Hot News! Gedung DPRD DKI Jakarta Diserbu FPI
Hot News! Gedung DPRD DKI Jakarta Diserbu FPI
Saat artikel ini saya tulis, sedang berlangsung demo rusuh yang dilakukan oleh Ormas Front Pembela Islam (FPI) di gedung DPRD DKI Jakarta. Dari pantauan secara live di TV ONE, massa FPI melempar batu ke DPRD, batu-batu beterbanggan, mobil-mobil kacanya pada pecah, bodinya penyok-penyok. Sementara polisi hanya berlindung di balik tameng. Tidak ada tindakkan dari kepolisian atas tindakkan yang anarkis dari FPI.
Demo ini dalam rangka menolak Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Jalan Kebon Sirih dibuat macet oleh masa FPI. Jumlahnya banyak, saya kira limaratus-an orang. Berseragam putih, pake kopiah, muka ditutup kain, namun ada juga yang wajahnya tidak tertutup. Sambil teriak-teriak Allahu Akbar, mereka melempar batu. Batunya besar-besar, bikin kaca mobil pecah. Motor parkir pada rusak. Yang masih sempat amankan motor, cepat-cepat bawa kabur motornya. Tapi sebagian besar tidak berani selamatkan motor, takut kepala bocor kena lempar batu.
Dengan polisi yang hanya berdiam diri, tidak menyerang balik, tidak menangkap orang-orang yang dengan beringas melempar batu ke gedung DPRD, maka ormas FPI semakin berani menyerbu gedung DPRD.
Heran, ada apa dengan polisi ? Ini sudah jelas-jelas anarkis. Lempar batu, lempar kayu, serangan datang bertubi-tubi, lapangan parkir penuh batu, tapi tetap saja polisi tidak bertindak.
.
.
.
Jonatan Sara
Sumber : http://ift.tt/1xJA0LB
Saat artikel ini saya tulis, sedang berlangsung demo rusuh yang dilakukan oleh Ormas Front Pembela Islam (FPI) di gedung DPRD DKI Jakarta. Dari pantauan secara live di TV ONE, massa FPI melempar batu ke DPRD, batu-batu beterbanggan, mobil-mobil kacanya pada pecah, bodinya penyok-penyok. Sementara polisi hanya berlindung di balik tameng. Tidak ada tindakkan dari kepolisian atas tindakkan yang anarkis dari FPI.
Demo ini dalam rangka menolak Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Jalan Kebon Sirih dibuat macet oleh masa FPI. Jumlahnya banyak, saya kira limaratus-an orang. Berseragam putih, pake kopiah, muka ditutup kain, namun ada juga yang wajahnya tidak tertutup. Sambil teriak-teriak Allahu Akbar, mereka melempar batu. Batunya besar-besar, bikin kaca mobil pecah. Motor parkir pada rusak. Yang masih sempat amankan motor, cepat-cepat bawa kabur motornya. Tapi sebagian besar tidak berani selamatkan motor, takut kepala bocor kena lempar batu.
Dengan polisi yang hanya berdiam diri, tidak menyerang balik, tidak menangkap orang-orang yang dengan beringas melempar batu ke gedung DPRD, maka ormas FPI semakin berani menyerbu gedung DPRD.
Heran, ada apa dengan polisi ? Ini sudah jelas-jelas anarkis. Lempar batu, lempar kayu, serangan datang bertubi-tubi, lapangan parkir penuh batu, tapi tetap saja polisi tidak bertindak.
.
Polisi pengecut !!!
.
.
Jonatan Sara
Sumber : http://ift.tt/1xJA0LB