Suara Warga

Menulis Novel Sastra atau Politik? Tidak Penting!

Artikel terkait : Menulis Novel Sastra atau Politik? Tidak Penting!

Saya sebenarnya sudah punya account di kompasiana, sejak Juli 2014, lupa tanggalnya. Sampai sekarang juga masih ada, tapi saya lupa passwordnya. Karena kegaptekan waktu click ‘lupa password’ entah kenapa jadinya sebuah account baru. Ya wislah, toh saya juga tidak aktif-aktif banget nulis di kompasiana ini.

Kebetulan saja, Oktober 2014 ini saya meluncurkan sebuah novel dengan setting pemilihan presiden 2014 yang memunculkan Jokowi dan Prabowo. Sebuah era kepolitikan baru, dengan segala implikasinya, agaknya telah dimulai di Indonesia. Dan itu menjadi latar belakang untuk novel saya yang berjudul “Jokowi Undercover”, dengan ukuran 12×19 Cm, tebal halaman xvi + 944 hal, ISBN: 978-602-9087-13-0, dan saya terbitkan secara indie.

Novel tentang biografi atau pemujaan Jokowi? Bukan. Ini murni novel fiktif yang meminjam setting faktual pilpres 2014, yang penuh perbincangan campur-aduk mengenai masalah politik Indonesia dengan berbagai tokoh yang tidak penting karakternya, sebagaimana berbagai perbincangan kita di dunia internet, tentang apa saja, siapa saja, kapan saja, di mana saja, meski belum tentu saling ketemu, saling kenal, hingga karakter tidaklah penting dalam novel ini.

Ia bisa hadir sebagai Mark Zuckerbergh, Devi Kiriani seorang mantan buruh migran yang masuk menjadi anggota Garuda Merah namun kemudian membelot dan bahkan ingin membunuh Prabowo, dan seterusnya. Percakapan tokoh-tokohnya bisa melalui chatting room di fesbuk, email, bacaan-bacaan online, dan bahkan percakapan lintas ruang dan waktu sebagaimana Mark Zuckerbergh yang bertemu dengan Sunan Ampel di Kampung Arab, Surabaya.

Jika judul tulisan ini kesannya gagah seperti di atas, sebenarnya tidak penting. Mau novel sastra atau novel politik, yang penting tidak menilai tanpa membaca terlebih dulu. Saya hanya menjual buku cerita saya ini, yang lebih suka saya sebut sebagai memorabilia pilpres 2014, melalui media online, saya jual per-buku Rp 120.000. Untuk pemesanan bisa menyurati saya ke email sunardianwirodono@yahoo.com., atau bisa juga sms ke 0813 9397 9400 atau whatsap ke 0856 4332 085.

1413668083467179759




Sumber : http://ift.tt/1wpwioH

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz