PRESIDEN SEPAKATI TURUNKAN HARGA BBM
Melalui kajian yang rumit, akhirnya Presiden Joko Wi setuju menurunkan harga BBM menjadi Rp 1.810,00/ liter dan solar Rp 1.650,00/liter. Dengan begitu, harga tersebut diyakini tidak akan lagi membebani rakyat.
Kebijakan menurunkan harga BBM, jenis premium dari harga Rp 8.500,00/ liter menjadi Rp 1.810,00/ liter dan solar dari Rp 7.500,00/ liter jadi Rp 1.650,00/ liter ini bukan diambil secara tiba- tiba. Angka itu ditetapkan setelah melalui perdebatan panjang dengan tim ekonominya. Terlebih lagi, di saat harga minyak dunia turun, sepertinya langkah tersebut pasti sangat diapresiasi oleh masyarakat.
Angka Rp 1.810,00 untuk premium memang cukup menyulitkan operator SPBU untuk membulatkannya, masalahnya pecahan nominal Rp 10,00 sudah tak beredar di Republik ini. “ Tapi hal itu tak banyak menimbulkan persoalan, sebab rakyat pasti tidak akan mempermasalahkan pembulatan rupiahnya,” kata salah seorang anggota tim ekonominya.
Bila BBM jenis premium harganya Rp 1.810,00 / liter dan solar Rp 1.650,00 /liter merupakan langkah berani, yang tentunya layak mendapat acungan jempol. Berarti, Presiden memang sengaja mengikuti langkah mentor politiknya, yakni Megawati yang di tahun 2003 saat menjabat sebagai Presiden juga menetapkan harga yang sama. Terlebih lagi, politisi senior Kwik Kian Gie sendiri kerap bersuara lantang menolak kenaikan BBM.
“ Memang pemberian subsidi penuh BBM ini nantinya bisa mengerem rencana interpelasi. Tapi implikasi di luar ranah politik, APBN kita bisa jebol pak Presiden,” kata anggota tim yang lain. Menanggapi komentar itu, Presiden hanya tersenyum, entah mengapa ia tak mengomentari provokasi itu.
Kendati tak menutup kemungkinan Presiden memang mengikuti jejak mentor politiknya, tapi yang jadi bahan pertimbangan sebenarnya meliputi berbagai aspek kajian. Di mana, selain aspek penurunan harga minyak mentah dunia, aspek politis, juga aspek sosial kemasyarakatannya lebih diutamakan. Dengan kata lain, keterpihakan terhadap wong cilik benar- benar mendapat perhatian serius.
Dalam catatan tim ekonomi, memang terjadi multi efek yang sangat luar biasa atas pencabutan subsidi yang dilakukan Presiden. Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) memang sangat dibutuhkan rakyat miskin, tetapi rakyat kecil ternyata tetap juga merasakan dahsyatnya kenaikan BBM.
Terlebih lagi program simpanan keluarga sejahtera yang sudah didesain untuk memberikan kesejahteraan rakyat kecil, ternyata prakteknya malah mengundang persoalan baru. Bukannya menyelesaikan masalah tanpa masalah seperti slogan Pegadaian, namun menjelang pencairan di Kantor Pos masing- masing daerah belakangan banyak menimbulkan kericuhan. Bahkan, sedikitnya dua nyawa sudah melayang sia- sia.
Budaya antre yang memang belum membudaya di kalangan masyarakat kecil, menjadi pemicu kericuhan. Ibu- ibu yang menggendong bayinya, nenek- nenek berusia lanjut sampai remaja yang disuruh emaknya, semuanya berebut untuk sampai di depan kasir.
Meski harga BBM turun, namun program pro rakyat tetap dijalankan. Karena bagaimana pun juga, Presiden dipilih oleh rakyat. Jadi tak mungkin sebagai Presiden malah menyusahkan rakyat yang sudah susah permanen. Selanjutnya, guna eksekusi penurunan harga BBM, Presiden akan mengumpulkan seluruh mentri yang selama ini sudah membantunya. “ Ya itu sangat baik bapak Presiden, bagaimana pun peran mentri di kabinet perannya cukup vital,” timpal anggota tim ekonomi lainnya.
Di saat pembahasan sudah mau usai, tiba- tiba ada yang melakukan interupsi. Suara perempuan, pikirku suara jeng Rini Soemarno. “ Ealah to pak…Pagi- pagi kok sudah melamun. Di panggil 5 kali ga nyahut malah enak- enak ngalamun.Mbok eling,kebutuhan kita itu tidak sedikit, ” teriaknya lantang.
Astagfirullahai’adzim ! , berarti aku tadi melamun. Dan yang berteriak interupsi, ternyata ibunya anak- anak. Aduh, kenapa aku apes tenan. Minggu kemarin didera mimpi ketemu pak Joko Wi, eh sekarang malah berangan- angan jadi Presiden. Mohon ampun, mohon maaf pak Presiden, ini benar- benar di luar kehendak saya. Tadi bangun tidur, terus ngopi terus bengong terus ngelamun terus keterusan ngelantur tak jelas juntrungnya. (*)
Sumber : http://ift.tt/1GyGoHC