Suara Warga

Jokowi adalah Gembala Yang Baik

Artikel terkait : Jokowi adalah Gembala Yang Baik

14189682321973230261

Illustrasi : shadownews.com

Saya teringat waktu masih kecil, hidup di kampung, jauh dari hiruk pikuk ibukota. Setiap anak-anak di kampung kami, di samping kewajiban sekolah, anak-anak sudah mengambil peran membantu orang tua mencari nafkah. Anak laki-laki biasanya membantu ke sawah atau menggembalakan ternak sepulang sekolah.

Menggembalakan ternak adalah pekerjaan yang penuh resiko, sebab seorang gembala akan berhadapan dengan pencuri ternak, akan berhadapan dengan pemangsa ternaknya. Maka seorang gembala yang baik akan selalu menjaga, mengawasi ternaknya dari tangan-tangan pencuri, penjahat, sekaligus juga memberikan makanan terbaik untuk ternak gembalaannya.

Seorang gembala yang baik akan mempertaruhkan nyawanya dalam menggembalakan setiap ekor ternak peliharaannya dari para pencuri, penjahat atau bahkan binatang buas yang setiap saat dapat membahayakan ternak gembalaannya.

Pekerjaan seorang gembala adalah pekerjaan yang sangat mulia, bahkan Yesus sendiri memberikan perumpamaan tentang dirinya sebagai seorang gembala. Yesus berkata “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”

Gembala yang baik akan mengenal ternak gembalaannya dengan baik dan ternak gembalaannya akan mengenal pengembalanya.

Saat ini, kita dianugerahkan seorang gembala yang baik, Jokowi.

Mengapa saya ibaratkan juga Jokowi sebagai seorang gembala? Anda bisa melihatnya, betapapun besarnya ladang gembalaannya Indonesia ini, tiada hari yang tersisa bagi Jokowi tanpa menggembalakan seluruh tanah air ini. Jokowi menyapa setiap hari gembala annya, melalui blusukannya, dia bertegur sapa kepada setiap gembala-an nya, dia perhatikan apa kebutuhan setiap gembala-annya, mulai dari nelayan, petani, buruh, orang pinggiran hingga konglomerat.

Jokowi adalah gembala yang baik. Jokowi mempertaruhkan nyawanya setiap hari untuk melihat siapa-siapa dari gembala-annya yang terancam nyawanya, Dia tenggelamkan kapal pencuri ikan yang seharusnya menjadi berkat gembala-annya (Nelayan Indonesia), Dia selesaikan permasalahan pengungsi Sinabung yang tidak beres-beres di tangan SBY. Dia sapa nelayan di seluruh nusantara, dia kunjungi gembala-annya yang sedang kena bencana di Banjarnegara, Dia selesaikan masalah Lumpur Lapindo yang sudah 8 tahun tidak terselesaikan di tangan SBY.

Gembala yang baik mengenal domba-dombanya. Jokowi mengenal betul gembala-annya, dia tahu ada yang salah dimasa lalu dalam mengelola negara ini, Migas yang tidak beres, Pangan yang tidak mandiri (byk import, padahal seharusnya tidak), korupsi merajalela dan sudah berurat berakar.

Domba-dombanya mengenal Gembala nya. Itu sebabnya ketika Jokowi menaikkan harga BBM tidak terlalu banyak perlawanan, sebab domba-dombanya yakin, Jokowi (Gembala) tidak akan membawa ke jurang, tetapi ke rumput yang tebal.

Seorang Gembala yang baik, mengenal betul di mana rumput yang baik, dimana makanan yang baik bagi ternak gembalaannya. Jokowi sadar betul bahwa rumput atau makanan yang banyak dan baik itu ada di laut, itu sebabnya Jokowi mengarahkan ternak gembala-annya mengarah ke laut. Dia tahu, disanalah Indonesia akan sejahtera.

Jokowi adalah gembala yang baik, setiap hari dia mengelilingi ternak gembalaannya, dia ingin pastikan, tidak satupun yang terluka, dia ingin pastikan tidak satupun yang kelaparan. Setiap saat dia memikirkan ternak gembala-annya agar sejahtera, tidak jatuh ke jurang dan tidak penyakitan.

Jokowi adalah gembala yang baik. Jika banyak politisi yang menghujatnya saat ini, itu tak lain, karena mereka-mereka adalah pemangsa, mereka adalah pencuri, mereka adalah penjahat yang setiap saat membahayakan nyawa ternak gembala-an ataupun nyawa gembala itu sendiri.

Gembala yang baik adalah seorang yang penuh dengan kasih. Jokowi adalah orang yang setiap hari menabur kasih dan dia seorang penyabar. Sabar menggembalakan ternak gembala-annya.

Jokowi adalah gembala yang baik. Saya, anda adalah ternak gembala-annya. Jokowi mengenal saya dan anda, saya dan anda mengenal Jokowi.

Salam kompasiana.




Sumber : http://ift.tt/1zF0dLn

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz