Suara Warga

Tegas Terhadap Kedaulatan NKRI, Asing Mulai Serang Jokowi Isu Papua

Artikel terkait : Tegas Terhadap Kedaulatan NKRI, Asing Mulai Serang Jokowi Isu Papua

14185239681404124819 Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Dok KOMPAS)



Presiden Joko Widodo atau Jokowi mulai diserang pihak asing dalam kasus Papua. Masih belum lama menjabat, terjadi penembakan terhadap warga sipil di Papua.

Tentunya yang tertuduh pihak TNI dan Polri. Padahal kalau melihat lebih jernih terjadi pergesekan di antara Organisasi Papua Merdeka (OPM). Ada faksi Inggris yang dimotori Benny Wenda, ada juga yang dimotori Australia, maupun faksi-faksi lainnya termasuk di Amerika Serikat.

Dalam beberapa kasus, mereka pun sering bentrok di lapangan. Dan kejadian perang antar anggota OPM tidak bisa dihindarkan.

Setelah kejadian tertembaknya warga Papua, beberapa tokoh Papua termasuk petinggi gereja meminta Jokowi tidak usah datang ke Bumi Cendrawasih.

Tokoh gereja Papua, Pdt Socrates Sofyan Yoman meminta Jokowi tidak usah datang ke Papua untuk natal karena biasa perayaan natal yang mencapai 20 miliar tidak sebanding penderitaan rakyat Papua. Baca di sini

Peran Asing di Papua

The Canberra Times pada Sabtu (13/8/2011) menyebut tentang laporan rahasia mengenai kaum separatis Papua yang ditulis oleh kesatuan elit militer Indonesia, Kopassus. Laporan tersebut mengklaim adanya kelompok-kelompok bersenjata yang bersiaga untuk perang gerilya. Tetapi dalam laporan diungkap bahwa kelompok itu hanya memiliki satu senjata untuk setiap 10 orang.

Laporan yang bertajuk ‘Anatomi Separatis Papua (Anatomy of Papuan Separatis)’ itu menyatakan, penduduk dari provinsi timur yang kaya akan sumber daya ini ‘mudah dipengaruhi oleh ide-ide separatis’. “Tuntutan irasional untuk hak adat atas tanah dan terbatasnya infrastruktur serta transportasi telah menghambat pertumbuhan ekonomi,” kata laporan itu.

Kalau kita kaitkan pernyatan tegas Jokowi sebelum dilantik yang dikutip media Australia The Sydney Morning Herald (SMH) edisi Sabtu (18/10).

Jokowi, yang ditulis SMH dengan sebutan ‘’Mr Joko”, memperingatkan Perdana Menteri Tony Abbott agar Angkatan Laut Australia tidak seenaknya memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa diundang, termasuk dengan dalih menghalau balik imigran ilegal maupun pencari suaka yang hendak memasuki wilayah perairannya.

Selain itu, Jokowi pun akan bertindak tegas terhadap gerakan separatis termasuk peran asing dalam merongrong kedaualatan NKRI.

Sikap tegas itu dibuktikan dengan menenggelamkan kapal asing. Dan melihat gejala tegasnya Jokowi, asing mulai bermain di Papua.




Sumber : http://ift.tt/12KjHkV

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz