Aneh Kecamatan Serpong Tangerang Selatan TIDAK ADA Fakir Miskin
Serpong, Tangsel
Fakir miskin sebagai masyarakat yang menurut UUD 45 Bab XIV pasal 34 waji di dipelihara oleh Negara tidak dapat terelakkan dan hampir di setiap Kecamatan di seluruh Indonesia PASTI terdapat masyarakat yang tergolong fakir miskin.
Itulah sebabnya pemerintah memiliki berbagai program untuk mendukung pengurangan jumlah fakir miskin menjadi masyarakat sejahtera. Salah satu program yang digelontorkan adalah program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat ( BLSM ). Program kesinambungan yang digeontorkan tiap tahun ini diharapkan bisa mengurangi jumlah fakir miskin secara signifikan.
Tangerang Selatan tidak terkecuali juga menjalankan program BLSM dan pada tahun anggaran 2014 ini Tangerang Selatan menganggarkan penambahan 14.000 fakir miskin se-Tangerang Selatan, mendapatkan dana BLSM ini.
Namun dari 7 kecamatan di Tangerang Selatan hanya kecamatan Serpong yang tidak mengajukan penambahan data fakir miskin alias tidak ada penambahan. Hal ini sempat menimbulkan kerancuan bahwa menurut salah seorang pejabat eselon 4A Dinsosnakertrans Salbini mengatakan bahwa Kecamatan Serpong tidak mengajukan data fakir miskin. Yang lebih mengagetkan lagi Salbini mengatakan tidak mungkin kecamatan Serpong tidak memiliki fakir miskin dan suatu keanehan kecamatan Serpong tidak mengajukan data fakir miskin.
“ Tangerang Selatan memiliki 7 kecamatan dan hanya kecamatan Serpong yang tidak mengajukan data Fakir Miskin. Tidak mungkin kecamatan Serpong tidak memiliki masyarakat miskin dan itu sesuatu yang aneh.” Lugas Salbini Kasie Penanganan Korban Bencana dan Keluarga Miskin ketika di wawancara di kantor Dinsosnakertrans Tangsel.
Tentu saja komentar Salbini ini dibantah tegas oleh Camat Serpong yang bertolak belakang mengatakan tidak mungkin kecamatan Serpong tidak memiliki masyarakat fakir miskin namun yang benar kecamatan Serpong tidak mengajukan penambahan data fakir miskin tambahan untuk tahun anggaran 2014. Dimana dapat diartikan bahwa Kecamatan Serpong sukses menjalankan program Walikota dalam menekan angka kemiskinan.
“ Tidak benar kalau Salbini mengatakan kecamatan Serpong tidak memiliki fakir miskin dan bukan tidak mengajukan data fakir miskin namun tidak mengajukan penambahan data fakir miskin. Ada perbedaan antara tidak mengajukan data fakir miskin dengan tidak mengajukan penambahan data fakir miskin. Dalam surat balasan kami kepada Dinsosnakertran jelas2 kami menuliskan bahwa Kecamatan Serpong memiliki 1850 masyarakat fakir miskin namun tidak memiliki penambahan jumlah fakir miskin diluar 1850 tersebut. Berarti kecamatan Serpong sukses melaksanakan program Walikota dalam menekan angka kemiskinan dan merupakan satu-satunya kecamatan di Tangerang Selatan yang tidak mengajukan penambahan data fakir miskin.” Balas Durahman menanggapi statement Salbini di ruangan Camat.
Tersirat berita bahwa Walikota Tangerang Selatan secara pribadi berterima kasih kepada Camat Serpong yang telah berhasil menekan angka kemiskinan dan menjadi satu-satunya kecamatan di Tangerang Selatan dengan tingkat sangat memuaskan serta patut menjadi pecontohan.
Sumber : http://ift.tt/1w7uwuu
Fakir miskin sebagai masyarakat yang menurut UUD 45 Bab XIV pasal 34 waji di dipelihara oleh Negara tidak dapat terelakkan dan hampir di setiap Kecamatan di seluruh Indonesia PASTI terdapat masyarakat yang tergolong fakir miskin.
Itulah sebabnya pemerintah memiliki berbagai program untuk mendukung pengurangan jumlah fakir miskin menjadi masyarakat sejahtera. Salah satu program yang digelontorkan adalah program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat ( BLSM ). Program kesinambungan yang digeontorkan tiap tahun ini diharapkan bisa mengurangi jumlah fakir miskin secara signifikan.
Tangerang Selatan tidak terkecuali juga menjalankan program BLSM dan pada tahun anggaran 2014 ini Tangerang Selatan menganggarkan penambahan 14.000 fakir miskin se-Tangerang Selatan, mendapatkan dana BLSM ini.
Namun dari 7 kecamatan di Tangerang Selatan hanya kecamatan Serpong yang tidak mengajukan penambahan data fakir miskin alias tidak ada penambahan. Hal ini sempat menimbulkan kerancuan bahwa menurut salah seorang pejabat eselon 4A Dinsosnakertrans Salbini mengatakan bahwa Kecamatan Serpong tidak mengajukan data fakir miskin. Yang lebih mengagetkan lagi Salbini mengatakan tidak mungkin kecamatan Serpong tidak memiliki fakir miskin dan suatu keanehan kecamatan Serpong tidak mengajukan data fakir miskin.
“ Tangerang Selatan memiliki 7 kecamatan dan hanya kecamatan Serpong yang tidak mengajukan data Fakir Miskin. Tidak mungkin kecamatan Serpong tidak memiliki masyarakat miskin dan itu sesuatu yang aneh.” Lugas Salbini Kasie Penanganan Korban Bencana dan Keluarga Miskin ketika di wawancara di kantor Dinsosnakertrans Tangsel.
Tentu saja komentar Salbini ini dibantah tegas oleh Camat Serpong yang bertolak belakang mengatakan tidak mungkin kecamatan Serpong tidak memiliki masyarakat fakir miskin namun yang benar kecamatan Serpong tidak mengajukan penambahan data fakir miskin tambahan untuk tahun anggaran 2014. Dimana dapat diartikan bahwa Kecamatan Serpong sukses menjalankan program Walikota dalam menekan angka kemiskinan.
“ Tidak benar kalau Salbini mengatakan kecamatan Serpong tidak memiliki fakir miskin dan bukan tidak mengajukan data fakir miskin namun tidak mengajukan penambahan data fakir miskin. Ada perbedaan antara tidak mengajukan data fakir miskin dengan tidak mengajukan penambahan data fakir miskin. Dalam surat balasan kami kepada Dinsosnakertran jelas2 kami menuliskan bahwa Kecamatan Serpong memiliki 1850 masyarakat fakir miskin namun tidak memiliki penambahan jumlah fakir miskin diluar 1850 tersebut. Berarti kecamatan Serpong sukses melaksanakan program Walikota dalam menekan angka kemiskinan dan merupakan satu-satunya kecamatan di Tangerang Selatan yang tidak mengajukan penambahan data fakir miskin.” Balas Durahman menanggapi statement Salbini di ruangan Camat.
Tersirat berita bahwa Walikota Tangerang Selatan secara pribadi berterima kasih kepada Camat Serpong yang telah berhasil menekan angka kemiskinan dan menjadi satu-satunya kecamatan di Tangerang Selatan dengan tingkat sangat memuaskan serta patut menjadi pecontohan.
Sumber : http://ift.tt/1w7uwuu