Drama Demokrat vs Drama Korea dan Sinetron Indonesia
Semalam rapat paripurna DPR RI sudah ketok palu RUU Pilkada menjadi UU Pilkada. Keputusan paling penting diambil melalui voting, hasilnya sudah kita ketahui bersama, opsi 1 pilkada langsung 135, lewat DPRD 226 total suara 361. Anggota fraksi demokrat melakukan walk out, dengan alasan bersikap netral tidak mendukung opsi 1 atau 2.
Fraksi partai Demokrat mengajukan opsi 3 yaitu pilkada langsung dengan 10 syarat, tapi tidak digubris pimpinan sidang (mungkin kebanyakan syaratnya sampai 10), akibatnya fraksi partai demokrat (pura-pura) ngambek dan walk out dari ruang sidang paripurna DPR RI, termasuk si mulut besar Ruhut Sitompul yang keluar ruangan dengan alasan mencharge HP biar bisa stand by saat dihubungi presiden SBY dari New York.
Tindakan fraksi partai demokrat ini, disinyalir dan diyakini banyak pihak, terutama PDIP adalah sebuah drama belaka. Pura-pura walk out, intinya fraksi Demokrat menginginkan pilkada lewat DPRD, tetapi karena presiden SBY yang juga ketua umum DPP partai demokrat telah mencitrakan diri menginginkan pilkada langsung, maka drama yang lebih bagus dari drama korea dan sinetron Indonesia pun dimainkan, dengan aktor dan artis yang merupakan anggota fraksi dari partai yang taglinenya Katakan Tidak Pada Korupsi.
Ini beberapa reaksi dari beberapa anggota DPR RI dari fraksi PDIP atas walk outnya fraksi demokrat ;
Eva Kusuma Sundari mengatakan “Karena ternyata hanya main drama Pak Benny K Harman dan Demokrat. Kami sendiri sejak awal sudah mendengar selentingan mereka akan abstain.”
Yasonna H Laoly mengatakan “Saya mendengar komitmen Bapak SBY ingin menjaga demokrasi. Tapi apa yang kita lihat hari ini sungguh menyesakkan.”
Dewi Aryani mengatakan “Sandiwara politik Partai Demokrat sungguh menyakitkan hati rakyat.”
Kenapa Drama Demokrat Lebih Bagus daripada Drama Korea dan Sinetron Indonesia?
Mudah saja kita mengatakan hal di atas, karena ada beberapa alasan yang kita saksikan bersama semalam, yang intinya jika drama Korea dan sinetron Indonesia endingnya ketebak, kalo drama demokrat endingnya diluar dugaan, yaitu ;
1. Lobby-lobby politik berlangsung intens, elit-elit politik bertemu di ruangan tertutup bukan di lobby hotel. Demokrat terlihat serius dengan opsi pilkada langsungnya dengan 10 syarat yang sudah disetujui oleh PDIP, PKB dan Hanura. Eh, diujung cerita, anggota fraksi demokrat melakukan walk out, padahal jika setuju pilkada langsung, mereka bisa ikutan voting dan memilih pilkada langsung.
2. Walaupun sebagian besar anggota fraksi melakukan walk out, fraksi demokrat masih menyisakan 6 orang anggota DPR-nya, antara lain Hayono Isman, Gede Pasek Suardika dan Ignatius Mulyono di ruang paripurna DPR RI untuk (pura-pura) mendukung pilkada langsung, padahal mereka tetap tinggal di ruang sidang paripurna DPR RI untuk memantau situasi dan mengamankan barangkali ada pembagian nasi bungkus isi jam rolex dari koalisi merah putih.
3. Saat sidang paripurna berlangsung, presiden SBY sudah berada di tempat yang jauh dari hiruk pikuk tersebut, yaitu di New York, sehingga SBY bebas dari tanggung jawab memberi penjelasan ke rakyat yang memilihnya secara langsung, mengapa partainya, partai demokrat, malah Walk Out dari sidang paripurna, padahal seharusnya lebih elegan dan bermanfaat jika ikut voting dan memilih opsi 1, sehingga koalisi merah putih dengan motornya Gerindra, PKS, PAN, PPP, dan partai Golkar gigit jari karena kalah maning kalah maning.
Saking bagusnya akting aktor dan artis yang juga anggota DPR RI dari fraksi demokrat dalam drama Walk Out semalam, saya memberi nilai 9 atas akting mereka tersebut, khusus untuk sekjen partai demokrat yang memegang kendali permainan, Mas Ibas Yudhoyono, saya beri nilai 9.5.
Mereka sungguh hebat, untuk Walk Out saja sampai rela-rela sidang sampai larut malam, padahal bolos saja sidang paripurna jauh lebih mudah, bukankah sekjen Ibas Yudhoyono sudah terkenal sebagai tukang bolos dari sidang paripurna, tapi tetap menandatangani daftar hadir supaya tetap menerima honor sidang, yang akhirnya memaksa ia mengundurkan diri dari anggota DPR RI dengan alasan fokus mengurus anak istri. Alasan yang mulia walaupun terkesan dicari-cari, tidak seperti tag line Pakde Kartono yang memang dari hati “Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah.”
Selamat pagi Indonesia.
Sumber : http://ift.tt/1qAj6pU
Fraksi partai Demokrat mengajukan opsi 3 yaitu pilkada langsung dengan 10 syarat, tapi tidak digubris pimpinan sidang (mungkin kebanyakan syaratnya sampai 10), akibatnya fraksi partai demokrat (pura-pura) ngambek dan walk out dari ruang sidang paripurna DPR RI, termasuk si mulut besar Ruhut Sitompul yang keluar ruangan dengan alasan mencharge HP biar bisa stand by saat dihubungi presiden SBY dari New York.
Tindakan fraksi partai demokrat ini, disinyalir dan diyakini banyak pihak, terutama PDIP adalah sebuah drama belaka. Pura-pura walk out, intinya fraksi Demokrat menginginkan pilkada lewat DPRD, tetapi karena presiden SBY yang juga ketua umum DPP partai demokrat telah mencitrakan diri menginginkan pilkada langsung, maka drama yang lebih bagus dari drama korea dan sinetron Indonesia pun dimainkan, dengan aktor dan artis yang merupakan anggota fraksi dari partai yang taglinenya Katakan Tidak Pada Korupsi.
Ini beberapa reaksi dari beberapa anggota DPR RI dari fraksi PDIP atas walk outnya fraksi demokrat ;
Eva Kusuma Sundari mengatakan “Karena ternyata hanya main drama Pak Benny K Harman dan Demokrat. Kami sendiri sejak awal sudah mendengar selentingan mereka akan abstain.”
Yasonna H Laoly mengatakan “Saya mendengar komitmen Bapak SBY ingin menjaga demokrasi. Tapi apa yang kita lihat hari ini sungguh menyesakkan.”
Dewi Aryani mengatakan “Sandiwara politik Partai Demokrat sungguh menyakitkan hati rakyat.”
Kenapa Drama Demokrat Lebih Bagus daripada Drama Korea dan Sinetron Indonesia?
Mudah saja kita mengatakan hal di atas, karena ada beberapa alasan yang kita saksikan bersama semalam, yang intinya jika drama Korea dan sinetron Indonesia endingnya ketebak, kalo drama demokrat endingnya diluar dugaan, yaitu ;
1. Lobby-lobby politik berlangsung intens, elit-elit politik bertemu di ruangan tertutup bukan di lobby hotel. Demokrat terlihat serius dengan opsi pilkada langsungnya dengan 10 syarat yang sudah disetujui oleh PDIP, PKB dan Hanura. Eh, diujung cerita, anggota fraksi demokrat melakukan walk out, padahal jika setuju pilkada langsung, mereka bisa ikutan voting dan memilih pilkada langsung.
2. Walaupun sebagian besar anggota fraksi melakukan walk out, fraksi demokrat masih menyisakan 6 orang anggota DPR-nya, antara lain Hayono Isman, Gede Pasek Suardika dan Ignatius Mulyono di ruang paripurna DPR RI untuk (pura-pura) mendukung pilkada langsung, padahal mereka tetap tinggal di ruang sidang paripurna DPR RI untuk memantau situasi dan mengamankan barangkali ada pembagian nasi bungkus isi jam rolex dari koalisi merah putih.
3. Saat sidang paripurna berlangsung, presiden SBY sudah berada di tempat yang jauh dari hiruk pikuk tersebut, yaitu di New York, sehingga SBY bebas dari tanggung jawab memberi penjelasan ke rakyat yang memilihnya secara langsung, mengapa partainya, partai demokrat, malah Walk Out dari sidang paripurna, padahal seharusnya lebih elegan dan bermanfaat jika ikut voting dan memilih opsi 1, sehingga koalisi merah putih dengan motornya Gerindra, PKS, PAN, PPP, dan partai Golkar gigit jari karena kalah maning kalah maning.
Saking bagusnya akting aktor dan artis yang juga anggota DPR RI dari fraksi demokrat dalam drama Walk Out semalam, saya memberi nilai 9 atas akting mereka tersebut, khusus untuk sekjen partai demokrat yang memegang kendali permainan, Mas Ibas Yudhoyono, saya beri nilai 9.5.
Mereka sungguh hebat, untuk Walk Out saja sampai rela-rela sidang sampai larut malam, padahal bolos saja sidang paripurna jauh lebih mudah, bukankah sekjen Ibas Yudhoyono sudah terkenal sebagai tukang bolos dari sidang paripurna, tapi tetap menandatangani daftar hadir supaya tetap menerima honor sidang, yang akhirnya memaksa ia mengundurkan diri dari anggota DPR RI dengan alasan fokus mengurus anak istri. Alasan yang mulia walaupun terkesan dicari-cari, tidak seperti tag line Pakde Kartono yang memang dari hati “Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah.”
Selamat pagi Indonesia.
Sumber : http://ift.tt/1qAj6pU