DUKA Dunia
Ditengah segala permasalahan setiap orang. Kenapa kita harus menambahkan beban-beban lain?
Koran harian memberitakan berita duka.
Seorang wanita kristen telah diperkosa sebanyak 20 kali dan dibunuh secara mengenaskan penancapan salib di mulut sampai kedalam tenggorokannya. Ia pergi dari dunia kejam ini dan sekarang tidak akan pernah bisa melihat matahari terbit lagi.
Koran harian memberitakan sebuah berita besar.
Sekumpulan laki-laki tewas mengenaskan dengan kepala terpotong secara kasar. Meninggal di tempat. Menyisakan luka mendalam dan kepedihan di hati. Pergi meninggalkan mereka yang menunggu di rumah. Tidak bisa menapakkan kakinya lagi di tanah Dunia.
Koran harian memberitakan berita duka lainnya.
Nyawa muda. Pikiran sehat. Nafas panjang. Tubuh yang masih rapuh. Belum sempat mengenal dunia lebih dalam lagi. Dalam sekejap terenggut oleh kekejaman manusia-manusia dewasa. Kepala, tangan, kaki dan badan, bukanlah lagi dalam bentuk seutuhnya. Masa depan yang dihancurkan, hati seorang ibu dan ayah yang diiris, seorang anak yang dibunuh dan dunia yang menelan tubuh tak bernyawa lagi dan lagi.
SAMPAI KAPAN KITA HARUS MENYAYAT HATI YANG LAINNYA?
Sumber : http://ift.tt/1AA0le7
Koran harian memberitakan berita duka.
Seorang wanita kristen telah diperkosa sebanyak 20 kali dan dibunuh secara mengenaskan penancapan salib di mulut sampai kedalam tenggorokannya. Ia pergi dari dunia kejam ini dan sekarang tidak akan pernah bisa melihat matahari terbit lagi.
Koran harian memberitakan sebuah berita besar.
Sekumpulan laki-laki tewas mengenaskan dengan kepala terpotong secara kasar. Meninggal di tempat. Menyisakan luka mendalam dan kepedihan di hati. Pergi meninggalkan mereka yang menunggu di rumah. Tidak bisa menapakkan kakinya lagi di tanah Dunia.
Koran harian memberitakan berita duka lainnya.
Nyawa muda. Pikiran sehat. Nafas panjang. Tubuh yang masih rapuh. Belum sempat mengenal dunia lebih dalam lagi. Dalam sekejap terenggut oleh kekejaman manusia-manusia dewasa. Kepala, tangan, kaki dan badan, bukanlah lagi dalam bentuk seutuhnya. Masa depan yang dihancurkan, hati seorang ibu dan ayah yang diiris, seorang anak yang dibunuh dan dunia yang menelan tubuh tak bernyawa lagi dan lagi.
SAMPAI KAPAN KITA HARUS MENYAYAT HATI YANG LAINNYA?
Sumber : http://ift.tt/1AA0le7