Suara Warga

Menjadi Pemimpin Tertinggi

Artikel terkait : Menjadi Pemimpin Tertinggi

menjadi pemimpin tertinggi

mungkin menjadi tumpuan akhir para politisi

tetapi tanpa melibatkan diri dalam relasi

dengan kehidupan seluruh anak negeri

serta mengabdi pada kejujuran dan kebenaran

apakah cuma menjadi mimpi indah kami ?

menjadi pemimpin tertinggi

adalah menyerahkan diri seutuhnya

agar anak negeri yang papa dan yang kaya

bertumbuh berkembang bersama

dalam kehidupan bernegara yang seutuhnya

dan bukan menjadi diktator atau orator

menjadi pemimpin tertinggi

yang berjalan dalam iman kepada Sang Khalik

membangkitkan yang terlena

memberikan kesempatan bagi teman dan lawan

mempersatukan kepelbagaian dalam negara

saling menunjang dan mengisi

bukan saling mengiri dengan fitnah dan angkara

bukan mengharap berlimpah harta dunia

tetapi berusaha sekuat tenaga dan daya

mengangkat harkat dan martabat bangsa

menjadi pemimpin tertinggi

adalah karunia Tuhan semata

dalam menerima segala kemungkinan

dan kesempatan yang tersisa

sebagai negarawan teladan

agar hidupnya masih bermakna

untuk bangsa dan negara

menjadi pemimpin tertinggi

bukan segalanya kalau itu hanya status

kebanggaan diri apalagi lupa diri

karena mereka mengukir sejarah

memahat serta menuang acuan bagan dan rupa

dalam negara yang berazaskan Pancasila

menjadi pemimpin tertinggi

yang membimbing kami, rakyat jelata

kepada kemajemukan yang abadi

dan bukan pertentangan ideologi

kami selalu berharap dalam doa

akan kasih setia Tuhan

kepada pemimpin yang adil dan jujur

tidak dapat terlukis oleh kata kata

tidak mungkin terungkap dengan nada

tetapi tercatat abadi dalam sejarah

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dirgahayu Negaraku, NKRI

berbahagia dalam perayaan hari kemerdekaan

semoga Tuhan menyertai bangsa ini

(dalam kegalauan ambisi politisi)




Sumber : http://ift.tt/Vunb6V

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz