Suara Warga

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Mengenai UMR

Artikel terkait : Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Mengenai UMR

Bapak Presiden yang terhormat, disini saya hanya ingin menyampaikan sedikit keluhan saya sebagai rakyat kecil yang merasa haknya tidak diberikan secara utuh.

Singkat saja pak, sebagai contoh bapak memberikan kartu sehat dan kartu pintar untuk warga indonesia, itu memang suatu kebijakan yang baik dan warga indonesia memang membutuhkannya, tapi apakah bapak tau bahwa disini masih banyak earga bapak yang belum mendapatkan haknya secara utuh. Di kota saya (medan), UMR yamg ditetapkan adalah 1.8juta/bulan, tetapi sebagai karyawan swasta lulusan diploma 3 saya hanya menerima upah 1.3jt/bulan.

Bapak jokowi yang terhormat, saya hanya ingin menyampaikan agar bapak dapat memikirkan dan mempertimbangkan hal ini. Saya minta tolong kepada bapak untuk agar bapak dapat membuat kebijakan untuk para pengusaha swasta agar mau mengikuti peraturan - peraturan yang ada. Saya tidak sepenuhnya menyalahkan pimpinan saya, karena para pengusaha tidak mendapatkan sanksi atas perampasan hak kami, bahkan pemerintah daerah pun tidak menindaktegas, maka tidak heran jika mereka memberikan kami upah sesuka mereka, dan kami sebagai karyawan yang masih membutuhkan sandang dan pangan mau tidak mau kami harus menerima upah yang kecil itu agar dapur kami tetap mengepul, dan saya juga tidak menyalahkan bapak karena mungkin bapak tidak mengetahui bahwa masih ada pengusaha yang tidak mengikui UMR. Saya mohon kepada bapak agar mau lebih memperhatikan hak - hak kami yang masih mau berusaha ini, meskipun upah kami sangat kecil dibandingkan dengan harga yang serba naik disebabkan oleh harga bbm yang bapak naikkan.

Bapak presiden yang terhormat, surat ini hanyalah catatan kecil dari isi hati orang kecil yang masih mau berusaha untuk kerja keras demi meraih rupiah demi rupiah, maka saya mohon kepada bapak untuk mendengarkan keluhan kami ini.

Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang pantas dan tidak berkenan

Hormat saya

aprilia




Sumber : http://ift.tt/1zzTb9v

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz