Melihat Jokowi dari Papua
Bagi sebagian masyarakat Papua, Jokowi memang sudah dikenal sebagai “presiden” jauh-jauh hari sebelum beliau dilantik. Masyarakat Papua memiliki harapan besar untuk kesejahteraan Papua kepada pasangan Jokowi-JK, maka dari itu pasangan tersebut mendapatkan sebagian besar suara rakyat Papua untuk memilihnya pada pemilihan presiden kemarin.
Kini, Indonesia mempunyai presiden baru pilihan rakyat, bapak presiden Ir. H. Joko Widodo dan wakilnya, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla. Pelantikan presiden dan wakil presiden yang di tempatkan di Ruang Rapat Paripurna I Gedung MPR/DPD/DPR RI berjalan khidmat dan lancar, masyarakat yang tinggal di kota hingga pelosok nusantara menonton langsung lewat siaran live dari beberapa stasiun televisi nasional.
Teringat beberapa bulan yang lalu saat saya tinggal di kabupaten Jayawijaya, Papua. Setiap pagi, sehabis melaksanakan beberapa kegiatan di pesantren Al-Istiqomah Walesi (jaraknya sekitar 12 km ke selatan kota Wamena) saya biasa menonton tv bersama puluhan santri. Menunggu informasi terbaru dari beberapa stasiun televisi ibu kota, meski yang tampil hanya beberapa channel saja. Termasuk berita-berita tentang kegiatan dan pencalonan pasangan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta sebagai presiden RI.
Peran media memang sangat besar dalam melambungkan nama Jokowi, bahkan saat awal-awal mejadi gubernur DKI Jakarta, Jokowi dan wakilya mejadi media darling yang tak habis pemberitaan. Hampir setiap hari Jokowi tampil di kotak kaca ajaib televisi, tidak hanya pada breaking news saat blusukan, dan kegiatan-kegiatan unik beliau lainnya. Acara infotainment yang biasanya dipenuhi berbagai gosip artis terbaru menjadi tersingkirkan oleh pemberitaan tentang Jokowi yang “memukau”. Lihat saja, seorang gubernur yang biasanya dikenal sulit dijangkau masyarakat kecil, yang biasa duduk tenang di ruangan yang wah. Jokowi hadir membawa warna dan kesan baru, ia menjadi sosok gubernur yang istimewa, lain dari biasanya. Ia rela berdesakan di pasar-pasar kotor, menyapa warga di gang-gang sempit, turun langsung memperbaiki kerusakan selokan, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang tak disangka sebelumnya. Maka tak heran, bila orang-orang di Jakarta merasa mendapatkan gubernur baru yang sesuai harapan untuk memperbaiki sendi-sendi permasalahan di ibu kota. Bahkan masyarakat yang bukan warga Jakarta sekali pun ikut merasa kagum dan bangga dengan sosok pendatang baru di kancah perpolitikan Indonesia. Sama halnya dengan di Papua, Jokowi dikenal oleh hampir semua kalangan. Bahkan anak-anak pun lancar menyebutkan kata Jokowi, saat melihat sosok yang biasa mengenakan kemeja putih dengan celana hitam itu muncul di televisi.
Suatu waktu di dalam kelas, sebelum pelajaran berlangsung, seperti biasa saya membukanya dengan membaca Syahadat dan Pancasila bersama, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia, seperti Indonesia Raya, Garuda Pancasila dan Dari Sabang Sampai Merauke. Dilanjutkan dengan pertanyaan rukun Islam dan rukun Iman, juga pertanyaan ringan seputar Papua dan Indonesia. Mulai dari “Apa kepanjangan NKRI?, apa rumah adat dan pakaian khas Papua?, apa Bendera dan lagu kebangsaan Indonesia?. Anak-anak begitu antusias berebutan menjawabnya. Dan yang “lucu” adalah saat saya menanyakan “Siapa presiden Indonesia sekarang?”, beragam jawaban saya dapatkan. Ada yang malu-malu menyebut bintang film yang sering kami tonton selepas jam belajar malam, ada yang menjawab Susilo Bangbang, SBY, atau Yudhoyono saja. Saya tahu, mereka agak kesulitan untuk menyebut nama lengkap (mantan) presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara lengkap. Dan yang “’lucu”, tidak sedikit dari mereka yang menjawab Jokowi, Joko Widodo, bahkan Ahok juga termasuk dalam daftar jawaban pertanyaan “Siapa Presiden Indonesia?”. Saya tersenyum medengarnya.
Bagi saya, jawaban anak-anak kelas 1 dan 2 Madrasah Ibtidaiyah satu-satunya di Pegunungan Tengah Papua itu benar, tidak ada yang salah. Mereka adalah anak-anak luar biasa yang selalu menginspirasi saya, saya mengerti kenapa jawaban mereka bisa berbeda seperti itu. Disamping memang diantara mereka ada yang belum tahu siapa presiden sebenarnya, sosok Jokowi juga seperti “merebut” kursi kepresidenan SBY di tayangan televisi yang sering kami tonton bersama mereka.
Bagi masyarakat Papua, sosok Jokowi yang bersahaja dan pembawaannya yang sederhana menjadi obat penyegar di tengah arus politik yang membingungkan. Jokowi seperti memberikan harapan baru untuk menuntaskan masalah-masalah yang terjadi di Papua. Terlepas dari isu-isu tentang peluang referendum Papua (seperti yang sering terdengar saat kampanye pemilihan presiden), Jokowi memang sudah mempunyai ruang tersendiri di hati masyarakat Papua. Dari yang tinggal di kota, hingga yang tinggal di Honai-honai di kampung pedalaman yang sulit dijangkau.
Hari ini kita menjadi saksi atas sumpah oleh presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, oleh pasangan Jokowi-JK. Semoga bapak Jokowi menjadi presiden yang benar-benar mengabdi untuk bangsa dan negara, bekerja untuk kesejahteraan ratusan juta rakyat Indonesia. Semoga bisa mewujudkan harapan masyarakat Papua dan seluruh rakyat Indonesia. Menjadi pasangan pemimpin yang serasi, memimpin Indonesia dalam beberapa tahun kedepan, sebuah harapan baru untuk Indonesia yang lebih maju.
Merdeka!
20-10-14
@AbimHBB
Sumber : http://ift.tt/1wf1wOm
Kini, Indonesia mempunyai presiden baru pilihan rakyat, bapak presiden Ir. H. Joko Widodo dan wakilnya, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla. Pelantikan presiden dan wakil presiden yang di tempatkan di Ruang Rapat Paripurna I Gedung MPR/DPD/DPR RI berjalan khidmat dan lancar, masyarakat yang tinggal di kota hingga pelosok nusantara menonton langsung lewat siaran live dari beberapa stasiun televisi nasional.
Teringat beberapa bulan yang lalu saat saya tinggal di kabupaten Jayawijaya, Papua. Setiap pagi, sehabis melaksanakan beberapa kegiatan di pesantren Al-Istiqomah Walesi (jaraknya sekitar 12 km ke selatan kota Wamena) saya biasa menonton tv bersama puluhan santri. Menunggu informasi terbaru dari beberapa stasiun televisi ibu kota, meski yang tampil hanya beberapa channel saja. Termasuk berita-berita tentang kegiatan dan pencalonan pasangan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta sebagai presiden RI.
Peran media memang sangat besar dalam melambungkan nama Jokowi, bahkan saat awal-awal mejadi gubernur DKI Jakarta, Jokowi dan wakilya mejadi media darling yang tak habis pemberitaan. Hampir setiap hari Jokowi tampil di kotak kaca ajaib televisi, tidak hanya pada breaking news saat blusukan, dan kegiatan-kegiatan unik beliau lainnya. Acara infotainment yang biasanya dipenuhi berbagai gosip artis terbaru menjadi tersingkirkan oleh pemberitaan tentang Jokowi yang “memukau”. Lihat saja, seorang gubernur yang biasanya dikenal sulit dijangkau masyarakat kecil, yang biasa duduk tenang di ruangan yang wah. Jokowi hadir membawa warna dan kesan baru, ia menjadi sosok gubernur yang istimewa, lain dari biasanya. Ia rela berdesakan di pasar-pasar kotor, menyapa warga di gang-gang sempit, turun langsung memperbaiki kerusakan selokan, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang tak disangka sebelumnya. Maka tak heran, bila orang-orang di Jakarta merasa mendapatkan gubernur baru yang sesuai harapan untuk memperbaiki sendi-sendi permasalahan di ibu kota. Bahkan masyarakat yang bukan warga Jakarta sekali pun ikut merasa kagum dan bangga dengan sosok pendatang baru di kancah perpolitikan Indonesia. Sama halnya dengan di Papua, Jokowi dikenal oleh hampir semua kalangan. Bahkan anak-anak pun lancar menyebutkan kata Jokowi, saat melihat sosok yang biasa mengenakan kemeja putih dengan celana hitam itu muncul di televisi.
Suatu waktu di dalam kelas, sebelum pelajaran berlangsung, seperti biasa saya membukanya dengan membaca Syahadat dan Pancasila bersama, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia, seperti Indonesia Raya, Garuda Pancasila dan Dari Sabang Sampai Merauke. Dilanjutkan dengan pertanyaan rukun Islam dan rukun Iman, juga pertanyaan ringan seputar Papua dan Indonesia. Mulai dari “Apa kepanjangan NKRI?, apa rumah adat dan pakaian khas Papua?, apa Bendera dan lagu kebangsaan Indonesia?. Anak-anak begitu antusias berebutan menjawabnya. Dan yang “lucu” adalah saat saya menanyakan “Siapa presiden Indonesia sekarang?”, beragam jawaban saya dapatkan. Ada yang malu-malu menyebut bintang film yang sering kami tonton selepas jam belajar malam, ada yang menjawab Susilo Bangbang, SBY, atau Yudhoyono saja. Saya tahu, mereka agak kesulitan untuk menyebut nama lengkap (mantan) presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara lengkap. Dan yang “’lucu”, tidak sedikit dari mereka yang menjawab Jokowi, Joko Widodo, bahkan Ahok juga termasuk dalam daftar jawaban pertanyaan “Siapa Presiden Indonesia?”. Saya tersenyum medengarnya.
Bagi saya, jawaban anak-anak kelas 1 dan 2 Madrasah Ibtidaiyah satu-satunya di Pegunungan Tengah Papua itu benar, tidak ada yang salah. Mereka adalah anak-anak luar biasa yang selalu menginspirasi saya, saya mengerti kenapa jawaban mereka bisa berbeda seperti itu. Disamping memang diantara mereka ada yang belum tahu siapa presiden sebenarnya, sosok Jokowi juga seperti “merebut” kursi kepresidenan SBY di tayangan televisi yang sering kami tonton bersama mereka.
Bagi masyarakat Papua, sosok Jokowi yang bersahaja dan pembawaannya yang sederhana menjadi obat penyegar di tengah arus politik yang membingungkan. Jokowi seperti memberikan harapan baru untuk menuntaskan masalah-masalah yang terjadi di Papua. Terlepas dari isu-isu tentang peluang referendum Papua (seperti yang sering terdengar saat kampanye pemilihan presiden), Jokowi memang sudah mempunyai ruang tersendiri di hati masyarakat Papua. Dari yang tinggal di kota, hingga yang tinggal di Honai-honai di kampung pedalaman yang sulit dijangkau.
Hari ini kita menjadi saksi atas sumpah oleh presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, oleh pasangan Jokowi-JK. Semoga bapak Jokowi menjadi presiden yang benar-benar mengabdi untuk bangsa dan negara, bekerja untuk kesejahteraan ratusan juta rakyat Indonesia. Semoga bisa mewujudkan harapan masyarakat Papua dan seluruh rakyat Indonesia. Menjadi pasangan pemimpin yang serasi, memimpin Indonesia dalam beberapa tahun kedepan, sebuah harapan baru untuk Indonesia yang lebih maju.
Merdeka!
20-10-14
@AbimHBB
Sumber : http://ift.tt/1wf1wOm