Suara Warga

Mahasiswa Cerdas anti Jonru

Artikel terkait : Mahasiswa Cerdas anti Jonru

John Riah Ukur Ginting alias Jonru telah melaporkan Rifan Herriyadi/RH (22), mahasiswa semester lima, jurusan Bahasa Inggris, Universitas Brawijaya, ke Polisi atas tudingan pencemaran nama baik atas cuitan di Twitter milik Rifan.

Namun demikian, cuitan Rifan membuat followersnya bertambah banyak yang pada umumnya mendukung sikap Rifan yang berani melawan keangkuhan Jonru si kader PKS, seorang yang berprofesi sebagai penebar fitnah di Medsos yang isinya antara lain sbb :


  1. Menfitnah Jokowi tidak punya orang tua yang jelas.

  2. Menyebarkan fitnah Jokowi akan menjual pesawat kepresidenan

  3. Memfitnah Jokowi bahwa Kementrian Agama akan dihapuskan

  4. Memfitnah Ahok mempersulit izin Majelis Rasulullah mengadakan acara tabligh Akbar / Maulid Nabi disekitar Monas.

  5. Menfitnah ulama tafsir Prof. Dr. M Quraisy Shihab MA, sebagai ulama beraliran Syiah dan memelintir isi ceramahnya seolah beliau mengatakan “Nabi Muhammad SAW tidak dijamin Allah masuk surga”.

  6. Memfitnah Mendikbud Anis Baswedan akan menghapuskan Doa sebelum belajar.


14185975801837067045

Gambar 1

Rifan, adalah pelaku yang secara iseng mengedit nama Jonru dalam aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) offline, yang mengistilahkan jonru sebagai “tukang fitnah”. Hal ini dia buat sebagai reaksi atas ulah Jonru yang membuat definisi baru kepada Presiden Jokowim yaitu menjokodok = tukang tipu, menjokowi = ingkar janji. Ngeles dll.

141859763774449194

Gambar 2





Istilah tersebut juga berkembang menjadi sebuah kalimat ‘menjonru lebih kejam daripada pembunuhan’, yang dipopulerkan oleh Akhmad Sahal yang sedang menempuh Doktoral di Amerika.

14185977032098383636

Gambar 3



Atas dasar itu, Jonru menjadi berang dan melaporkan Rifan ke Polda Metro Jaya dengan tudingan melakukan pencemaran nama baik.

Untuk itu, Rifan tidak gentar, dan siap menerima seluruh resiko karena perbuatannya, dan berucap : “Awalnya saya tidak berniat melaporkan balik karena kesibukan2nya, tapi saya dan pengacara belum sempat melakukannya, bukan tidak akan melakukannya. Kita masih pasif dan santai, karena menganggap sepele, kurang lebih seperti masalah anak kecil”.

“Saya sebenarnya senang kalau di panggil ke Jakarta, soalnya bisa liburan”, imbuh Rifan sambil tertawa.

Brafo Rifan … lanjutkan dan kami siap mendukungmu….

Sumber Gambar : Islamtoleran.com

Sumber :

Islam Toleran




Sumber : http://ift.tt/1wnsWn6

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz