Suara Warga

Timnas U23 Asian Games Lebih Mulia dari DPR yang Walkout

Artikel terkait : Timnas U23 Asian Games Lebih Mulia dari DPR yang Walkout

Sebutan “yang mulia” di depan nama anggota DPR yg walkout kemaren diganti saja dengan sebutan “yang pecundang”, karena sikap anggota DPR yang walkout kemaren adalah sikap pengecut dan pecundang, karena lari dari medan pertempuran. Lari sebelum pertandingan dimulai.

*

Sesuai judul “Timnas U23 Asiangames lebih Mulia dari DPR yang Walkout” mari kita bahas!

*

Di pertandingan ketiga penyisihan grup sepakbola Asiangames, timnas U23 dijadwalkan menghadapi Thailand. Dari segi peringkat FIFA, sejarah pertemuan dan prestasi di zona Asia Tenggara, timnas Thailand jauh lebih unggul. Namun, mundurkah anak buah Aji Santoso? Tidak. Dengan dada membusung dan optimis yang besar mereka maju ke arena. Meskipun akhirnya, kalah 0-6 dari Thailand, setidak-tidaknya Timnas U23 tidak lari dari gelanggang.

*

Lalu di pertandingan 16 besar, saat menghadapi Korea Utara, lawan yang lebih tangguh dari Thailand, kembali mundurkah Timnas U23 Asiangames? Tidak. Dengan kepercayaan yang tinggi, mereka masuk lapangan. Menghadapi lawan.

*

Terlihat bagi timnas Korea Utara tinggi badan timnas Indonesia hanya sejajar dagu mereka. Juga fisik para pemain Korea Utara lebih kekar dan berotot.

Lalu apakah timnas melarikan diri saat melihat fisik lawan yang besar-besar dan tinggi-tinggi? Tidak. Dengan gagah berani mereka menghadapi lawan. Meski akhirnya takluk 1-4, setidak besutan Aji Santoso itu telah mencoba untuk menghadapi lawan, tidak lari dari gelanggang.

*

Keadaan terbalik terjadi pada anggota DPR yang walkout di sidang perdana DPR dalam penentuan ketua DPR. Mereka walkout, karena takut kalah. Takut bertanding. Lari dari arena. Seandainya mereka jantan, meski memprediksi akan kalah, karena kekuatan lawan sedikit lebih besar, tidak selayaknya lari dari pertandingan. Seharusnya mereka mengikuti proses persidangan, sampai proses deadlock voting, lalu dalam voting mereka bertanding. Kalau harus kalah ataupun menang dalam voting, itulah proses demokrasi. Proses sengketa dalam berdemokrasi.

*

Untuk selanjutnya kita harapkan kepada anggota DPR, jangan lagi ada aksi walkout, seharusnya mereka mewakili aspirasi rakyat yang memilih mereka, sesuai janji dalam sumpah DPR, akan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, golongan (partai), atau apapun.




Sumber : http://ift.tt/1r58qzW

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz