Kemerdekaan Sejati
Hari ini segenap rakyat Republik Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 69. Setiap sudut negeri ini tampak bergembira ria mengikuti protokoler upacara pengibaran bendera merah putih. Tak luput dari mulai anak-anak, orang dewasa hingga para manula juga terlihat ikut berduyun-duyun mendatangi tempat-tempat/lapangan yang dijadikan sebagai tempat dilaksanakannya upacara dan perayaan tujuhbelas agustusan.
Agenda tahunan yang rutin dilaksanakan di republik ini telah berubah menjadi seperti perayaan yang hampir kehilangan nyawanya, tidak lebih dari sekedar hanya menjalankan protokoler rutin saja. Menggunakan anggaran Negara yang tidak sedikit jumlahnya untuk tiap tingkatan pemerintahan dengan berbagai macam kegiatan sebagai upaya untuk memeriahkan hari kemerdekaan ini.
Hari ini rakyat merasakan kebahagiaan, bukan kemerdekaan yang sesungguhnya. Mereka bahagia karena dapat melihat kemeriahan dan keramaian anak-anak sekolah dijalanan saat merayakan hari kemerdekaan. Mereka bahagia karena bisa melihat senyum anak-anak mereka dengan sebatang obor ditangan, mereka bahagia karena melihat anak mereka menjadi anggota pengibar bendera, mereka bahagia karena orangtua mereka menjadi komandan upacara, mereka bahagia karena saudara mereka menjadi inspektur upacara dan banyak hal yang membuat mereka bahagia.
Apakah rakyat memang sudah merdeka? Kemerdekaan adalah kebebasan dari sebuah belenggu yang mengikat diri. Belenggu yang mengikat republik saat ini antara lain, kemiskinan, pelayanan kesehatan, pendidikan rendah, pembangunan yang tidak merata, korupsi, kolusi, nepotisme, kebebasan beragama dan banyak lagi. Hanya segelintir orang yang telah merdeka dari KEMISKINAN, hanya mereka yang punya uang yang sudah merdeka dari KESEHATAN, hanya mereka yang tinggal di pusat-pusat kota yang telah merdeka dari PENDIDIKAN, hanya pemerintahan yang kuat peran politknya yang merdeka dari PEMBANGUNAN, hanya para pejabat yang punya meja yang merdeka dari KKN.
Kemerdekaan sejati adalah kebebasan dari belengu-belengu permasalahan kebangsaan, yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat tanpa kecuali. Seluruh lapisan masyarakat berhak untuk mendapatkan kemerdekaan sejati sebagaimana diatur dalam undang-undang. Sama hal nya ketika Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan tepatnya 69 tahun yang lalu, merdeka dari belenggu penjajahan milik seluruh rakyat Indonesia bukan hanya milik mereka yang ada dipusat kekuasaan.
Semoga para pemegang kekuasaan di republik ini mengerti akan apa yang menjadi persoalan mendasar rakyat, terutama saat ini adalah perayaan ulangtahun kemerdekaan terakir bagi pemangku kekuasaan pemerintahan periode 2009-2014, saat nya menjelang pemerintahan baru dengan harapan kemerdekaan yang baru.
Sumber : http://ift.tt/1pqYu7x
Agenda tahunan yang rutin dilaksanakan di republik ini telah berubah menjadi seperti perayaan yang hampir kehilangan nyawanya, tidak lebih dari sekedar hanya menjalankan protokoler rutin saja. Menggunakan anggaran Negara yang tidak sedikit jumlahnya untuk tiap tingkatan pemerintahan dengan berbagai macam kegiatan sebagai upaya untuk memeriahkan hari kemerdekaan ini.
Hari ini rakyat merasakan kebahagiaan, bukan kemerdekaan yang sesungguhnya. Mereka bahagia karena dapat melihat kemeriahan dan keramaian anak-anak sekolah dijalanan saat merayakan hari kemerdekaan. Mereka bahagia karena bisa melihat senyum anak-anak mereka dengan sebatang obor ditangan, mereka bahagia karena melihat anak mereka menjadi anggota pengibar bendera, mereka bahagia karena orangtua mereka menjadi komandan upacara, mereka bahagia karena saudara mereka menjadi inspektur upacara dan banyak hal yang membuat mereka bahagia.
Apakah rakyat memang sudah merdeka? Kemerdekaan adalah kebebasan dari sebuah belenggu yang mengikat diri. Belenggu yang mengikat republik saat ini antara lain, kemiskinan, pelayanan kesehatan, pendidikan rendah, pembangunan yang tidak merata, korupsi, kolusi, nepotisme, kebebasan beragama dan banyak lagi. Hanya segelintir orang yang telah merdeka dari KEMISKINAN, hanya mereka yang punya uang yang sudah merdeka dari KESEHATAN, hanya mereka yang tinggal di pusat-pusat kota yang telah merdeka dari PENDIDIKAN, hanya pemerintahan yang kuat peran politknya yang merdeka dari PEMBANGUNAN, hanya para pejabat yang punya meja yang merdeka dari KKN.
Kemerdekaan sejati adalah kebebasan dari belengu-belengu permasalahan kebangsaan, yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat tanpa kecuali. Seluruh lapisan masyarakat berhak untuk mendapatkan kemerdekaan sejati sebagaimana diatur dalam undang-undang. Sama hal nya ketika Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan tepatnya 69 tahun yang lalu, merdeka dari belenggu penjajahan milik seluruh rakyat Indonesia bukan hanya milik mereka yang ada dipusat kekuasaan.
Semoga para pemegang kekuasaan di republik ini mengerti akan apa yang menjadi persoalan mendasar rakyat, terutama saat ini adalah perayaan ulangtahun kemerdekaan terakir bagi pemangku kekuasaan pemerintahan periode 2009-2014, saat nya menjelang pemerintahan baru dengan harapan kemerdekaan yang baru.
Sumber : http://ift.tt/1pqYu7x