Menanti Keputusan MK
Sidang gugatan perolehan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, yang di lakukan oleh pasangan calon Presiden – Wakil Presiden Prabowo Subianto – Hatta Rajasa di Mahkamah Konstitusi (MK) tinggal menunggu keputusan yang di berikan oleh para hakim MK yang sedang menyidangkan gugatan itu. Menurut pihak MK keputusan di terima atau tidaknya gugatan yang di sampaikan oleh Prabowo Subianto – Hatta Rajasa beserta Tim Merah putihnya akan di lakukan Kamis 21 Agustus pukul 14 siang (hari ini
Sebagai masyarakat awam menengah kebawah, tidaklah mempersoalkan hasil dari keputusan yang akan di ambil oleh MK. Siapapun yang akan memenangkan gugatan itu yang nota bene akan menjadi Presiden – Wakil Presiden Negara ini, baik Prabowo Subianto – Hatta Rajasa, maupun Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK), bagi rakyat awam Indonesia tidaklah menjadi persoalan.
Yang terpenting bagi mereka, mereka telah menggunakan hak pilihnya selaku rakyat Indonesia yang berdemokrasi. Kemudian harapan mereka siapapun yang akan di tetapkan sebagai Presiden Indonesia, agar lebih memperhatiakn nasib mereka sebagai bangsa Indonesia yang masih mengharap adanya secercah perobahan dari kehidupan yang suram kepada kehidupan yang lebih cerah.
Mungkin oleh karena ini pulalah rakyat Indonesia yang tingkat ekonominya menengah kebawah, baik yang tinggal di desa dan di kota merasa tidak begitu tertarik dengan silang sengketa terhadap perolehan suara Pilpres 2014 yang sidangnya masih berlangsung di MK.
Wajar saja jika rakyat negeri ini yang tingkat prekonomian nya menengah kebawah tidak turut larut dalam persoalan pertikaian para elet politik dalam menentukan siapa calon Presiden Indonesia kedepan. Bagi mereka boro boro untuk memikirkan silang sengketa Pilpres. Untuk menetukan dapur mereka saja agar bisa mengepulkan asap setiap hari, sudah membuat waktu/pemikiran dan tenaga mereka terkuras. Belum lagi harus memikirkan pendidikan dan kesehatan anak anak/keluarga mereka yang mana biayanya setiap tahun semakin meningkat.
Pertarungan Elit Politik
KPU, telah menetapkan pasangan calon presiden Jokowi – JK adalah presiden dan Wakil Presiden Negara Indonesia terpilih hasil Pilpres 2014. Ketetapan KPU tentu sejalan dengan hasil perolehan suara yang di berikan oleh rakyat Indonesia kepada Jokowi – JK. Artinya pasangan Jokowi –JK adalah sebagai pemenang Pilpres 2014 hasil pemilihan langsung rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia telah meletakkan pilihannya kepada pasangan Jokowi – JK untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden Negara Indonesia lima tahun mendatang.
Namunpun begitu, walau pasangan Jokowi – JK sebagai pemenang Pilpres 2014, seharusnya tidak membuat pasangan Prabowo – Hatta Rajasa menjadi kecil hati. Walaupun kedua pasangan ini kalah dalam pertarungan Pilpres 2014, perolehan suara yang di dapatkan oleh kedua pasangan ini membuktikan bahwa kedua pasangan ini masih di terima oleh rakyat Indonesia.
Perolehan suara yang di dapatkan oleh Prabowo – Hatta Rajasa dan Jokowi – JK hanya selisih sekitar 8.221.398 suara. Sesuai dengan data yang di lansir oleh KPU Dengan perincian Prabowo Hatta Rajasa memperoleh 60.262.844 suara (46,85%) sedangkan pasangan Jokowi – JK memperoleh 70.633.594 suara (53,15%) dari jumlah pemilih yang sah dalam negeri dan luar negeri sekitar lebih kurang 132. 896 .438 suara.
Tindakan Prabowo – Hatta Rajasa dan tim Merah Putihnya untuk membawa persoalan hasil perolehan suara Pilpres 2014 ini ke MK, memang suatu hal yang tepat. Dari pada bertindak anarkis, yang akan melahirkan kekacauan sehingga membuat Indonesia tidak lagi aman dan kondusip.
Akan tetapi alangkah bijaknya jika Prabowo Subianto – Hatta Rajasa dan timnya meniru sikap Al Gore ketika menjadi Calon Presiden Amerika Serikat yang di dukung oleh Partai Demokrat dengan saingannya Gorge Bush yang di dukung oleh Partai Republik pada Pemilu Presiden Amerika Serikat tahun 2000.
Dalam perolehan angka, Al Gore sebenarnya memperoleh suara terbanyak, namun dalam tingkat sebaran perolehan suara, Al Gore kalah di banding Bush. Begitu penyelenggara Pemilu membuka perolehan suara, Al Gore langsung mengucapkan selamat kepada Bush, karena Al Gore mantan Wakil Presiden di era Presiden Bill Clinton itu menyadari akan kekalahannya terhadap Gorge Bush.
Sikap yang di perlihatkan oleh Al Gore, memperlihatkan kerendahan hati dari seorang calon pemimpin yang memahami makna dari sebuah kompetisi dalam demokrasi. Al Gore beserta tim nya menyikapi kekalahan nya dengan menghormati hasil yang ada. Selisih 8.221.398 suara bukanlah hal yang siknivikan dalam kekalahan dari suatu kompetisi. Namun perolehan suara yang di peroleh walaupun kalah masih membuktikan bahwa Prabowo – Hatta Rajasa di terima rakyat Indonesia sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden.
Lantas kenapa Prabowo – Hatta Rajasa dan tim nya tidak bias legowo untuk menerima kekalahan itu. Hal ini tak lain di sebabkan ada nya kepentingan elit politik tubuh para Partai koalisi yang di bangun oleh Prabowo dan Hatta Rajasa. Pertarungan elit politik ini ujang ujungnya tak lain bermuara kepada pembagian jatah kursi di parlemen. Walaupun ada partai yang membantah hal itu. Tapi bantahan yang di sampaikan persis seperti malu malunya kucing, tapi di belakang tetap meong meong.
Harapan dan Kenyataan ;
Terlepas dari adanya kepentingan elit politik dalam sengketa suara Pilpres 2014, bangsa Indonesia berharap bahwa hasil Perolehan Suara Pilpres 2014, jangan sampai memicu terjadi perpecahan di tengah tengah bangsa ini.
.Jika pradiksi banyak pihak yang mengatakan MK tidak akan memenangkan gugatan yang di lakukan oleh pasangan calon Presiden Prabowo Subianto – Hatta Rajasa dan tim nya, bangsa Indonesia berharap agar Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto – Hatta Rajasa dan tim nya dapat menerima kenyataan ini.
Persoalan kalah menang dalam sebuah kompetisi adalah persoalan yang biasa. Akan tetapi persoalan persatuan bangsa dan Negara dalam rumpun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah persoalan yang luar biasa, yang harus di nomor satukan. Pilihan boleh berbeda, warna baju boleh berupa, tapi kita harus tetap dalam lingkaran Merah Putih dan NKRI. Jangan Robek Merah Putihku. Semoga !
Sumber : http://ift.tt/1BD7fk6