Suara Warga

Insiden Banting Meja Gambaran Kualitas Pimpinan DPR

Artikel terkait : Insiden Banting Meja Gambaran Kualitas Pimpinan DPR

Hari ini tanggal 28 Oktober merupakan hari Sumpah Pemuda yang merupakan cikal bakal terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan pada tanggal 28 Oktober kali ini, DPR membuat sejarah baru yakni dua buah kursi dibanting dalam rapat para wakil rakyat Indonesia di gedung senayan. Apakah peristiwa ini akan menjadi gambaran awal kondisi politik Indonesia?

Parahnya lagi, insiden ini bukan karena membahas persoalan rakyat, melainkan memperebutkan jabatan pimpinan komisi. Perebutan yang lebih mengarah kepada kepentingan partai politik, bukan untuk kepentingan rakyat. Apakah kepentingan pribadi atau golongan lebih penting dari kepentingan umum?

Lalu siapa yang harus disalahkan dalam insiden ini? Sangat sulit untuk menilai pihak yang salah dan benar dalam persoalan politik yang sarat dengan kepentingan. Namun, sebagai lembaga, kejadian ini menjadi tanggungjawab pimpinan DPR. Karena bagaimanapun baik atau buruknya, sukses tidaknya suatu organisasi tergantung dari pimpinan.

Insiden banting meja ini memperlihatkan kualitas dan figur ketua DPR dan empat wakilnya. Bagaimana mungkin pimpinan DPR bisa dihormati pihak lain, jika anggotanya saja tidak menghargai. Bagaimana mungkin DPR bisa mengurai peliknya masalah bangsa, jika masalah internal di lembaga sendiri tidak bisa diselesaikan dengan baik.

Semoga setelah kejadian ini pimpinan DPR dapat menunjukkan kemampuannya sebagai pemimpin dan bisa membenahi lembaga DPR yang (katanya) terhormat. Memimpin dengan bijak, adil dan mengayomi sehingga bisa diterima oleh seluruh anggota DPR, atau setidaknya kepemimpinan mereka tidak menimbulkan sakit hati dan emosi.




Sumber : http://politik.kompasiana.com/2014/10/28/insiden-banting-meja-gambaran-kualitas-pimpinan-dpr-683225.html

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz