Suara Warga

Perjalanan Wong Cilik Mengiringi Jokowi

Artikel terkait : Perjalanan Wong Cilik Mengiringi Jokowi



14137729511205744897 Doa Restu Mendukung Perjuanganmu, Jokowi - JK



Awal saya coba-coba belajar menulis artikel berbau politik di Kompasiana ketika di sosial media beredar santer berita video jingle garapan Ahmad Dhani mendukung Prabowo. Mengetahui ada Husein, Virzha dan Nowela ikut berkontribusi dalam video itu jelas membuat saya terkejut. Rasanya tidak rela mengetahui tiga bintang idol yang sangat berbakat itu tiba-tiba awal karir mereka dimanfaatkan oleh Ahmad Dhani demi kepentingan bisnis politik.

Menyikapi kontroversi video Ahmad Dhani tersebut saya menuliskan artikel yang menyenggol soal politik untuk pertama kalinya, Ketika Indonesian Idol Menjadi Politik Idol. Awalnya saya memang sangat skeptis sekali dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan politik. Sejak pileg dan pilpres sebelumnya saya golput murni. Namun tekanan-tekanan kubu Prabowo yang semakin gencar menyerang Jokowi membuat saya, mau tidak mau, harus belajar melek politik.

Semenjak itu saya rajin mengikuti update berita-berita terbaru baik melihat di tv atau membaca berita di media online. Ditengah sepak terjang kampanye hitam kubu KMP sepanjang masa kampanye, saya punya keyakinan kuat, semakin hitam langkah bidak catur lawan maka Jokowi – JK akan semakin kokoh mengungguli suara lawan. Keyakinan saya terjawab, hitungan resmi KPU tanggal 20 Agustus 2014 mengesahkan Jokowi – JK memenangkan kursi Presiden dan Wakil Presiden 2014 – 2019.

Setelah kemenangan Jokowi – JK dibentuklah pemerintahan transisi oleh kubu Indonesia Hebat. Didalamnya dibicarakan kandidat calon-calon mentei pengisi kabinet Indonesia. Jokowi yang terbiasa mendengarkan aspirasi rakyat membuka selebar-lebarnya masukan kandidat calon menteri pilihan rakyat yang kemudian akan kembali disaring dan digodok oleh tim pemerintahan transisi. Tergerak kembali hati saya untuk menuliskan artikel politik berbekal sebatas opini murni seorang rakyat biasa. Terbitlah artikel politik kedua saya Menteri Kabinet Ala Tukang Kayu.

Tak terasa, seiring berjalannya waktu saya jadi hobi baca artikel-artikel dikanal politik Kompasiana. Hampir setiap hari Kompasiana di dominasi oleh tulisan-tulisan politik para Sobat Kompasiana yang sangat Bermanfaat sekali bagi Rakyat Indonesia yang ingin belajar melek politik seperti saya misalnya. Saya sebagai salah satu wong cilik dari sekian juta Rakyat Indonesia menyadari betapa pentingnya mengenal politik. Karena masalah kenaikan harga BBM, masalah angka pengangguran yang selalu meningkat dan masalah kemiskinan tak lain semua itu akibat dampak keputusan politik.

Salah memilih pemimpin maka hancurlah negara. Semangat Sobat Kompasioners menulis artikel-artikel politik jelas sangat membantu saya membuka mata lebih lebar. Melalui artikel-artikel para Sobat Kompasioners saya sadari betapa begitu besarnya rasa cinta Rakyat Indonesia kepada negara dan benderanya. Namun dibalik hasrat besar saya semakin belajar mengenal politik ada rasa terima kasih yang besar pula yang ingin saya sampaikan kepada Prabowo. Karena sosok beliau semangat belajar menulis saya semakin besar. Dan saya ungkapkan rasa terima kasih saya kepada beliau dalam tulisan Terima Kasih Prabowo.

Namun entah kenapa, lama-kelamaan, saya jadi merasa kasihan dengan Prabowo. Segala umpatan dan hujatan mengarah kepada beliau. Ambisi dan statement-nya yang sering spontan keluar dari mulut beliau justru berbalik menjadi senjata makan tuan. Seorang mantan jenderal menjadi bahan lelucon massal. Saya mulai curiga, tidak sepenuhnya ambisi kursi kepresidenan menjadi obsesi pribadi Prabowo semata.

Ambisi obesesi partai-partai koalisi pendukung Prabowo patut dijadikan penyebab semakin terpuruknya nama Prabowo. Saya menduga Prabowo bukan lagi penunggang kuda tapi Prabowo-lah yang sebenarnya sedang ditunggangi oleh partai-partai koalisi pengusungnya. Catatan hitam tokoh-tokoh politikus partai pendukung Prabowo bisa dijadikan salah satu alasan kuat kalau sebenarnya (kekuatan dan kelemahan) Prabowo sedang dimanfaatkan.

Kemenangan Jokowi sangat membahagiakan saya pribadi, sangat membahagiakan semua pendukungnya, Rakyat Indonesia. Arti kehadiran Jokowi sangat besar bagi saya, seorang rakyat kecil biasa. Yang kadang sering ditindas oleh birokrasi penguasa. Wong cilik segala urusannya dipersulit dikelurahan sampai kecamatan jika ada uang segala urusan cepat dikerjakan. Wong cilik jadi sapi perahannya razia ilegal polisi lalu lintas di jalan raya. Uang wong cilik sepuluh ribu, duapuluh ribu sampai seratus ribu diminta, dipalak, atau urusan akan tambah ruwet dipersulit, makan waktu lama menyelesaikannya. Kering sudah kantong rakyat kecil.

Saya sebagai wong cilik sudah letih melihat dan mengalami keadaan seperti ini. Kehadiran Jokowi yang seperti tiba-tiba dikirim Tuhan dari Langit membuat saya bangkit kembali, rasanya ada secercah harapan baru untuk negeri yang nyaris porak poranda ini. Harapan untuk negeri yang kekayaan alamnya sudah habis dirampok oleh bangsanya sendiri. Lalu dijual, digadai dengan alasan klasik demi investasi membangun negeri. Lahirlah tulisan saya Arti Kehadiran Jokowi Bagi Rakyat Kecil. Gambaran seadanya jerit suara Rakyat Kecil alis wong cilik yang bersimpuh berharap meminta pertolongan dari Bapaknya. Sejahterakan hidup kami.

Kehadiran Jokowi sebagai Manusia Ketujuh meminjam petikan Syair Sobat Christian Kelvianto, memberi Inspirasi dan Mendobrak Kemapanan Politik. Bahwa Indonesia masih punya stok Putra Bangsa yang juga membuka mata dunia. Yang lahir dari orang biasa, rakyat biasa, wong cilik. Lahir dan tumbuh mekar dari kemiskinan kini dengan kesederhanaannya beliau memimpin 250 juta Rakyat Indonesia.

Jokowi membuktikan bahwa siapa saja asal dia Rakyat Indonesia, punya kesempatan untuk maju dan membangun bangsa. Untuk menjadi seorang presiden dia tidak harus seorang sarjana hukum atau ahli dibidang politik. Ini mendobrak kemapanan sistim perpolitikan di Indonesia. Jokowi menegaskan, rakyat Indonesia lebih membutuhkan orang yang siap kerja, siap melayani rakyatnya. Bukan pemimpin yang hanya pintar ber-retorika.

Terbayang oleh saya selama ini, sepanjang dua periode pemerintahan sebelumnya gelar pendidikan para menteri jauh tidak selaras hasil kerjanya, tidak selaras dengan harapan rakyat Indonesia. Tergerak saya menuliskan Jokowi Patahkan Mitos Menteri Kesehatan Dari Kalangan Dokter. Karena yang saya pahami sebagai rakyat kecil, biaya berobat masih mahal, harga obat-obatan juga semakin mahal, penyebaran AIDS di Indonesia juga semakin meresahkan, iklan rokok masih bebas bergentayangan di televisi, dipusat-pusat kota papan billboard dikuasi oleh produsen-produsen rokok, anak-anak SD santai beli rokok. Dimana kerja Menteri Kesehatan menyikapi fakta aktual kondisi dilapangan?

Sibuknya KPK menangkap para koruptor dibawah pimpinan Abraham Samad membuat saya semakin semangat melihat masa depan bangsa. Sosok Ahok yang fenomenal tegas lugas apa adanya menambah kuat keyakinan saya bahwa pada tahun ini memang Tangan Tuhan Sedang Bekerja.

Lengkaplah kehadiran Jokowi memiliki Sahabat Muda seperti Abaraham Samad dan Ahok. Tergerak saya untuk menuliskan Gebrakan Trio Jokowi-Ahok-Abraham Samad = Ngeri-Ngeri Sedap, mereka bertiga adalah satu senyawa kemenangan. Kemenangan kebenaran, kemenangan keadilan dan kemenangan hati nurani.

Kini hari ini satu senyawa kemenangan menjadi milik Kita Rakyat Indonesia. Sejuk rasanya diakhir cerita Jokowi dan Prabowo saling berjabat tangan dan senyum mereka menentramkan Rakyat Indonesia. Rakyat bahagia melihat masa peralihan kekuasaan dari SBY kepada Jokowi berjalan dengan lancar menenangkan Hati Rakyat Indonesia.

Terima Kasih Prabowo, Terima Kasih SBY, Terima Kasih Jokowi, kalian bertiga sudah sudah menunjukkan keteladanan sebagai seorang Negarawan. Kini kita sambut Manusia Ketujuh, Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, 20 Oktober 2014. Kita sambut Jusuf Kall sebagai Wakil Presiden Indonesia. Doa Restu Kami Mendukung setiap perjuanganmu untuk Bumi Pertiwi, Indonesia Tercinta.

Salam Indonesia Raya




Sumber : http://ift.tt/1vSrARs

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz