Suara Warga

Walk Out: Semakin Dijelaskan, Semakin Tampak Bohongnya

Artikel terkait : Walk Out: Semakin Dijelaskan, Semakin Tampak Bohongnya

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan para pembohong adalah menjelaskan kebohongannya menjadi sebuah kebenaran. Kesalahan ini tidak akan pernah melepaskan para pembohong dari kebohongan, malah menjerumuskan mereka ke dalam kebohongan yang lebih jauh. Parahnya, penjelasan akan kebohongan tersebut sering sekali tidak masuk akal dan semakin menampakan kebohongan tersebut.

Saat ini, Parti Demokrat sedang mengalami situasi yang sama. Ketika mereka bermain dalam sebuah sandiwara penuh kebohongan dan ingin menjelaskannya, yang ada pada akhirnya muncul kebohongan-kebohongan lain dan penjelasan yang tidak masuk akal. Dalam setiap pemberitaan muncul pernyataan-pernyataan yang saling berbeda satu dengan yang lain dan bahkan saling bertentangan. Di suatu kesempatan ada yang mengaku bahwa langkah Walkout bukan dari SBY, ada yang mengaku juga bahwa itu adalah perintah SBY.

Permainan yang dilakukan Partai Demokrat pada Rapat Paripurna DPR untuk menentukan RUU Pilkada sangat jelas terihat. Partai Demokrat setengah hati mendukung Pilkada Langsung dan bahkan melakukan walkout. Mengapa setengah hati? Karena mereka tidak berjuang sampai akhir dan mengalah meski sudah didukung oleh partai pengusung Pilkada Langsung lainnya. Bahkan permintaan mereka mengada-ada karena meminta adanya kata mufakat.

Kesungguhan hati dalam memperjuangkan Pilkada Langsung harusnya dengan mudah dilakukan oleh Partai Demokrat. Toh, Ketua Umum partai sudah menyatakan pernyataannya yang mendukung Pilkada Langsung. Namun, karena hati yang mendua dan tidak sepenuh hati menginginkan Pilkada Langsung, akhirnya mereka walkout. Menariknya, fraksi Partai Demokrat sampai berani melawan keinginan SBY yang selama ini tidak pernah terjadi.

Karena itu, sangat wajar jika banyak yang meyakini bahwa apa yang dilakukan Partai Demokrat sudah diperhitungkan dan semua adalah sebuah skenario. Apalagi fraksi Partai Demokrat mengusung pasangan Prabowo-Hatta dalam Pilpres kemarin. Ada kemungkinan mereka terikat sebuah kontrak politik yang membuat mereka tidak mampu melawan koalisi Prabowo-Hatta.

Kini Partai Demokrat berusaha terus meyakinkan rakyat bahwa mereka tidak bersalah dan menyalahkan pimpinan partai dan rapat paripurna yang tidak mengakomodir opsi pilihan mereka. Mereka juga terus menjelaskan bahwa mereka tetaplah pro rakyat dan mendukung Pilkada Langsung. Sayang, penjelasan mereka tidak ada gunanya karena pada kenyataannya tindakan merekalah yang membuat RUU Pilkada mengusung Pilkada melalui DPRD.

salam.




Sumber : http://politik.kompasiana.com/2014/09/29/walk-out-semakin-dijelaskan-semakin-tampak-bohongnya-677285.html

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz