Skenario keputusan MK VS Kepentingan Rakyat
Sampai tanggal 21 Agustus nanti kita/ rakyat Indonesia menanti2 untuk keputusan MK terhadap keputusan Pemilihan Presiden kemarin, kira-kira apakah keputusan Mahkamah Konstitusi?? ada beberapa skenario yang mungkin terjadi. Akan tetapi apapun kejadiannya dan siapapun Presidennya, rakyat yang mengalami kerugian paling banyak dan pasti kehilangan perhatian selama proses peralihan pemerintahan ini :
Dari pertimbangan tersebut, tentu diharapkan agar kedua belah pihak mencari jalan tercepat dan termurah untuk menyelesaikan masalah ini, karena dengan berlarut-larut, atau menghambat jalannya peralihan pemerintahan, tentu rakyat yang banyak dirugikan.
Indonesia perlu “Move On”, karena rakyat butuh makan nasi tidak butuh disajikan drama-drama seperti ini.
ijinkan pihak yang terpilih untuk membuktikan janjinya kepada rakyat dan dengan demikian rakyat menjadi prioritas utama kembali, dan untuk pihak yang belum menang di pilpres ini kritisi jalannya pemerintahan kedepan (jadi oposisi) jangan sampai rakyat dilupakan oleh yang memerintah.
Jadi yang menang dan yang kalah sama2 dibutuhkan dan punya tugasnya masing2 (kalau melihat dari cara pandang demikian, berarti tidak ada yang kalah atau yang menang. Karena masing2 sangat dibutuhkan rakyat, hanya posisi dan tugasnya saja yang berbeda.)
Kalah belum tentu terhina… Cara menerima kekalahan dan menghadapi kekalahan itu yang menentukan kebesaran seseorang, sehingga masih mendapat penghormatan dari orang banyak.
Menjadi oposisi yang baik sangat dibutuhkan rakyat, sebagai pembela dari kekuasaan pemerintahan agar tidak semena-mena atau melupakan bahwa kesejahteraan rakyat adalah yang utama.
Dirgahayu Indonesia…….
HG
Sumber : http://ift.tt/Vw7X1Q
- Skenario pertama hasil Mahkamah Konstitusi = Pemilihan ulang
- Berapa Triliun dan waktu yang dikeluarkan untuk melakukan pemilihan ulang, yang artinya uang yang seharusnya bisa digunakan untuk kepentingan rakyat tidak bisa digunakan untuk mensejahterakan rakyat…. Rakyat jadi prioritas ke 2 lagi…
- Pemerintahan Tersandera/ stagnan… Keputusan2 penting bagi rakyat tidak bisa diputus bisa terlihat dari RAPBN 2014-2015, Presiden SBY hati-hati dalam membuatnya karena APBN peralihan pemerintahan Presiden, tentu kepentingan rakyat jadi nomer dua
- Setelah pemilihan ulang Ternyata Jokowi - JK kalah = tentu pihak Jokowi - JK akan mengajukan ke MK pastinya uang dan waktu terbuang lagi, rakyat jadi prioritas nomer dua lagi.
- Setelah pemilihan ulang ternyata Prabowo-Hatta kalah = apakah akan mengajukan ke MK lagi???, kalau seperti itu juga, berarti rakyat lagi yang dirugikan. Cerita berlanjut terus.
- Skenario kedua hasil Mahkamah Konstitusil = Jokowi menang, gugatan Prabowo-JK ditolak, lalu apa yang terjadi?
- Pihak Prabowo-Hatta akan bergerak dengan Pansus Pilpres di DPR, yang tentu akan menyandera persiapan presiden terpilih dan peralihan pemerintahan baru , dan rakyat disuguhkan dengan drama politik di sidang paripurna DPR, yang ujung-ujungnya kepentingan rakyat tidak dipikirkan dan tentu menjadi prioritas nomer 2
Dari pertimbangan tersebut, tentu diharapkan agar kedua belah pihak mencari jalan tercepat dan termurah untuk menyelesaikan masalah ini, karena dengan berlarut-larut, atau menghambat jalannya peralihan pemerintahan, tentu rakyat yang banyak dirugikan.
Indonesia perlu “Move On”, karena rakyat butuh makan nasi tidak butuh disajikan drama-drama seperti ini.
ijinkan pihak yang terpilih untuk membuktikan janjinya kepada rakyat dan dengan demikian rakyat menjadi prioritas utama kembali, dan untuk pihak yang belum menang di pilpres ini kritisi jalannya pemerintahan kedepan (jadi oposisi) jangan sampai rakyat dilupakan oleh yang memerintah.
Jadi yang menang dan yang kalah sama2 dibutuhkan dan punya tugasnya masing2 (kalau melihat dari cara pandang demikian, berarti tidak ada yang kalah atau yang menang. Karena masing2 sangat dibutuhkan rakyat, hanya posisi dan tugasnya saja yang berbeda.)
Kalah belum tentu terhina… Cara menerima kekalahan dan menghadapi kekalahan itu yang menentukan kebesaran seseorang, sehingga masih mendapat penghormatan dari orang banyak.
Menjadi oposisi yang baik sangat dibutuhkan rakyat, sebagai pembela dari kekuasaan pemerintahan agar tidak semena-mena atau melupakan bahwa kesejahteraan rakyat adalah yang utama.
Dirgahayu Indonesia…….
HG
Sumber : http://ift.tt/Vw7X1Q