SBY Is The Real King Maker
Percaturan politik nasional di Indonesia saat ini sesunggunya adalah pertarungan antara Mega dan SBY. Pemain catur hanya 2, tidak lebih. Jadi Si wowo dan yang lain-lain itu adalah hanya bidak2 catur. Namun Mega dan SBY adalah juga bagian dari pertarungan catur politik Internasional.
#RUU_PILKADA
….adalah kelanjutan dari pertarungan antara Mr. X dan Koporatokrasi
Sumber : http://politik.kompasiana.com/2014/09/29/sby-is-the-real-king-maker-682010.html
#RUU_PILKADA
….adalah kelanjutan dari pertarungan antara Mr. X dan Koporatokrasi
Sebenarnya perdebatan RUU Pilkada bukan soal partai mana yg pro pilkada langsung atau tidak langsung. Jika ditanya 1 per 1 secara murni para aggota Dewan yang duduk saat ini, belum tentu pilihan mereka menjadi sama dengan pilihan partai. Anggota DPR RI periode saat ini terbagi 2. Yang pertama yg masih duduk lagi di periode berikutnya (incumbent lanjut) akan cenderung memilih PILKADA Tidak Langsung/oleh DPRD. Tetapi jika ditanya kepada yg masa jabatanya habis, dia pasti lebih memilih Pilkada Langsung oleh rakyat, untuk memberi kesempatan bagi mereka maju ke eksekutif di pilkada2, karena jelas sudah punya modal konstituen.
Tetapi ini bukan semata-mata soal PILKADA. Ini soal pertarungan merebut kekuasaan, saya perjelas sekali lagi ‘kekuasaan’; Tepatnya kekuasaan atas ekonomi dan energy. Sekelompok agent korporatokrasi di Indonesia sdh merasa kalah dgn tidak mampu melobby Jokowi sejak di Solo.
Ini adalah pertarungan panjang berkelanjutan, soal ideologi. Kapitalisme korporatokrasi berhasil dicegah oleh Jokowi menembus Solo di kisaran tahun 2010. Setelah meninggalkan Solo menuju DKI, Rudy (wakilnya) mampu meneruskan ideologi ini. Di Jakarta, pertarungan kembali dimenangkan oleh Jokowi. Lagi-lagi para ‘gangster’ korporatokrasi kalah telak! #Ahok bagaikan ‘bom waktu’ yg ’se-olah2′ sdh dirancang oleh lawan para gangsters.
Pertarungan kembali berlanjut di pilpres. Dan lagi-lagi…agen-agen Om Sam KO!. Pertarungan masih panjang, ini masih bagian awal dari bab buku “Indonesia Harusnya Nusantara”. Skor sementara Mr.X versus Koorporatokrasi di dekade 5 ini : 3-1. (bagaimana kelanjutannya di MK?-Kita lihat nanti). Intinya upaya mematahkan Jokowi agar tidak ‘mulus’ akan dilakukan. Dan pertarungan merebut I-ONE alias Indonesia 1 akan semakin seru, apalagi 1 periode itu tdklah lama, namun jika periode ke 2 Jokowi msh bertahan..korporatokrasi terancam bangkrut.
Bab ini adalah analogi pertarungan perdana Kapitalis Versus Mr.X pada siklus lima dekade lalu alias 50 tahun lalu. Yang berbuntut genosaid ‘65. Soekarno dan Jokowi adalah representase dari Mr.X. Sedangkan akumulasi dari (SBY, Koalisi Merah Putih, dan sebagian menyusup di PDIP, Hanura dan PKB) adalah representasi dari Korporatokrasi.
Mari kita saksikan Indonesia yang seharusnya menjadi Nusantara
Tetapi ini bukan semata-mata soal PILKADA. Ini soal pertarungan merebut kekuasaan, saya perjelas sekali lagi ‘kekuasaan’; Tepatnya kekuasaan atas ekonomi dan energy. Sekelompok agent korporatokrasi di Indonesia sdh merasa kalah dgn tidak mampu melobby Jokowi sejak di Solo.
Ini adalah pertarungan panjang berkelanjutan, soal ideologi. Kapitalisme korporatokrasi berhasil dicegah oleh Jokowi menembus Solo di kisaran tahun 2010. Setelah meninggalkan Solo menuju DKI, Rudy (wakilnya) mampu meneruskan ideologi ini. Di Jakarta, pertarungan kembali dimenangkan oleh Jokowi. Lagi-lagi para ‘gangster’ korporatokrasi kalah telak! #Ahok bagaikan ‘bom waktu’ yg ’se-olah2′ sdh dirancang oleh lawan para gangsters.
Pertarungan kembali berlanjut di pilpres. Dan lagi-lagi…agen-agen Om Sam KO!. Pertarungan masih panjang, ini masih bagian awal dari bab buku “Indonesia Harusnya Nusantara”. Skor sementara Mr.X versus Koorporatokrasi di dekade 5 ini : 3-1. (bagaimana kelanjutannya di MK?-Kita lihat nanti). Intinya upaya mematahkan Jokowi agar tidak ‘mulus’ akan dilakukan. Dan pertarungan merebut I-ONE alias Indonesia 1 akan semakin seru, apalagi 1 periode itu tdklah lama, namun jika periode ke 2 Jokowi msh bertahan..korporatokrasi terancam bangkrut.
Bab ini adalah analogi pertarungan perdana Kapitalis Versus Mr.X pada siklus lima dekade lalu alias 50 tahun lalu. Yang berbuntut genosaid ‘65. Soekarno dan Jokowi adalah representase dari Mr.X. Sedangkan akumulasi dari (SBY, Koalisi Merah Putih, dan sebagian menyusup di PDIP, Hanura dan PKB) adalah representasi dari Korporatokrasi.
Mari kita saksikan Indonesia yang seharusnya menjadi Nusantara
Sumber : http://politik.kompasiana.com/2014/09/29/sby-is-the-real-king-maker-682010.html