Suara Warga

SBY Setuju Jual Pesawat Kepresidenan?

Artikel terkait : SBY Setuju Jual Pesawat Kepresidenan?



Apakah pak SBY akan setuju dengan usulan penjualan pesawat kepresidenan? Tentu setuju atau tidak setuju tidak akan berpengaruh, karena SBY akan mengakhiri masa pemerintahannya 20 Oktober mendatang. Yang akan menentukan penjualan aset negara berikutnya adalah presiden terpilih Joko Widodo. Andaikan SBY masih punya suara untuk berpendapat, saya yakin beliau akan terluka mendengar usulan penjualan pesawat kepresidenan tersebut. Ketika akan membeli pesawat tersebut tentu semuanya sudah diperhitungkan dengan matang. Pun waktu pembeliannya yang ‘sengaja’ direalisasikan di akhir masa jabatannya. Kalau SBY mau, mungkin pesawat itu sudah nongkrong sejak beberapa tahun sebelumnya. SBY justru membeli pesawat tersebut, untuk kepentingan kenegaraan presiden berikutnya. Bukan alasan emosional.

Apakah Joko Widodo akan setuju menjual pesawat kepresidenan? Walah… negara kita ini akan kembali seperti sedia kala. Penguasa baru dengan konsep baru, dengan kebijakan baru, dengan semuanya dimulai dari nol. Akhirnya kita memang sulit maju. Setiap kali ganti presiden, ganti lagi egoismenya. Bagaimana mau melangkah maju kalau pemerintahan baru selalu merasa harus memulai dari nol dan merombak semua hal dari pemerintahan lama? Jangan-jangan sebentar lagi Kurikulum Pendidikan 2013 pun diganti lagi dengan kurikulum baru ala PDI P atau ala Jokowi. Capek deh…

Melihat trek rekor PDI P memang cukup mengkhawatirkan juga dengan nasib aset-aset negara. Ketika masa Megawati berkuasa, lumayan banyak aset negara yang dilego, atau diprivatisasi atau istilah lainnya. Yang jelas, negara semakin menyusut asetnya. Kebijakan dengan dalih menghindari utang, tapi kehilangan aset. Investor manapun di dunia ini pasti akan memilih sebaliknya. Mempertahankan aset sampai titik darah penghabisan. Ngutang tidak masalah, asal aset memadai dan masih milik kita. Begitu yang saya pelajari dari Robert Kiyosaki atau Dolf De Roos, pakar investasi dan properti. Aset itu segalanya.

Calon penguasa baru yaitu PDI Perjuangan, belum lagi resmi berkuasa, sudah mulai mengusulkan penjualan aset negara, yaitu pesawat kepresidenan. Padahal, pesawat itu baru saja dibeli. Belum setahun. Belum banyak digunakan oleh presiden lama. Yang akan menggunakan nanti adalah presiden baru, yaitu Jokowi. Memang tidak serta merta kekhawatiran itu bisa digeneralisasi dengan aset –aset lainnya. Tapi karena pengalaman sejarah masa kepemiminan Megawati yang menjual banyak aset negara, maka usulan jual aset negara dari PDI P yang sekarang muncul itu, mau tidak mau menimbulkan kekhawatiran tersebut. Layak dikhawatirkan. Saya mohon para relawan Jokowi dan kawan-kawan yang peduli, untuk memelototi rencana kebijakan-kebijakan jual aset negara demi menghindari utang tersebut. Lebih baik berutang deh daripada negara miskin aset! Begitu prinsipnya. Apalagi di dunia ini, semua negara maju juga punya utang, karena asetnya banyak.

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 140 perusahaan negara atau BUMN. Sebagian BUMN kolaps, megap-megap dan susah hidup. Tapi, solusinya bukan dengan menjual aset-aset mereka. Kemeneg BUMN di bawah Menteri Dahlan Iskan terbukti mampu menghidupkan sejumlah BUMN yang awalnya mati suri. Silakan deh baca kisah-kisahnya. Semoga itu dapat menjadi contoh buat pemerintahan baru, bahwa menjual aset negara itu sama sekali bukan pilihan yang bijak. Anak cucu kita punya hak atas aset-aset negara.

Selain usulan menjual pesawat kepresidenan, PDI P juga mengusulkan divestasi Pertamina, menjual sebagian saham Pertamina kepada publik. Yang beli tentu saja yang punya modal. Bagaimana kalau jatuh ke tangan asing? Menurut saya Pertamina adalah perusahaan sangat strategis yang mengeksplorasi kekayaan negara. Tidak layak diprivatisasi. Bank sudah dikuasai asing, telekomunikasi sudah dikuasai asing, apalagi yang mau diserahkan ke asing Bu?

Pemerintahan SBY sudah membuat kebijakan melarang ekspor bahan mentah, dan harus diolah dulu menjadi produk bernilai tambah. Jangan-jangan aturan ini juga akan dicabut oleh PDI P… jual aset. Walah!




Sumber : http://ift.tt/1w55gB2

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz