Suara Warga

Masih Tetap Yakin? Apa Yakin Keyakinannya Masih Normal?

Artikel terkait : Masih Tetap Yakin? Apa Yakin Keyakinannya Masih Normal?

Wajar kalau bila saat menjelang dan disaat menjalankan kampanye mencari dukungan kita semua optimis dan yakin akan memenangi kampanye. Keyakinan ini harus di tanamkan dalam-dalam kesetiap tim sukses agar semangat memenangkan kompetisi. Tapi perlukan keyakinan itu dipertahankan bila fakta berbicara lain? tulisan ini akan membawa anda berpikir realistis!.

Pada saat Pilpres berlangsung, kedua kubu peserta sama-sama yakin, yaitu yakin menang! Prabowo “kita yakin menang!” Jokowi “Pasti Menang”.

9 July 2014

Beberapa saat setelah TPS di tutup seluruh rakyat Indonesia sudah dapat memastikan siapa yang menang melalui informasi yang diberikan para lembaga penyelenggara real count. Dan keyakinan menang salah satu kandidat itupun terbantahkan oleh 8 lembaga quick count menyatakan bahwa Jokowi yang memenangkan Pilpress walau 4 “lembaga” penyelenggara quic count lainnya mengatakan Prabowo lah yang menang. (sumber: http://ift.tt/1ptJLon)

Perbedaan ini menimpulkan polemik yang sangat luar biasa karena bisa mempengaruhi keyakinan kedua kubu pasangan serta dapat membuat opini tertentu kepada masyarakat.

Setiap penyelenggara quick count saling mengklaim dirinyalah yang menang dan saling meyakini penyelenggara quick count lainlah yang salah. Tak mau berlarut-larut akhirnya dibuatlah audit kepada semua penyelenggara quick count tapi sayangnya keempat penyelenggara quick count yang memengankan salah satu kubu “enggan” di audit dengan berbagai alasan. Berpikirlah secara logis berdasarkan fakta serta nilai-nilai kejujuran, apa masih yakin dengan hasil penelitian keempat “lembaga survey” penyelenggara quick count itu? dan salahsatu kubu pun tetap yakin menang!.

22 July 2014

KPU secara resmi menyatakan Jokowi yang memenangkan Pilpres, kubu Prabowo yang masih yakin menang menolak keputusan walau keputusan yang diambil KPU telah sesuai dengan data-data yang ada yang diambil sesuai dengan konstitusi yang berlaku (konstitusi yang telah disepakati kedua pasang calon presiden dan wakil presiden pada saat mendaftar sebagai peserta Pilpres). Lagi-lagi kubu Prabowo tetap mengatakan “kita yakin menang!” walau sebenarnya keyakinannya telah terbantahkan oleh data real yang dapat dilihat dengan mata telanjang.

MK

Karena masih yakin memang akhirnya “Bola panas” hasil Pipress itu sekarang berada di Mahkamah Konstitusi. Lagi-lagi keyakinan menang itu dibantahkan sebagian besar para ahli hukum ketatanegaraan bahkan mantan ketua tim sukses Prabowo pun sangat pesimis bisa merubah keadaan. Tapi apa yang terjadi keyakinan menang masih ada walau realitas yang logis berkata lain.

Saya Ajak Anda Semua Berpikir Logis

Sebelumnya mari membaca beberapa ulasan berikut ini:


  1. http://ift.tt/1obQUwX

  2. http://ift.tt/1ozGcRp

  3. http://ift.tt/1obQS8h


Tidak mudah untuk memenangkan perkara pemilu apalagi bila data-data dan bukti gugatan yang diajukan ke MK kurang atau bahkan tidak valid.

Data yang tidak valid dan gugatan yang tidak dapat di verifikasi seperti: penggelembungan suara, money politik, daftar pemilih yang tidak sesuai saya rasa sudah membantah keyakinan menang kubu Prabowo.

Apa Yakin Keyakinan Anda Masih Normal?

Hasil Pilpres 9 July adalah FAKTA, Fakta yang didapat dari sebuah proses yang sangat terbuka, independent dan sesuai dengan konstitusi yang telah disepakati kedua pasang Capres dan Cawapres yang juga telah menetapkan siapa yang sebenar-benarnya menang dalam kompetisi tersebut.

Apa anda masih tetap yakin menang? atau apakah anda yakin bila keyakinan anda masih normal?




Sumber : http://ift.tt/1obQS8j

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz