Revolusi Mental Menuju Indonesia Hebat
Beberapa hari terakhir media nasional baik cetak, elektronik bahkan media sosial diwarnai oleh persiapan jelang pelantikan presiden dan wakil presiden Indonesia yang baru. Sebagai warga negara, sayapun menantikan hari bersejarah bagi seorang penjual kayu yang menjadi walikota kemudian gubernur dan puncaknya menjadi orang nomor satu di negeri yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa ini. Apakah pernyataan tersebut terkesan berlebihan ? Bagi anda yang tidak suka ataupun pendukung koalisi seberang, silahkan saja itu hak anda, akan tetapi bagi saya, hidup itu harus ada optimisme yaitu harapan baru bahwa bangsa Indonesia akan bangkit dan menjadi Indonesia Hebat.
Revolusi mental yang menjadi slogan presiden terpilih Jokowi, seakan sesuai dengan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya yaitu bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. Jelas bahwa yang dibangun adalah jiwa (mentalnya) terlebih dahulu baru kemudian membangun tubuh yaitu kesehatan, pendidikan seseorang. Jika jiwa (mentalnya) masih egois, tidak peduli, minder atau tidak percaya buatan bangsa sendiri, maka percuma tubuh dibangun karena akan menjadi hal yang sia-sia. Saat rakyat bangga dengan bangsanya bahkan mau melakukan sesuatu bagi bangsanya walau itu hal yang sederhana, maka revolusi mental sedang terjadi. Ibarat sebuah masakan, revolusi mental ini menjadi bahan makanan pokok demi terciptanya sebuah masakan yaitu Indonesia Hebat.
Menuju Indonesia hebat yang diwarnai dengan revolusi mental menjadi misi dari pemerintahan baru ke depan. Memang hal tersebut tidak akan langsung terwujud, tetapi paling tidak sudah ada arahan yang jelas, mau dibawa kemana bangsa Indonesia dengan 200 juta jiwa lebih penduduknya dalam 5 tahun ke depan. Tentu saja hal itu bukan hanya tugas pemerintahan baru, akan tetapi itu juga menjadi tugas kita bersama, bukankah revolusi mental itu pelakunya adalah kita sendiri, yang artinya perubahan awal harus dimulai dari diri sendiri. Mari belajar merubah diri sendiri baru mengajak orang lain untuk berubah karena jika diri kita mau untuk berubah, maka keluarga akan berubah, lalu lingkungan sekitar berubah, kota berubah dan pada akhirnya bangsa kitapun akan berubah sehingga terwujudlah bangsa besar dan hebat bernama Indonesia.
19 Oktober 2014
Danny Prasetyo
Sumber : http://ift.tt/1ohch2C
Revolusi mental yang menjadi slogan presiden terpilih Jokowi, seakan sesuai dengan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya yaitu bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. Jelas bahwa yang dibangun adalah jiwa (mentalnya) terlebih dahulu baru kemudian membangun tubuh yaitu kesehatan, pendidikan seseorang. Jika jiwa (mentalnya) masih egois, tidak peduli, minder atau tidak percaya buatan bangsa sendiri, maka percuma tubuh dibangun karena akan menjadi hal yang sia-sia. Saat rakyat bangga dengan bangsanya bahkan mau melakukan sesuatu bagi bangsanya walau itu hal yang sederhana, maka revolusi mental sedang terjadi. Ibarat sebuah masakan, revolusi mental ini menjadi bahan makanan pokok demi terciptanya sebuah masakan yaitu Indonesia Hebat.
Menuju Indonesia hebat yang diwarnai dengan revolusi mental menjadi misi dari pemerintahan baru ke depan. Memang hal tersebut tidak akan langsung terwujud, tetapi paling tidak sudah ada arahan yang jelas, mau dibawa kemana bangsa Indonesia dengan 200 juta jiwa lebih penduduknya dalam 5 tahun ke depan. Tentu saja hal itu bukan hanya tugas pemerintahan baru, akan tetapi itu juga menjadi tugas kita bersama, bukankah revolusi mental itu pelakunya adalah kita sendiri, yang artinya perubahan awal harus dimulai dari diri sendiri. Mari belajar merubah diri sendiri baru mengajak orang lain untuk berubah karena jika diri kita mau untuk berubah, maka keluarga akan berubah, lalu lingkungan sekitar berubah, kota berubah dan pada akhirnya bangsa kitapun akan berubah sehingga terwujudlah bangsa besar dan hebat bernama Indonesia.
19 Oktober 2014
Danny Prasetyo
Sumber : http://ift.tt/1ohch2C