Suara Warga

Gede Pasek: Merpatipun Tidak Pernah Ingkar Janji

Artikel terkait : Gede Pasek: Merpatipun Tidak Pernah Ingkar Janji

Judul ini saya ambil ketika makan malam sambil ngobrol dengan Gede Pasek empat hari lalu di Denpasar. Mendengar cerita Pasek saya teringat dengan lagu Paramita Rushady yang sempat Hit pada medio 80an. Merpati tidak pernah ingkar janji, sebuah judul yang sungguh menginspirasi.

Namun kali ini kita akan membahas Bapak SBY Partai Demokrat, sosok dan partai yang paling fenomenal dalam sejarah politik Indonesia. Pertama kali ikut kontestasi Pemilu tahun 2004 Partai Demokrat langsung menghantarkan kadernya SBY menjadi Presiden dua periode. Demokrat berhasil memunculkan ketua umum partai politik besar dan berkuasa termuda yaitu Anas Urbaningrum dalam usia belum genap 41 tahun. Demokrat memecahkan rekor kenaikan suara sampai dengan 300 persen dalam pemilu 2009. Namun demokrat juga memecahkan rekor penyusutan suara terekstrim dari 21 persen menjadi 10 persen dari 148 kursi menjadi hanya 61 kursi DPRRI pada Pemilu 2014.

Tanpa terasa, kongres Partai Demokrat sudah di depan mata, paling lambat bulan Mei 2014 kongres harus digelar. Beberapa tokoh mulai melakukan pemanasan sebut saja Ventje Rumangkang pendiri dan deklarator. Beliau mulai menghembuskan hawa panas diarahkan ke SBY. Ventje meminta supaya SBY tidak lagi mencalonkan diri menjadi ketua Umum Demokrat dengan alasan kaderisasi kepemimpinan harus berjalan. Ventje menawarkan beberapa calon ketua umum potensial seperti Ahmad Mubarok, Marzuki Alie, Isran Noor, SYS NS dan Akbar Yahya yang sudah mendeklarasikan diri.

Konon kabarnya Ventje juga sudah melakukan konsolidasi ke para pendiri, deklarator dan para tokoh lainya bahkan juga lobby ke penguasa saat ini. Gerakan Ventje berhasil memancing sang ketua umum. SBY pun berniat komunikasi dan bicara dengan ventje melalui Syarief Hasan, namun Ventje menolak, seolah Ventje berkata “tak ada maaf bagim atau loe, gue end”.

Dari balik jeruji besi KPK, Anas dan pasukanya terus memantau perkembangan politik termasuk kongres partai Demokrat. Waktu waktu kunjungan dimanfaatkan dengan efektif dan efisien. Gede Pasek Suardika akhirnya mendapat kepercayaan dari Anas Urbaningrum untuk maju sebagai calon ketua Umum PD.

Pasek memang diberi amanat oleh Anas untuk melanjutkan visi, misi dan programnya jika nanti terpilih menjadi ketua Umum. Cita cita Anas yang terputus karena drama politik penguasa dengan cara “Nabok Nyilih Tangan”. Anas sejak awal berniat mengelola dan membesarkan PD dengan kempemimpinan demokratis berbasis meritokrasi dan mendengar aspirasi rakyat. Pasek Akhirnya menyatakan diri untuk maju sebagai calon Ketua Umum PD pada kongres 2015 mendatang.

Namun jauh jauh hari sebelum Ventje, Pasek atau siapapun melakukan pemanasan, SBY sang ketua Umum Majelis Tinggi merangkap Ketua Umum Partai Demokrat telah melakukan langkah langkah kuat dan hegemonis untuk kembali duduk sebagai penguasa tunggal dan abadi Partai Demokrat.

Beredar fotocopy surat “pemaksaan” kepada seluruh DPD dan DPC PD se Indonesia yang isinya “memohon dan meminta bapak SBY untuk kembali memimpin Partai Demokrat”. Dalam alenia selanjutnya berbunyi “ untuk itu kami mendukung pemilihan bapak SBY menjadi ketua umum Partai Demokrat secara aklamasi dalam kongres ke 3” dibawahnya terdaftar nama nama ketua DPD dengan tandatangan diatas materai 6000 rupiah. Beberapa DPD dan DPC yang menjunjung tinggi demokrasi curhat kepada Pasek tentang operasi aklamasi ini. Mereka merasa ditekan dan diintimidasi.

Pasek angkat bicara mengingatkan dan menagih janji bapak SBY ketika mereka berdua bertemu empat mata sebelum KLB Bali. Deal yang disepakati adalah Pasek diberi tugas mengamankan orang orangnya Anas (pen para ketua DPD dan DPC) dengan kompensasi akan berbagi jabatan di kepengurusan internal PD. Kedua, SBY mengamankan Marzuki Alie dan orang orangnya. Deal ketiga SBY tidak akan memberikan jabatan sek Jend Partai kepada Edhie Baskoro Yudhoyono .

Dalam acara KLB di Bali, SBY juga berjanji akan menjadi ketua umum Demokrat hanya sampai 2015. SBY bersedia menjadi ketua umum PD dalam KLB Bali dengan alasan menyelamatkan Partai yang menurut beliau dalam kondisi darurat. Marzuki Alie yang sudah bersusah payah mengkonsolidasi ketua DPD dan DPC kena semprot SBY melalui SMS yang melegenda itu. Marzuki Alie layu tak berkutik.

Kembali kepada Pasek. Loyalis Anas ini telah melaksanakan tugasnya dengan baik, meluluhkan hati Anas dan para pendukungnya untuk memuluskan kongres dengan memilih SBY secara aklamasi. Namun janji SBY yang akan berbagai jabatan merekrut orang orangnya Anas dalam kepengurusan PD diingkari. Orang orang Anas digenosida rata dengan tanah termasuk Pasek sendiri dicopot dari ketua komisi 3 bahkan sempat dipecat dari DPRRI dengan “surat Palsu” yang ditandatangai ketua harian dan sekjend. Pengikut Anas “ Halal Darahnya”.

SBY juga ingkar janji dengan tetap menjadikan Edhie Bhaskoro Yudhoyono sebagai Sekjend PD dan ingkar janji SBY disempurnakan dengan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PD pada kongres 2015 mendatang. SBY memang belum deklarasi calon ketua umum, tapi gerakan politiknya terlihat terang benderang apalagi dengan beredarnya foto copy “surat aklamasi”.

SBY adalah seorang pencipta lagu berbakat sekaligus penyanyi dengan suara merdu. Bli Pasek, mungkin kita perlu menggelar lomba karaoke atau Politisi Idol khusus menyanyikan lagu “ Merpati tidak Pernah Ingkar Janji”. Dengan nyanyian boleh jadi pak SBY yang seniman itu akan tersentuh dan langsung ingat pada janjinya. Atau sebenarnya anda ingin berkata “ Merpatipun tidak pernah ingkar Janji”.

Di twitter beredar foto copy lembar ujian anak SD “ apa yang terjadi kalau suka berbohong? Anak itu menjawab “bisa jadi Presiden”. Anak yang pintar. Karena itu Merpati tidak pernah bisa jadi presiden.






Sumber : http://ift.tt/1wk6AD1

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz