Suara Warga

“TNI-AD Kini Semakin Gaul dan Modis” Catatan Pameran Alutsista TNI AD

Artikel terkait : “TNI-AD Kini Semakin Gaul dan Modis” Catatan Pameran Alutsista TNI AD



14189936571523736803

Catatan Pameran Alutsista TNI AD

Oleh:

PAULUS LONDO



Pameran Peralatan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) dalam rangka peringatan hari Kartika Juang cukup menarik perhatian masyarakat. Kegiatan yang semula direncanakan hanya hari akhirnya ditambah tiga hari lagi sehingga menjadi sepekan lamanya. Beberapa alat tempur –sebagian besar dari unsur kavaleri—cukup menghibur dan tentu menambah pengetahuan publik tentang persenjataan yang dimiliki oleh penjaga kedaulatan dan keutuhan negara ini.

Namun sayangnya, tidak semua unsur alutsista dapat dihadirkan dalam pameran ini. Sebab sebenarnya masih banyak lagi peralatan yang dapat dihadirkan dari cabang infantry, zeni, artileri (misalnya meriam-meriam yang ada di Arhanud), pelayaran, penerbangan, polisi militer, litbang, kesehatan dan lain-lain.

Hal ini penting, sebab kendati fungsi utama dari peralatan militer adalah untuk kepentingan perang (pertempuran), namun sebenarnya banyak pula peralatan yang dapat dipakai dimasa damai. Peralatan pemurnian air berbahan baku udara, misalnya, dapat dipakai dalam keadaan darurat bencana. Juga satuan berkuda, dapat dipakai untuk mencapai lokasi yang belum memiliki infrastruktur jalan raya, dan tentu juga berbagai peralatan lainnya.

14189937621706983326


Namun lebih penting dari itu semua, semangat yang mendasari pameran ini yakni mendekatkan TNI dengan Rakyat merupakan langkah strategis dan amat vital artinya bagi masa depan bangsa. Semangat ini yang dapat ditangkap dari kegiatan tersebut. Sebab selama pameran yang ditampilkan bukan potret TNI yang garang, melainkan tentara yang ramah dan terbuka.



1418994002981443225

Kendaraan amphibi buatan Dsilitbangad






Hal ini antara lain ditunjukkan dengan pakaian seragam TNI AD khususnya mereka yang bertugas di Dinas Penerangan (Dispenad), yang cukup ”Modis dan Gaul.” Dengan seragam itu, tentara yang menjalankan fungsi penerangan tampak tak beda dengan jurnalis sipil. Hal yang sama juga terlihat di panggung hiburan, ketika para perwira Kowad melenggak lenggok seperti artis professional.

Karena itu kegiatan yang sama supaya dijadikan agenda tahunan. Beberpa hal yang mungkin perlu diupayakan dimasa mendatang agar kehadiran TNI AD melalui pameran kian berkesan dihati masyarakat luas adalah sebagai berikut:



1. Sedapat mungkin TNI AD juga memiliki pakaian seragam untuk tugas di lapangan pada masa damai. Untuk keperluan SAR, penanggulangan bencana, dan sebagainya, rasanya seragam loreng dan sepatu lapangan (boot) kurang cocok, apalagi di medan berlumpur. Motif loreng untuk penyamaran, sedangkan untuk dimasa damai seyogyanya warna dan motifnya mencolok. Juga sedapat mungkin diperagakan tatacara SAR dan Penanggulangan Bencana yang dapat diterapkan oleh masyarakat umum.

2. Perlu penjelasan tentang pemanfaatan beberapa jenis peralatan tertentu untuk masa damai. Misalnya, kendaraan amphibi buatan Dislitbang AD, juga dapat dipakai untuk SAR dan kegiatan lainnya.



14189941311308065727

Rantai peluru



e




Sumber : http://ift.tt/16z08yf

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz