Suara Warga

Jokowi Bertemu Prabowo, Lalu ?

Artikel terkait : Jokowi Bertemu Prabowo, Lalu ?

“Safari politik” presiden terpilih Jokowi menjelang dilantik secara resmi sebagai presiden dengan mengunjungi beberapa ketua umum parpol sedikit meredamkan suhu panas perpolitikan di negara ini. Semenjak diadakan pilpres sebagian rakyat terpecah menjadi 2 kubu. Setelah pilpres usai dan dinyatakan secara resmi oleh KPU yang didukung keputusan MK bagi kemenangan Jokowi, rupanya pendukung pihak sebelah masih saja ada yang belum mau menerima kenyataan. Jalan terakhir dilakukan dengan rekayasa menguasai posisi strategis di parlemen tanpa menyisakan kursi partai pemenang pemilu beserta koalisinya. Tujuan penguasaan ini nantinya bisa dilihat apakah untuk kepentingan rakyat atau dijadikan batu loncatan oleh mereka mencapai kekuasaan yang lebih besar lagi. Waktu akan membuktikan.

Melihat suhu politik yang kian memanas, Jokowi melakukan terobosan sangat cerdas dengan menyambangi para tokoh yang dianggap punya kekuatan besar dalam koalisi dipihak berseberangan. Salah satunya adalah ketua umum Golkar, Aburizal Bakri dan kandidat capres sebagai rivalnya, Prabowo Subianto. Kedatangan Jokowi menyambangi mereka tanpa didampingi orang partai dari kubunya menunjukkan itikad baik menghentikan pertikaian antar parpol. Ngluruk tanpa bala karena mengistimewakan kepentingan yang jauh lebih besar, bangsa dan negara.

Jokowi telah melakukan langkah tepat dan membuat lawan tidak berkutik, skak mat. Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut menguasai medan pertempuran. Seandainya keinginan Jokowi yang sudah mau “merendahkan diri” sebagai presiden terpilih menyambangi mereka dan tidak disambut, tentunya rakyat akan menilai pihak kubu sebelah memang tidak ada niat untuk menjalin silaturahmi. Rakyat yang sudah apatis dengan tingkah laku kubu KMP akan semakin menjadi. Akhirya mau tidak mau pertemuan tersebutpun terjadi. Prabowo yang semula masih enggan mengucapkan selamat, akhirnya keluar juga pernyataan tersebut. Rakyat pun berharap pernyataan ini dilakukan dengan niat tulus dan ikhlas yang nanti juga bisa diikuti oleh pendukungnya yang selama ini belum bisa menunjukkan sikap legowo.

Bertemunya para tokoh utama tersebut walau kemungkinan besar cara pandang politiknya masih berseberangan, setidaknya merupakan langkah baik bagi pemerintahan baru yang akan datang. Secara hubungan yang bersifat pribadi atau perorangan tidak ada konflik lagi. Dengan catatan jika ini dilakukan dengan tulus tanpa menyisakan sakit hati dan dendam pribadi. Antara rasa sakit hati dan dendam sudah larut dalam silaturahmi.

Langkah besar telah dilakukan oleh Jokowi. Rakyat pendukungnya pun berharap Jokowi akan melebarkan langkah-langkah selanjutnya dengan tidak melupakan keinginan rakyat yang kemarin telah memilihnya. Keinginan akan tuntasnya kasus-kasus yang masih belum terungkap di segala lini dalam pemerintahan 10 tahun terakhir seakan tidak tersentuh. Tidak peduli itu dilingkungan kubu sendiri atau di pihak yang terang-terangan berseberangan maupun yang menyatakan sebagai penyeimbang. Tidak ada tebang pilih. Jangan kecewakan pendukungnya. Apalagi jika sampai terjadi barter kasus hingga akhirnya tidak ada penyelesaian sama sekali.

Menjalin hubungan baik secara pribadi dengan lawan dan kawan dalam berpolitik, sah-sah saja. Namun jangan sampai mengecewakan rakyat banyak jika harus mengorbankan keinginan mereka yang menuntut kasus2 besar di negara ini bisa dituntaskan. PR berat yang ditinggalkan pemerintah sebelumnya semoga bisa menjadi terang benderang pada pemerintah yang akan datang. Harapan besar rakyat yang telah memilih Jokowi dan memberikan kepercayaan, jangan sampai menguap seiring terjalinnya kembali hubungan baik secara personal diantara para elite politik negeri ini.




Sumber : http://ift.tt/10ch9v3

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz