Kutu Loncat menjadi kutu busuk
Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto saat membuka kongres luar biasa partainya di Nusantara Polo Club, Cibinong, Bogor, mengeluarkan sindiran pedas kepada wagub DKI yang biasa dipanggil Ahok.
“Mana yang kutu loncat?” tanya Prabowo kepada kader-kader partainya, Sabtu, 20 September 2014. Dari ratusan kader, ada beberapa yang menceletuk, “Ahok.” Prabowo lalu melanjutkan, “Siapa yang kutu busuk?” Kader-kader itu pun menjawab, “Ahok.”
Mendengar celetukan itu, Prabowo menyahut sambil tertawa, “Bukan aku yang ngomong, ya.”
Demikian sindiran pedas Prabowo, seperti yang dilansir harian tempo.
Benarkah sindiran pedas tsb ?
Mari kita simak jawaban pak Ahok :
“Loncat-loncat kenapa nggak boleh? Ya nggak apa-apa dong. Saya masuk Gerindra juga loncat dari Golkar kan,” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2014).
Ahok mengatakan sebenarnya dia tak lagi meloncat setelah menyatakan keluar dari Gerindra. Suami Veronica Tan itu menyatakan dirinya berhenti.
“Saya nggak loncat-loncat sebetulnya, saya berhenti. Tapi seandainya sekarang saya masuk partai lain, baru loncat. Jadi kalau loncat-loncat itu nggak benar bahasanya, saya baru loncat sekali,” ujarnya.
Ahok menjelaskan, sewaktu dirinya keluar dari Partai Indonesia Baru (PIB) pada 2007 lalu, dia sempat vakum berpartai hingga sekitar setahun, baru masuk Golkar. Jadi, menurutnya, tak masuk kategori loncat.
Demikian jawaban skak mat Ahok, seperti yang dilansir di harian online detik.com
Saya pun kemudian teringat, ternyata Prabowo pun adalah kutu loncat, karena sebelumnya beliau meloncat dari partai Golkar. Jadi bila yang melakukan adalah Prabowo, maka itu bukan kutu loncat, tetapi bila yang melakukan adalah Ahok, itu disebut oleh Prabowo adalah kutu loncat dan kutu busuk, walaupun Prabowo tidak berani secara lantang mengatakan hal tsb karena mengatakannya sambil bersembunyi dibalik punggung para kadernya.
Alih-alih bersikap jantan dan ksatria seperti umumnya dilakukan para perwira, Prabowo bukan saja ogah legowo dari kekalahannya saat pilpres, namun hatinya makin sakit sehingga terluka dan tak kunjung sembuh dan mulai membusuk, sehingga menghalangi akal dan nuraninya bekerja, ditambah pula bisikan dari orang-orang busuk disekelilingnya yang menyanjungnya membabi-buta sehingga Prabowo bagaikan hidup didalam dunianya sendiri.
Jendral yang sempat saya kagumi, mohon keluarkan kekuatan terakhir Anda, bangunlah dari mimpi, hajar mereka yang meninabobokan Anda, dengan wajah tegak dan dengan rendah hati, berkata lantang, kalau Anda baru saja bangun dari buaian semu. Dengan gagah, memberikan selamat kepada pemenang pilpres, dan kembali menjadi jati diri Anda yang dulu. Hanya dengan begitu Anda akan kembali dihargai, dihormati, dan diandalkan. Karena apabila tidak begitu, yang begini ini namanya munafik.
Sumber : http://ift.tt/1uwdu3T
“Mana yang kutu loncat?” tanya Prabowo kepada kader-kader partainya, Sabtu, 20 September 2014. Dari ratusan kader, ada beberapa yang menceletuk, “Ahok.” Prabowo lalu melanjutkan, “Siapa yang kutu busuk?” Kader-kader itu pun menjawab, “Ahok.”
Mendengar celetukan itu, Prabowo menyahut sambil tertawa, “Bukan aku yang ngomong, ya.”
Demikian sindiran pedas Prabowo, seperti yang dilansir harian tempo.
Benarkah sindiran pedas tsb ?
Mari kita simak jawaban pak Ahok :
“Loncat-loncat kenapa nggak boleh? Ya nggak apa-apa dong. Saya masuk Gerindra juga loncat dari Golkar kan,” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2014).
Ahok mengatakan sebenarnya dia tak lagi meloncat setelah menyatakan keluar dari Gerindra. Suami Veronica Tan itu menyatakan dirinya berhenti.
“Saya nggak loncat-loncat sebetulnya, saya berhenti. Tapi seandainya sekarang saya masuk partai lain, baru loncat. Jadi kalau loncat-loncat itu nggak benar bahasanya, saya baru loncat sekali,” ujarnya.
Ahok menjelaskan, sewaktu dirinya keluar dari Partai Indonesia Baru (PIB) pada 2007 lalu, dia sempat vakum berpartai hingga sekitar setahun, baru masuk Golkar. Jadi, menurutnya, tak masuk kategori loncat.
Demikian jawaban skak mat Ahok, seperti yang dilansir di harian online detik.com
Saya pun kemudian teringat, ternyata Prabowo pun adalah kutu loncat, karena sebelumnya beliau meloncat dari partai Golkar. Jadi bila yang melakukan adalah Prabowo, maka itu bukan kutu loncat, tetapi bila yang melakukan adalah Ahok, itu disebut oleh Prabowo adalah kutu loncat dan kutu busuk, walaupun Prabowo tidak berani secara lantang mengatakan hal tsb karena mengatakannya sambil bersembunyi dibalik punggung para kadernya.
Alih-alih bersikap jantan dan ksatria seperti umumnya dilakukan para perwira, Prabowo bukan saja ogah legowo dari kekalahannya saat pilpres, namun hatinya makin sakit sehingga terluka dan tak kunjung sembuh dan mulai membusuk, sehingga menghalangi akal dan nuraninya bekerja, ditambah pula bisikan dari orang-orang busuk disekelilingnya yang menyanjungnya membabi-buta sehingga Prabowo bagaikan hidup didalam dunianya sendiri.
Jendral yang sempat saya kagumi, mohon keluarkan kekuatan terakhir Anda, bangunlah dari mimpi, hajar mereka yang meninabobokan Anda, dengan wajah tegak dan dengan rendah hati, berkata lantang, kalau Anda baru saja bangun dari buaian semu. Dengan gagah, memberikan selamat kepada pemenang pilpres, dan kembali menjadi jati diri Anda yang dulu. Hanya dengan begitu Anda akan kembali dihargai, dihormati, dan diandalkan. Karena apabila tidak begitu, yang begini ini namanya munafik.
Sumber : http://ift.tt/1uwdu3T