Suara Warga

"Jika Papua Benar-Benar Mau Merdeka, Tugas Tambahan Maha Berat bagi Pemerintahan Jokowi-JK"

Artikel terkait : "Jika Papua Benar-Benar Mau Merdeka, Tugas Tambahan Maha Berat bagi Pemerintahan Jokowi-JK"

Masih terjadi polemik kehadiran presiden Jokowi pada perayaan Natal Bersama di Papua Desember ini. Baca selengkapnya http://ift.tt/1DsKanQ

Walaupun demikian banyak warga masyarakat Papua menginginkan kehadiran presiden Jokowi pada saat peryaan Natal Bersama sebagai salah satu bentuk dan komitmen nyata pemerintah akan perubahan wajah dan nasib Papua sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ulasan Evha Uaga di atas cukup komplit untuk mendukung kehadiran Jokowi di tanah Papua yang senantiasa penuh dengan dinamika bahkan mengarah kepada pergolakan; mulai dari perang antar kampung, perang antar suku adat hingga kehadiran timbul-tenggelam OPM. Untuk yang terakhir ini hendaknya harus menjadi perhatian serius pemerintahan Jokowi-JK sebab api atau lilin perjuangan itu kalau tidak segera dipadamkan bukan dengan kekuatan ’senjata’ melainkan ‘dialog kehidupan yang manusiawi’ didukung dnegan pemerataan pembangunan yang berkeadilan maka api atau lilin perjuangan itu akan semakin besar dan tak bisa terpadamkan lagi.

Hal ini bukan isapan jempol belaka kekuatan OPM meski kekuatan militer kita lebih kuat dan besar apabila berhadapan dengan kekuatan persenjataan dan militer OPM. Namun apa pun itu, hasil wawancara dengan salah satu pentolan OPM patut menjadi awasan sangat awas bagi pemerintahan dan TNI-POLRI kita. Baca selengkapnya pada http://ift.tt/1yFZiuX

Saya sendiri merasa terkejut dengan hasil wawancara ini. Sungguh suatu rancangan dan persiapan (strategi) yang tidak dianggap enteng oleh pemerintah, BIN, TNI-POLRI serta masyarakat Indonesia agar peristiwa Timor Leste tidak terjadi lagi di Republik Indonesia. Lihat bagaimana mereka merancang suatu konsep berpikir yang sangat luar biasa. Rancangan konseptual sedikit sulit dipadamkan apalagi ini sudah menyangkut ideologi. Sebuah ideologi yang berurat akar, akan semakin sulit dihentikan kecuali melalui perjuangan ‘de-ideologisasi’ yang sungguh-sungguh serius dan berkelanjutan.

Salah sedikit, ideologi bersangkutan akan muncul dan akan mencapai kenyataan. Kita berharap, pemerintahan Jokowi-JK menyadari hal ini dan melakukan pendekatan pemerataan berkeadilan serta manusiawi lebih cepat agar pemikiran atau ideologi mau merdeka bebas dari NKRI perlahan-lahan dihentikan dengan sukarela. Sekali lagi bukan dengan pemaksaan apalagi kekerasan. Kita yakin pendekatan pak Jokowi mampu melakukannya. Mari kita dukung beliau agar semuanya bisa berakhir manis bagi NKRI.

Namun apabila Papua benar-benar mau merdeka maka menjadi tugas maha berat bagi pemerintahan Jokowi-JK.

Malang, Minggu 14 Desember 2014




Sumber : http://ift.tt/12KY3Nt

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz