Provokasi Pemakzulan Presiden Terpilih
Sedang hangat di telinga kita bahwa pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti berpendapat bahwa Koalisi Merah Putih (KMP) berkemungkinan memakzulkan Pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi-JK jika nanti kursi tinggi MPR berhasil diraih. “Mereka (KMP) bisa gunakan Pasal 51 ayat 2 untuk makzulkan Jokowi-JK,” ujarnya.
Saya kira analisa Bung Ray ini provokatif sekali, tak semudah itu melakukan pemakzulan kepada Presiden, ada proses-proses yang sangat rumit menuju kesana, dan apa alasannya melakukan pemakzulan jika tidak ada pelanggaran hukum atau konstitusional dari seorang Presiden yang akan dilantik 20 Oktober 2014 nanti, saya kutip pernyataan Prof, Jimmly seorang ahli hukum tata negara, bahwa saat ini itu untuk memakzulkan Presiden itu lebih sulit daripada merubah UUD 1945.
Analisa dari Bung Ray semacam ini malah semakin akan memanaskan konstelasi politik pasca pilpres yang tak kunjung mereda. Seharusnya kita sudahi sisa-sisa peperangan pilpres ini dan bersama-sama memikirkan masa depan bangsa, bersama-sama saling bahu-membahu membangun bangsa, mulai dari eksekutif, legislatif, para elit partai, dan komponen-komponen masyarakat lainnya termasuk rakyat secara keseluruhan. Mari kita kawal pemerintahan kedepan dengan menjadi agen bangsa yang kritis dan membangun.
Sumber : http://ift.tt/1qACF1K
Saya kira analisa Bung Ray ini provokatif sekali, tak semudah itu melakukan pemakzulan kepada Presiden, ada proses-proses yang sangat rumit menuju kesana, dan apa alasannya melakukan pemakzulan jika tidak ada pelanggaran hukum atau konstitusional dari seorang Presiden yang akan dilantik 20 Oktober 2014 nanti, saya kutip pernyataan Prof, Jimmly seorang ahli hukum tata negara, bahwa saat ini itu untuk memakzulkan Presiden itu lebih sulit daripada merubah UUD 1945.
Analisa dari Bung Ray semacam ini malah semakin akan memanaskan konstelasi politik pasca pilpres yang tak kunjung mereda. Seharusnya kita sudahi sisa-sisa peperangan pilpres ini dan bersama-sama memikirkan masa depan bangsa, bersama-sama saling bahu-membahu membangun bangsa, mulai dari eksekutif, legislatif, para elit partai, dan komponen-komponen masyarakat lainnya termasuk rakyat secara keseluruhan. Mari kita kawal pemerintahan kedepan dengan menjadi agen bangsa yang kritis dan membangun.
Sumber : http://ift.tt/1qACF1K