Suara Warga

Puisi Silat

Artikel terkait : Puisi Silat

Mereka yang merasa pandai bersilat

Lalu merasa layak didaulat

Mereka yang merasa ahli bersilat

Lalu merasa berani memegang mandat

Mereka yang merasa mumpuni bersilat

Lalu merasa layak menjalin politik ber-kerabat

Bertamu bercengkrama bersama minum wedang serbat

Sambil diam-diam mulai saling mengembat

Mereka yang merasa bersabuk hitam pencak silat

Menari di panggung meloncat berkelebat

Berputar menusuk lawan kejat-kejat

Tak peduli sejam yang lalu masih kambrat

Mereka yang merasa kurang kuat dalam bersilat

Sibuk kasak kusuk mencari ‘kawan’ tepat

Tak pedulikan eyang perguruan dulu beri taurat

Gadaikan simbol perguruan asal semakin berurat

Mereka yang merasa di atas angin bersilat

Tiada malu terima beragam aliran kiat

Agar perkambratan perguruan semakin besar hebat

Tak peduli kalau itu kumpulan tanpa tabiat

Kita cuma penonton layar tancap filem silat

Dari pinggir lapangan tanah liat

Ujug-ujug mau ikut-ikut melibat

Cuma modal celana lepis dan selembar ikat

Kita cuma pengagum para aktor tukang silat

Ikut-ikut pasang kuda-kuda berteriak ciaat

Coba kasih tendang bacagi nan cepat

Ke sesama penonton pengagum filem silat

Jurus kita lepas cakar kita cekat

Tapak lawan tangkap kepal kita cepat

Telikung kita punya belikat

Jerembapkan kita punya…

pant*t




Sumber : http://ift.tt/10d3yU9

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz