Suara Warga

Merdeka Negeri ku

Artikel terkait : Merdeka Negeri ku

Kompasiana - 69 tahun yang lalu dibacakannya teks proklamasi oleh Ir. Soekarno bersama M. Hatta yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak saat itu resmi lah negeri ini menyandang gelar merdeka lalu kemudian diberi nama Indonesia. Namun sampai detik ini merdeka itu belum bisa dirasakan seutuhnya oleh pemilik kedaulatan tertinggi republik ini. Merdeka di tahun ke 69 baru mencapai merdeka secara harfiah.sesungguhnya negeri ini masih dijajah, hanya saja rakyat tidak lagi melawan dengan mengangkat senjata, rakyat tidak lagi melawan penjajah dengan menggunakan bambu runcing, hari ini sudah ke 69 kemerdekaan itu, rakyat di jajah oleh pemimpin mereka sendiri, pemimpin yang mereka pilih satu kali dalam 5 tahun melalui pemilu. Negeri ini sejak 69 tahun yang lalu sudah bersepakat akan menggunakan bentuk negara yang disebut dengan republik, lalu menggunakan sistim pemerintahan demokrasi. sesungguhnya pemilik sah negeri ini adalah rakyat,yang semestinya dilayani oleh pemimpinnya tapi yang terjadi justru sebaliknya, rakyat lah yang melayani pemimpinnya, betapa meyedihkannya nasib rakyat negeri ini.

Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah pemimpin negeri ini membodohi rakyatnya? Hanya karena legitimasi negeri ini terletak ditangannya? Atau karena rakyat tidak tau asal muasal mengapa negeri ini dipimpin oleh seseorang yang sejatinya justru jadi pelayannya? Klo saja semua rakyat dinegeri ini mempelajari apa yang terjadi di masa lalu tentu ini semua tidak akan terjadi, semua tercatat dengan baik dalam bingkai sejarah.

“Jasmerah” jangan melupakan sejarah itu salah satu pesan yang disampaikan oleh presiden Soekarno untuk pemuda Indonesia, bangsa ini sudah merdeka 69 tahun lamanya, sebuah pertanyaan muncul, apa yang akan dilakukan pemuda masa kini untuk tetap menjaga cita-cita kemerdekaan yang sudah dicetuskan untuk menjadi bangsa yang bermartabat dimata dunia? untuk menjadi bangsa yang disegani oleh negara-negara yang ada didunia? ini adalah cita-cita pendiri bangsa ini pada 69 tahun yang lalu, menjadi bangsa yang berdiri dikaki sendiri, bukan bangsa yang diintervensi oleh negara asing.

Karena kita tahu bahwa Indonesia ini sangat kaya dengan sumber daya alamnya yang melimpah ruah, bahkah sampai-sampai “Tongkat kayupun bisa jadi tanaman”, dan hal yang mengejutkan, dari hasil penelitian para ahli, Indonesia dinyatakan sebagai negeri Atlantis yang hilang.

Tidak hanya Sumber Daya Alam (SDA)-nya saja yang menjadi kekayaan negeri ini, tapi Sumber Daya Manusia (SDM)-nya juga menjadi aset yang tidak kalah hebat nya dengan yang dimiliki negara lain, hanya saja tidak termanajemen dengan baik dan banyak diantaranya yang terbuang sia-sia, seakan-akan pemerintah tidak respon terhadap sumber daya manusia yang dimiliki oleh negeri ini, sehingga banyak anak bangsa ini yang berkarya di negara lain, ini terjadi karena pemerintah Indonesia tidak menempatkan pesoalan SDM ini pada prioritas utama dalam pembangunan bangsa.

Mari bangkit, dan kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif, mengenali jejak para pahlawan bangsa adalah hal yang sangat penting bagi pemuda penerus bangsa saat ini, karna bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal pahlawannya dan tidak melupakan sejarahnya, jangan hanya mengisi kemerdekaan ini dengan acara-acara seremonial belaka, jangan biarkan negeri ini dijajah oleh negara lain dalam bentuk apapun, jangan percayai sejarah yang memutar balikkan fakta.Mari bangkit pemuda Indonesia.mari raih merdeka sesungguhnya. MERDEKA!!!!

(JomNy)






Sumber : http://ift.tt/1pSVIXX

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz