Suara Warga

Apa Yang Salah dari Susunan Kabinet Jokowi-JK?

Artikel terkait : Apa Yang Salah dari Susunan Kabinet Jokowi-JK?

Apa Yang Salah Dari Susunan Kabinet Jokowi-JK?

Beberapa terakhir ini jagat dunia maya diramaikan oleh berita tentang komposisi kabinet kerja Jokowi-JK yang diberi nama kabinet kerja. Komentar pesimis dan optimis silih berganti menghiasi ruang-ruang baca yang tersaji. Mau berpaling dan tidak usah membaca berita-berita itu sebenarnya, namun saking banyaknya berita tentang itu akhirnya tergelitik juga untuk membacanya dan eh malah ikut ikutan juga menulis.

Kabinet kerja ala Jokowi-JK yang resmi dilantik sehari setelah diumumkan memang agak berbeda dengan kabinet-kabinet di era presiden sebelumnya. Perbedaan mencolok tentu saja karena ada delapan bidadari cerdas dan tidak sembarangan yang dipilih Jokowi-JK untuk membantunya dalam bidang yang berbeda. Jelas mereka cerdas, jika tidak cerdas ya tentu saja tidak dipilih. Dan yang paling mencolok dari kedelapan bidadari itu tentu saja seorang srikandi pencinta rokok dan pemilik lima puluh pesawat carter yang harga satu pesawat katanya sekitar 20 milyar..wow,dan yang lebih membuat saya lebih kaget lagi dia tidak menamatkan SMA, dia resign istilah kerennya saat dibangku SMA kelas dua. Tapi keuletan dan kerja kerasnya mampu membuat dia sukses dibidang ekspor hasil laut dan transportasi udara, mambaca rekam jejaknya yang aduhai inilah yang membuat Jokowi-JK kepincut untuk mengangkat dia sebagai menteri perikanan dan kelautan, Jokowi berharap di tangan yang tepat inilah hasil laut Indonesia yang katanya melimpah bisa menyejahterakan nelayan dan rakyat pesisir khususnya dan tentu saja republik ini.

Kenapa banyak yang pesismis dengan Komposisi kabinet ini? menurut orang yang meragukan komposisi ini, pilihan Jokowi tidak tepat, belum terbukti, dan macam-macamlah. Dan yang membuat saya lebih kaget lagi tanggapan politisi-politisi yang katanya hebat yang biasa wara wiri di TV, Masya Allah hebatnya mereka mengkritik, Untung mereka-mereka itu tidak dipilih oleh Jokowi sebagai pembantunya. Seakan-akan kalau mereka yang dipilih, mereka akan sangat mampu mengemban tugas yang diberikan itu, atau jangan-jangan mereka sirik kali yeee.. kenapa saya tidak dipilh jadi mentri? pikir mereka. lalu kalut, galau, emosi dan ya mencaci maki.

Menunggu hasil kerja tentu saja menjadi pilihan bijak dari apa yang akan dilakukan oleh Jokowi dan para menterinya. Ini baru babak awal, ini bukan permainan sulap yang cukup dengan mantra bim salabim maka kementerian ini akan menjadi baik. Kepercayaan yang diberikan kepada menteri terpilih merupakan pilihan yang telah dipikirkan dengan matang, tentu saja bukan pilihan pribadi Jokowi, pasti ada berbagai masukan, juga dari para ahli.

So, menurut saya tak ada yang salah dari komposisi ini, persoalan ada menteri yang bertato dan perokok pula, perempuan lagi, lha memang sebelum jadi menteri sudah seperti itu kok, saya kira tak bisa langsung menghapus tato atau dengan tiba-tiba berhenti merokok. Bisa jadi Bu Susi karena sudah menjadi milik publik dan selalu disorot akan mengubah kebiasaannya itu atau setidaknya tidak diperlihatkan di depan publik.

Mari menunggu, melihat dan menilai kinerja para menteri pilihan mas Joko dan JK ini. Tapi penilainnya harus agak lama, jangan seminggu atau dua minggu, kita tunggu SERATUS HARI.

Selamat Malam

Salam dingin dari Negeri Bawah Bukit.

28 Okt 14




Sumber : http://ift.tt/1tFq3gP

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz