Politik Dendam Kusumat Harus di Akhiri
Proses Transisi kepemimpinan nasional yang kita saksikan hari ini benar-benar menyejukan. Cukup sudah politik Ken Arok itu dipraktekan bangsa ini.
Tahun 1967 sejarah mencatat Bung Karno di Lengserkan melalui SI-MPR, dendam kusumat Keluarga besar Bung Karno dan pendukungnya masih ada sampai sekarang.
Tahun 1998, Mahasiswa bersorak sorai (termasuk saya) menyaksikan Pengunduran diri Pak Harto. Saya bisa bayangkan sakit hatinya Pak Harto, keluarga besar dan pengikutnya sampai hari ini. Pak Habibie pun demikian, pertanggungjawabannya tidak diterima oleh MPR-RI, mungkin Pak Habibie juga sakit hatinya, padahal beliau orang baik dan diluar gedung MPR sebagian Mahasiswa bersorak gembira.
Di Era Gus Dur lebih parah lagi, Gus Dur di nistakan oleh MPR-RI dan keluar Istana tanpa kehormatan, sakit hati Gusdur, Keluarga dan pendukungnya masih terasa sampai sekarang. Sang Adik Gusdur, Megawati, yang khianati Kakaknya (GusDur), akhirnya harus menelan pil pahit juga, kalah dalam pertarungan politik dengan SBY, mantan anak buahnya. Megawati merasa dikhianati SBY dan Dendam kusumat Mega terasa sampai sekarang. Mega dan SBY tidak pernah Islah.
Lalu, di Era SBY, beliau refleksi, Bangsa ini tidak akan pernah menjadi Bangsa besar, bangsa bermartabat, bangsa yang dihormati dan disegani negara lain, jika transisi kepemimpinan selalu penuh olak dan tidak ada rekonsiliasi nasional. Oleh karenanya, pada hari ini SBY menginisiasi sebuah acara yang elegan untuk menyambut Presiden Baru dan melepas Presiden lama. Ada haru terselip dalam kalbu. Tidak terasa, bukan hanya mata SBY yang berkaca-kaca, tapi mata saya juga berkaca-kaca. #TerimakasihSBY. #SelamatbekerjaJokowi
Sumber : http://politik.kompasiana.com/2014/10/20/politik-dendam-kusumat-harus-di-akhiri-686559.html
Tahun 1967 sejarah mencatat Bung Karno di Lengserkan melalui SI-MPR, dendam kusumat Keluarga besar Bung Karno dan pendukungnya masih ada sampai sekarang.
Tahun 1998, Mahasiswa bersorak sorai (termasuk saya) menyaksikan Pengunduran diri Pak Harto. Saya bisa bayangkan sakit hatinya Pak Harto, keluarga besar dan pengikutnya sampai hari ini. Pak Habibie pun demikian, pertanggungjawabannya tidak diterima oleh MPR-RI, mungkin Pak Habibie juga sakit hatinya, padahal beliau orang baik dan diluar gedung MPR sebagian Mahasiswa bersorak gembira.
Di Era Gus Dur lebih parah lagi, Gus Dur di nistakan oleh MPR-RI dan keluar Istana tanpa kehormatan, sakit hati Gusdur, Keluarga dan pendukungnya masih terasa sampai sekarang. Sang Adik Gusdur, Megawati, yang khianati Kakaknya (GusDur), akhirnya harus menelan pil pahit juga, kalah dalam pertarungan politik dengan SBY, mantan anak buahnya. Megawati merasa dikhianati SBY dan Dendam kusumat Mega terasa sampai sekarang. Mega dan SBY tidak pernah Islah.
Lalu, di Era SBY, beliau refleksi, Bangsa ini tidak akan pernah menjadi Bangsa besar, bangsa bermartabat, bangsa yang dihormati dan disegani negara lain, jika transisi kepemimpinan selalu penuh olak dan tidak ada rekonsiliasi nasional. Oleh karenanya, pada hari ini SBY menginisiasi sebuah acara yang elegan untuk menyambut Presiden Baru dan melepas Presiden lama. Ada haru terselip dalam kalbu. Tidak terasa, bukan hanya mata SBY yang berkaca-kaca, tapi mata saya juga berkaca-kaca. #TerimakasihSBY. #SelamatbekerjaJokowi
Sumber : http://politik.kompasiana.com/2014/10/20/politik-dendam-kusumat-harus-di-akhiri-686559.html