Wajah Ganda SBY
Bermula,Pemilihan Presiden 9 Juli 2014
Saya tak punya teori tentang wajah ganda itu,yang jelasnya wajah ganda itu menakutkan, sebab memilki dua identitas yang saling bertentangan. Semuanya bermula ketika pemilihan presiden 9 juli 2014 ada dua kekuatan yang bertarung yaaitu kubu Jokowi – JK dan Kubu Prabowo - Hatta. Saya memahami bahwa ada suatu central mesin Produksi kekuatan yang bermain dengan indahnya. Pusat produksi kekuatan itu adalah Susilo Bambang Yudhoyono Ketua umum Demokrat yang juga Dewan pembina Demokrat.
Mari kita memulainya, atas alasan apa sehingga Hatta rajasa bisa menjadi calon wakil presiden Prabowo, baiklah, kalau dilihat hasil Pemilihan Lgislatif maka suara Partai Amanat Nasional (PAN) sesungguhnya lebih rendah dari suara partai koalisi Gerindra yang lain. Namun sebenarnya, Gerindra cukup menampung PAN dan Demokrat sehingga total suara hasil Pileg memenuhi syarat pengajuan calon preiden (Partai Gerindra 14.760.371 (11,81 persen)Partai Demokrat 12.728.913 (10,19 persen)Partai Amanat Nasional 9.481.621 (7,59 persen) yaitu 29,59 % dengan demikian partai besar seperti Golkar takluk dibawah kendali gerindra sampai sampai ARB dibuatkan Posisi Central sebagai Mentri Utama yang tak ada dalam logika undang undang pemerintahan, meskipun baanyak ditentang oleh elite elite Golkar sendiri. SBY mengatakan bahwa partainya tak akan mendukung salah satu calon manapun dan bersifat netral. Itulah permainan SBY yang berwajah ganda untuk episode pertama.
Karena kekuatan Koalisi merah putih lemah dan SBY membaca itu maka secara terang terangan partai demokrat menyatakan mendukung Koalisi Merah Putih tentunya sebagai bagian komitmen dengan PAN dengan dasar hitungan sebelumnya bahwa demokratlah yang menjadi penentu . Aneh setelah partai berlambang mercy ini menyatakan dukungan kepada Koalisi merah putih maka Ruhut Sitompul yang begitu mengagungkan Bapak Sby –nya tiba tiba berbalik arah mendukung Jokowi – JK, apa alasannya karena bergabungnya demokrat belum bisa memastikaan lolosnya Prabowo – Hatta sebagai Presiden. Ruhut sitompul sebagai orang kepercayaan sby dengan gayanya yang khas dan masih belum tersentuh kasus korupsi ia bisa dianggap sebagai orang yang berpengaruh, pada permainan ini sby tetaplaah komando Ruhut sitompul. Disinilah wajah ganda SBY tetap muncul. Ia sebagai penentu segala kebijakan Partai demokrat
Undang Undang Pilkada lewat DPRD.
Setelah mendapat banya komentar dari masyarakat dan sby memahami itu maka mau tidak mau ia membuat pernyataan bahwa ia mendukung Pilkada Langsung bahkan ia mengunggahnya ke yuotube. Di DPR ri partai demokrat menyatakan mendukung Pilkada Langsung dengan syarat perbaikan 10 poin dengan catatan Absoulut, mutlak dan konstitutif. Jika dilihat sebenarnyaa yang ingin dicapai agar partai yang lain tidak mendukung sebab tawarannya tidak ada lagi ruang komunikasi untuk membahas atau melakukan negoisasi. Tawarannya tak bisa ditawar. Siapa yang diuntungkan dengan bahasa tawaran Absoulut, Mutlak itu jelasnya jika tawaran itu ditolak maka kemungkinan mereka akan abstain atau walkout dan yang menang adalah partai pengusung Pilkada lewat DPRD. Saat partai Pendukung Pilkada langsung menyatakam dukungan kepaDA usulan partai Demokrat, dan berhasil mencabut putusan lewat ketukan palu priyo, seharusnya disitu ada pembicaraan bersama untuk memasukkan opsi demokrat, namun sebelum itu Beni demokrat tergesa gesa membaca keputusan mereka untuk walout, saat itu si Ruhut si Tompul Juga ikut. Wajah sby muncul sebagai wajah ganda lagi, apa yang dilakukan kader partainya tidak sesuai dengan usaha untuk memilih pilkada langsung dengan 10 Syarat. Jika seandainya memang serius maka mereka tak akan walkout.
SBY kecewa,
Dari luar negeri sby menyatakan kekecewaannya, bahkan ia berencana akan mengajukan gugatan ke MK, aneh mengatakan kecewa. Tiba – tiba pengurus harian partai demokrat terlihat geram dan mengatakan ada yang menghianati amanah sby. Ruhut si Tompul pun memainkan perannya yang apik, ketika ditanya mengenai kenapa mereka melakukan walkout “ karena ada sms dari sby “ saat ditanya siapa yang menerima sms itu ia mengatakan bukan ia langsung yang mendapat sms itu, katanya sebagai seorang kader saya taat pada sby, namun saat ditanya “kenapa tidak menghubungi langsung sby”, ia mengatakan bahwa hp nya saat itu sudah tak berfungsi karena rapat paripurna sampai malam, permainan Ruhut yang begitu apik. Sebuah akrobatik yang apik dari sby menjaga citranya. Saat sby merasa kecewa sampai saat ini kita masih melihat Nurhayati kader Demokrat tampil di TV one menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya karena perintah SBY karena partai PDI-P menolak opsi yang mereka ajukan. Pada tahap ini Ruhut sitompul tampil Di Metro TV memberikan pengamanan Citra SBY, bahwa apa yang dilakukan sby adalah tetap mendukung pemilihan Pilkada langsung, sementara di TV one kader demokrat lain membangun informasi bahwa apa yang dilakukan demokrat adalah benar dan tentunya memberikan sumbangsi besar bagi Pilkada Tak langsung.
Semua ini adalah wajah ganda sby. Semua tak lagi samar.
Sumber : http://ift.tt/107WOqn