Suara Warga

Jokowi - Simbol Kemunafikan Nasional

Artikel terkait : Jokowi - Simbol Kemunafikan Nasional

Jokowi - Simbol Kemunafikan Nasional

“Saya ndak mikir copras-capres, ndak mikir itu!”

Kenyataannya kita sudah tahu

“Saya akan memimpin Jakarta 5 tahun, sampai selesai”

Kenyataannya Jokowi lompat kereta meskipun baru naik kereta

“Banjir itu gampang”

Keyataanya Jakarta masih saja kebanjiran

“Kita akan bangun MRT”

Kenyataanya proyek itu dibatalkan

“Saya ndak akan bagi-bagi kursi”

Nyatanya, Jokowi dan kroninya sibuk menawarkan kursi bahkan tanpa malu-malu ke koalisi lawan dengan tujuan murahan, memecah kekuatan lawan dan sekaligus memupuk kekuatan politis, yang katanya tidak dibutuhkan Jokowi.

“Yang penting saya bukan pelanggar HAM”, jawaban Jokowi dan pendukungnya ketika keberadaan Hendropriyono, dkk dipersoalkan

“Saya bukan boneka”

Kenyataanya Jokowi manut pada keputusan ketua partai.

“Sayangnya SBY tidak menaikkan harga BBM”

Bukti nyata Jokowi cuma mau enak sendiri. Tidak mau mengambil keputusan kontroversial, sehingga mudah berlagak baik dan merakyat.

Tingkah laku Jokowi yang sok bersih, sok amanah, sok ndak mikir ini adalah simbol kemunafikan.

Kemunafikan yang diikuti oleh pendukungnya, sehingga kemunafikan ini menjadi Kemunafikan Nasional.

Sungguh bencana tidak dapat dielakkan jika Jokowi benar dilantik sebagai presiden.

Pertama kalinya dalam sejarah kita akan memiliki presiden dengan tuduhan korupsi, penggelapan rekening, PKI, dan tidak amanah serta munafik.

Sungguh, hanya manusia yang tidak buta yang bisa melihat kebenaran.




Sumber : http://ift.tt/1pQ6lM0

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz