Jawablah Aku: Kita ini, Sebenarnya Sedang Ingin Merdeka Dari Apa?
atau mungkin kita masih belum punya defenisi yang sama tentang “makna kemerdekaan” yang ingin kita wujudkan sebagai sebuah bangsa?
Jika ada yang menyebut kemerdekaan sebagai bebas dari korupsi…. lalu kemiskinan sebagai salah satu bentuk “ketidakmerdekaan”….
masing-masing mulai mendefenisikan “kemerdekaan”….lalu? energi kita mungkin akhirnya tidak fokus untuk berjalan menuju titik akhir yang sama…
Lalu akhirnya, mungkin itulah isyarat bahwa kita ini tidak sedang menjadi “satu bangsa”…
Karena tantangan terbesar yang harus diselesaikan oleh bangsa yang ingin maju adalah “tantangan untuk bersatu”….dan ini yang nampaknya masih sangat sulit terwujud disini…. di negeri ku tercinta
Ada yang mulai ceroboh mengubah kata “dirgahayu” dengan kata “pesta rakyat”…kita sedang berpesta untuk apa?
Jangan gunakan kata “pesta”, untuk negeri yang rakyatnya sedang tak mengerti apa makna kemerdekaan…
Jangan buai mereka dengan kata itu, sehingga mereka mulai merasa bahwa mereka sedang baik-baik saja
kita harus mulai dari sini: kesatuan…. begitulah sejarah bangsa ini dimulai…satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air….
tafsir kemerdekaan kita tidak boleh beragam…inilah tugas para leader untuk menentukan arah….
Jika para pemimpin punya tafsir sendiri tentang “makna merdeka”, rakyatnya punya tafsir yang beragam, lalu kita ini bangsa apa?
Kita ini sedang ingin merdeka dari apa? jawablah aku wahai para pemimpin negeri….
Negeriku, inilah catatan hatiku untukmu, di usiamu yang ke 69 hari ini
Di situasi dimana keburukan merajalela, orang-orang mungkin mulai berpikir, berada di jalan ini adalah suatu kesalahan.
Tapi kita sudah disini, dalam cerita yang mungkin tak ingin kita ketahui akhir kisahnya, karena bagaimana mungkin kita bisa memenangkan pergulatan ini, jika bukan karena keyakinan?
Masih ada kebenaran disini, walaupun tidak banyak org yang bersamamu, tapi itu saja sudah cukup untuk menjadi alasan sehingga kebenaran ini sangat layak untuk diperjuangkan dan kita siap berkorban apa saja untuk memenangkannya
Dirgahayu Bangsaku….
Selamat Hari Ulang Tahun Negeriku
Sumber : http://ift.tt/1m79aDP
Jika ada yang menyebut kemerdekaan sebagai bebas dari korupsi…. lalu kemiskinan sebagai salah satu bentuk “ketidakmerdekaan”….
masing-masing mulai mendefenisikan “kemerdekaan”….lalu? energi kita mungkin akhirnya tidak fokus untuk berjalan menuju titik akhir yang sama…
Lalu akhirnya, mungkin itulah isyarat bahwa kita ini tidak sedang menjadi “satu bangsa”…
Karena tantangan terbesar yang harus diselesaikan oleh bangsa yang ingin maju adalah “tantangan untuk bersatu”….dan ini yang nampaknya masih sangat sulit terwujud disini…. di negeri ku tercinta
Ada yang mulai ceroboh mengubah kata “dirgahayu” dengan kata “pesta rakyat”…kita sedang berpesta untuk apa?
Jangan gunakan kata “pesta”, untuk negeri yang rakyatnya sedang tak mengerti apa makna kemerdekaan…
Jangan buai mereka dengan kata itu, sehingga mereka mulai merasa bahwa mereka sedang baik-baik saja
kita harus mulai dari sini: kesatuan…. begitulah sejarah bangsa ini dimulai…satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air….
tafsir kemerdekaan kita tidak boleh beragam…inilah tugas para leader untuk menentukan arah….
Jika para pemimpin punya tafsir sendiri tentang “makna merdeka”, rakyatnya punya tafsir yang beragam, lalu kita ini bangsa apa?
Kita ini sedang ingin merdeka dari apa? jawablah aku wahai para pemimpin negeri….
Negeriku, inilah catatan hatiku untukmu, di usiamu yang ke 69 hari ini
Di situasi dimana keburukan merajalela, orang-orang mungkin mulai berpikir, berada di jalan ini adalah suatu kesalahan.
Tapi kita sudah disini, dalam cerita yang mungkin tak ingin kita ketahui akhir kisahnya, karena bagaimana mungkin kita bisa memenangkan pergulatan ini, jika bukan karena keyakinan?
Masih ada kebenaran disini, walaupun tidak banyak org yang bersamamu, tapi itu saja sudah cukup untuk menjadi alasan sehingga kebenaran ini sangat layak untuk diperjuangkan dan kita siap berkorban apa saja untuk memenangkannya
Dirgahayu Bangsaku….
Selamat Hari Ulang Tahun Negeriku
Sumber : http://ift.tt/1m79aDP