Kalau anggota DPR "walk-out" mengapa umat ngak bisa ?
Khotbah Juma’at-an di-masjid, kantor2, kalau khotib-nya mulai provokasi-brainwashing yg menyinggung SARA atau golongan yg berbeda agama dan keyakinan, sebaiknya umat-nya “walk-out” aja, sehingga demikian lama2 khotib2 tsb, termasuk Rhoma Irama, tahu bahwa rakyat Indonesia sudah tidak bisa di-bodoh2-i dan merasa diri mereka yg paling benar dan tentunya lambat laun, gerakan radikal akan berkurang atau lenyap dari bumi pertiwi Indonesia.
Tentunya umat perlu keberanian untuk berdiri dan “walk-out”, terus di-ikuti oleh umat2 lainnya yg punya solidaritas. Ini adalah salah satunya tindakan yg cukup ampuh, selain himbauan dari pemerintah yg hasilnya kurang memuaskan selama ini. Rhoma Irama yg jelas2 menentang Jokowi dan Ahok, melalui pidato2nya di masjid, toh achirnya dia bebas dari tuduhan SARA, seandainya para pendengar saat itu “walk-out” tentu R.I. tahu kalau dia ngak patut di-dengar ocehanya yg mengandung SARA.
Achir kata, semoga kedepannya dg pendidikan yg cukup karena gratis, sehingga rakyat lebih pintar untuk mengambil keputusan dg logika yg benar.
Sumber : http://ift.tt/1w8f9NT
Tentunya umat perlu keberanian untuk berdiri dan “walk-out”, terus di-ikuti oleh umat2 lainnya yg punya solidaritas. Ini adalah salah satunya tindakan yg cukup ampuh, selain himbauan dari pemerintah yg hasilnya kurang memuaskan selama ini. Rhoma Irama yg jelas2 menentang Jokowi dan Ahok, melalui pidato2nya di masjid, toh achirnya dia bebas dari tuduhan SARA, seandainya para pendengar saat itu “walk-out” tentu R.I. tahu kalau dia ngak patut di-dengar ocehanya yg mengandung SARA.
Achir kata, semoga kedepannya dg pendidikan yg cukup karena gratis, sehingga rakyat lebih pintar untuk mengambil keputusan dg logika yg benar.
Sumber : http://ift.tt/1w8f9NT