Suara Warga

Ketukan Palu yang Melukai Demokrasi

Artikel terkait : Ketukan Palu yang Melukai Demokrasi

Berita pagi ini cukup membuat saya kembali tertarik menulis di Kompasiana setelah lama vacum menulis dilaman ini. Berita yang menjadi sorotan pagi ini dibanyak media, dan bahkan semua media adalah keputusan pemilihan kepala daerah (Bupati/ Walikota) yang dipilih kembali oleh DPRD dan diputuskan tadi malam (dini hari) melalui voting.

Ada banyak hal menarik dalam putusan ini, dimana hasil voting dari anggota DPR adalah sebagai berikut : opsi pertama pilkada langsung sebanyak 135 suara, pemilihan kepala daerah tidak langsung atau melalui DPRD sebanyak 226 suara, dan abstain 0. Dengan demikian, total suara voting sebanyak 361 suara. Voting ini tidak diikuti oleh fraksi Demokrat yang memilih untuk walkout dari ruang sidang.

Sebagai catatan kecil fraksi yang mendukung Pilkada tidak langsung adalah Fraksi yang tergabung dalam koalisi merah putih (Gerindra, PPP, Golkar, PAN) dan yang mendukung Pilkada langsung adalah PDI-P, PKB, dan Hanura. Satu lagi Fraksi yang menyatakan dukungan terhadap pilkada langsung dengan memberikan 10 syarat yaitu Fraksi Demokrat yang akhirnya melakukan aksi walkout.

Sejak awal wacana RUU pilkada ini saya sudah sedikit yakin bahwa Demokrat akan gamang atau galau atau tidak membuat pilihan diantara keduanya. Kenapa? ya menurut saya secara pribadi karena Demokrat tidak ingin mengecewakan rakyat atau ingin menarik simpati rakyat namun disisi lain masih gamang antara akan merapat ke pemerintahan Jokowi atau akan menjadi oposisi.

Saya rasa aksi walkout memang sudah disiapkan, dengan matang. Namun sebelumnya tentu saja Fraksi Demokrat tidak ingin kehilangan muka, demikian pula Ketua Umumnya tidak ingin menciderai perasaan rakyat diakhir masa jabatannya, sehingga bermanuver untuk memilih pilkada langsung dengan 10 syarat.

Ketukan palu yang diketuk oleh Priyo Budi Santoso, bagi saya secara pribadi bahkan mungkin bagi banyak rakyat indonesia akan sangat menyakitkan dan melukai. Kita kembali ke Orde Baru! Saya pikir tidak lama lagi Koalisi Merah Putih akan kembali membuat RUU untuk Pilpres dan yang lainnya, sehingga kita akan dikembalikan ke Masa Otoriter, ke Masa Orde Baru ke Masa Asal Bapak Senang!.




Sumber : http://ift.tt/YeGXF2

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz