Kyai, Mafia, Bajingan satu komplotan "hancur lah desa ku"
Kehancuran suatu kerajaan tidak terlepas dari yang namanya pimpinan, jika sang pemimpin visioner maka tidak heran kerajaan tersebut akan maju, layaknya Sultan Mehmed di Irak atau Hayam Wuruk ketika masih ada maha patih Gaja Mada, sang pemimpin tidak mungkin bisa bertindak sendirian, mereka harus ada pendamping atau setidaknya ada yg memback up nya untuk menyetir pucuk pimpinan, jika yang memback up dapat mengantarkannya ke kursi kepemimnan maka mereka adalah orang-orang yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat, tidak pandang itu kyai, bajingan, mafia atau kyai berbentuk bajingan itu sama saja, dan sekarang yang menjadi pertanyaan besar adalah, siapakah yang telah memback up kepala desa curah lele ? Sementara trek recordnya lebih dikenal sebagai bajingan yang bahkan pernah membunuh orang. Kyai merupakan pemimpin sosial dan ada 7 pesantren di desa curah lele, bagaimana sikap para kyai tersebut ? Bagaimana pengaruhnya, kenapa sosok kepalaa desa saat ini sampai bisa menduduki jabatannya, apakah ada kongkalikong antara 7 kyai ini dengan pemimpin desa saat ini. Berikut hasil investigasi hari ini.
Sumber : http://ift.tt/1sE3FFx
Dari beberapa waktu lalu penulis selalu bertanya-tanya, bagaimana pengaruh kyai curah lele kog bisa pemimpinnya di pegang oleh bajingan, dan hal tersebut secara tidak langsung merusak citra baik desa curah lele yang notabennya adalah desa religius yang pernah di muat di Radar Jember tahun 2008, dan usut punya usut, saya ucapkan banyak terima kasih kepada Kyai. Mughni dan Kyai Zaini karang pakem karena sikap anda yang lebih condong kepada kata benar, tidak peduli percaturan politik mengatakan hitam lebih kuat dan sudah bisa di prediksi, akan tetapi sikap yang anda ambil adalah sikap yang benar-benar menunjukkan seorang Kyai sesungguhnya, smoga sikap anda selalu seperti ini tidak berubah. Dan mohon maaf jika kata “BANGSAT” ku hadiahkan padamu wahai kyai Proposal, kyai Uang, dan lain sebagainya, karena sikap yang anda ambil tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin, trutama kyai produksi mineral dan kyai makelar yang telah berada di garda terdepan untuk memback up bajingan menjadi pemimpin desa ini, dan juga ku haturkan kepada mafia politik negeri berjas kuning, mudanya kyai tapi kedok belaka, “Mursal”
Wahai pemuda, Desa kita telah hancur, masihkah engkau menaruh hormat terhadap pemimpin sosialmu, masihkah kau bungkam dengan keadaan ini, jika bergerak sesungguhnya kita lemah melawan topeng-topeng berkedok kyai ini, dengan nada serak ku katakan desa ku telah rusak
Wahai pemuda, Desa kita telah hancur, masihkah engkau menaruh hormat terhadap pemimpin sosialmu, masihkah kau bungkam dengan keadaan ini, jika bergerak sesungguhnya kita lemah melawan topeng-topeng berkedok kyai ini, dengan nada serak ku katakan desa ku telah rusak
Sumber : http://ift.tt/1sE3FFx