dan etnies. Tetapi apabila kita mengenal mereka dan dikenal mereka, mereka akan membantu apa saja pertolongan dari mereka yang kita butuhkan.

Ada kata kata dari seorang Ahok yang mereka ingat waktu beliau jadi Bupati Belitung Timur, walau sampai sekarang saya belum bisa memastikan apa benar kata kata itu keluar dari pria bernama Basuki Tjahaya Purnama, yaitu “Kalau kamu mau melawan Pejabat, kamu harus jadi Pejabat”

Kata kata itu keluar dikarenakan Ahok muda pernah hampir memukul seorang pejabat di daerahnya berkaitan dengan salah paham atau sesuatu yang berkaitan dengan Perijinan

Sejak kejadian itu, Ahok minta kepada orang tuanya untuk meninggalkan Indonesia. Karena Ahok merasa tidak nyaman dan mendapatkan kondisi Pejabat pemerintah saat itu tidak maksimal melayani rakyatnya. Dan banyak pungutan pungutan liar yang tidak semestinya dilakukan oleh pejabat melihat bahwa ahok adalah etnis yang berduit.

Mungkin atas nasihat orang tuanya untuk tetap tinggal di Belitung dengan mengatakan “Kalau kamu mau melawan Pejabat, kamu harus jadi Pejabat”, dan Ahok hanya mengulang dan mengingat kata kata orang tuanya tersebut sebagai pemicu dia untuk menjadi pejabat yang melayani serta mengharamkan pungli di lingkungan kerjanya.

itulah hasil “BEGALOR”!




Sumber : http://ift.tt/1pUE0nY

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz