Suara Warga

PKS, Kalian Berjuang Untuk Siapa?

Artikel terkait : PKS, Kalian Berjuang Untuk Siapa?

Menggelikan, saat pejabat partai di negeri ini dengan terpaksa mendukung sebuah kebijakan. Bukan karena itu diyakininya baik untuk rakyat, tapi hanya untuk menjaga kesolidan kelompok mereka. Kelompok partai politik yang katanya mereka patenkan.

Tanpa malu, inkonsistensi dilakukan berulang kali. Anehnya semua inkonsistensi itu dikatakan karena kepentingan rakyat.

Sebut saja kebijakan itu adalah “PERPPU PILKADA” yang dikeluarkan oleh Presiden SBY dan partai itu adalah PKS.

Sebelumnya PKS menolak pilkada langsung karena menganggap bahwa itu tidak sesuai UUD dan Pancasila mengenai makna keterwakilan. Namun kemenangan voting KMP di parlemen hari itu dibatalkan SBY dengan men ge luarkan PERRPPU PILKADA. Dan nyatanya KMP tetap akan menolak PERPPU PILKADA dan mengembalikan PILKADA ke DPR yang sesuai UUD dan Pancasila. Itu kesepakatannya.

Hanya saja semua berubah saat Partai Demokrat datang memberi tawaran kepad KMP untuk mendukung mereka dalam mengambil alih sejumlah pimpinan di DPR. Kesepakatan pun dibuat dengan MoU yang ditanda tangani pejabat demokrat dan Partai dalam KMP. Terjadilah tawar menawar untuk memperbaiki citra SBY dan Partainya yang sebelumnya menjadi bulan-bulanan masyarakat dengan memberi gelar bermacam kepada SBY sebagai Presiden yang membunuh Demokrasi. Adalah menjadi beban moral bagi SBY dan Partainya untuk mempertahankan PERPPU itu agar citranya bisa tidak semakin rusak.

Namun keanehan terjadi lagi. Beberapa partai dalam KMP sepertinya akan membelot atas asumsi bahwa PILKADA melalui DPR akan sangat menguntungkan kader partai mereka untuk bisa memimpin di banyak daerah provinsi dan kabupaten/kota. Partai itu benar-benar gelap mata dan melupakan MoU-nya.

Akhirnya itu mengundang ‘harimau turun gunung’. SBY yang sebelumnya berencana istirahat dsejenak dari hiruk pikuk perpolitikan geram dan membeberkan tentang adanya MoU ini. Tapi, lagi-lagi hal aneh terjadi saat beberapa kader partai dari KMP di media berbicara bahwa MoU itu tidak pernah ada. Dan lagi-lagi itu mengundang kegeraman harimau yang turun hunung tadi. Sebuah ancaman serius oleh SBY yang memberi instruksi pada Partainya untuk merapat ke KIH benar-benar mengenai sasaran. Satu per satu kemudian mulai mengingat kembali dan mengakui adanya MoU itu.

PPP, Gerindra takluk lebih dulu tanpa perlawanan.

Golkar kemudian menyusul setelah sebelumnya ARB yang terpilih di Munas Golkar di Nusa Dua Bali mengumumkan bahwa partainya akan menolak PERPPU SBY. Lewat kicauan ARB di akun twitter miliknya menunjukkan betapa lucunya politisi ini. Inkonsistensi dilakukan berulang kali. Sebelumnya mereka menganggap PILKADA DPR adalah untuk kepentingan rakyat dan akhirnya rakyat pulalah yang dijadikan alasan oleh ARB sebagai landasan inkonsistensi Golkar yang dipimpinnya.

Pada posisi ini akhirnya hanya menyisakan satu partai di KMP yang belum menyatakan akan menyetujui PERPPU itu. Itulah PKS. Partai yang juga sudah acap kali menunjukkan inkonsistensinya. Akhirnya lewat seorang kadernya PKS akhirnya menyatakan sikap akan menerima PERPPU PILKADA SBY karena mengikuti partai Golkar dan agar KMP tetap solid. PKS menyatakan itu secara terang dan lugas.

Lalu, apakah itu artinya PKS mengabaikan UUD dan Pancasila yang menjadi alasan utama mereka menyetujui mengembalikan PILKADA ke DPR? Hal ini menjadi sangat memalukan lantaran Kader PKS dan simpatisannyalah yang dulu begitu getol menyebarkan postingan tentang PILKADA LANGSUNG oleh Rakyat tidak sesuai UUD dan Pancasila. Merekalah yang kukuh berjuang diantara partai-partai yang ada di KMP.

Dan nyatanya PKS memang sedang menunjukkan tantang apa segenarnya yang menjadi azas perjuangannya. Untuk kepentingan KMP. Menjaga kesolidan, karena niscaya kalau PKS tidak mau ikut kepada hasil keputusan KMP maka partai ini jelas takkan memiliki kawan lantaran karakter yang dicitrakannya Sudah bdgitu kental dan diketahui partai-partai yang ada. Hanya saja, di KMP-lah sepertinya mereka merasa diterima dan bebas melakukan manuvernya. Tapi itu takkan berlangsung lama.

Tinggu saja, inkonsistensi apalagi yang akan ditunjukkan PKS dan KMP.

(Tapi, inilah politik kawan. Tak ada musuh abadi yang ada adalah kepentingan. Dan itu jugalah yang dianut oleh PKS)




Sumber : http://ift.tt/1Afa2zK

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz